Mata yang terasa kering sekaligus berair termasuk pola gangguan film air mata, tetapi keluhan itu belum menetapkan diagnosis. Rasa terbakar, seperti berpasir, kemerahan, silau, dan pandangan kabur juga sering menyertainya. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mencantumkan seluruh keluhan tersebut dalam materi tentang mata kering. Gejala pada satu orang bisa berasal dari produksi air mata yang berkurang, penguapan cepat, atau gangguan permukaan mata lain.

Penyakit mata kering (dry eye disease) adalah gangguan bergejala pada keseimbangan film air mata dan permukaan mata. Keluhan setelah bekerja di depan layar tidak otomatis berarti penyakit ini. National Eye Institute (NEI) menjelaskan bahwa pemeriksaan menilai jumlah air mata, kecepatan penguapan, dan struktur kelopak. Riwayat gejala serta pemeriksaan langsung tetap diperlukan sebelum penyebab ditetapkan.

Nyeri, penurunan penglihatan, dan fotofobia perlu dinilai segera

Mata merah yang sangat nyeri bukan keluhan untuk ditunggu sambil menambah tetes pelumas. Perubahan penglihatan yang mendadak, garis bergelombang, kilatan cahaya, atau nyeri saat melihat cahaya memerlukan pertolongan segera. healthdirect Australia juga menempatkan mata merah dengan sakit kepala berat, rasa tidak sehat, atau cedera mata sebagai alasan menuju instalasi gawat darurat (IGD). Keluhan tersebut tidak diperlakukan sebagai mata kering biasa.

Mata merah dan nyeri pada pemakai lensa kontak memerlukan penilaian segera. Infeksi atau cedera kornea tidak bisa disingkirkan melalui gejala saja di rumah. Riwayat pemakaian lensa, termasuk pemakaian semalaman dan cairan perawatannya, disampaikan saat pemeriksaan.

Keluhan tanpa tanda darurat juga memiliki batas waktu. Pemeriksaan terjadwal diperlukan bila perawatan awal tidak memperbaiki gejala setelah beberapa minggu. Penilaian juga dibutuhkan ketika mata kering mengganggu membaca, bekerja, mengemudi, atau memakai lensa kontak. Batas ini membantu membedakan perawatan gejala ringan dari pencarian penyebab yang menetap.

Film air mata menjelaskan mengapa mata kering bisa berair

Film air mata tersusun atas lapisan minyak, air, dan lendir. Lapisan minyak memperlambat penguapan, sedangkan lapisan air melumasi serta membersihkan permukaan mata. Lendir membantu cairan menyebar merata pada kornea dan konjungtiva. American Academy of Ophthalmology (AAO) menjelaskan bahwa gangguan pada jumlah atau susunan lapisan tersebut bisa menimbulkan mata kering.

Air mata yang banyak tidak menyingkirkan kemungkinan gangguan film air mata. Iritasi pada permukaan mata bisa memicu produksi air mata refleks, sehingga mata terasa kering sekaligus terus berair. Air mata refleks itu belum tentu memulihkan lapisan minyak, air, dan lendir secara seimbang. Karena itu, gejala berair tetap dibaca bersama rasa perih, mengganjal, merah, silau, dan pandangan kabur.

Penyebab juga menentukan pilihan perawatan. Konsensus Tear Film & Ocular Surface Society (TFOS) DEWS III tahun 2025 menempatkan terapi menurut pemicu dan subtipe penyakit. Tetes pelumas berfokus menambah film air mata, sedangkan kompres hangat terutama berkaitan dengan gangguan kelenjar meibom. Satu cara tidak berlaku untuk setiap keluhan mata kering.

Layar berkaitan dengan kedipan dan kestabilan film air mata

Menatap layar dalam waktu lama berkaitan dengan kedipan yang lebih jarang atau tidak lengkap. Permukaan mata lalu terbuka lebih lama di antara dua kedipan, sehingga film air mata lebih cepat terganggu. Tinjauan ilmiah tahun 2024 menemukan sebagian besar studi pada pengguna layar melaporkan penurunan kestabilan film air mata dan frekuensi kedipan. Besar pengaruhnya tetap berbeda antarpenelitian dan antarindividu.

Jeda berkala dari layar dan kedipan lengkap mengurangi waktu permukaan mata terus terbuka. NEI memasukkan pembatasan waktu layar, jeda, serta pengurangan paparan asap, angin, dan pendingin udara dalam perubahan lingkungan. Langkah tersebut mengurangi pemicu, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan bila keluhan menetap.

Pekerja menatap layar sambil mengusap mata yang terasa kering dan lelah (ilustrasi)

Air mata buatan dipilih menurut kebutuhan, bukan warna kemasan

Kemenkes menyebut air mata buatan sebagai perawatan yang lazim untuk mata kering. Materi yang sama membedakan obat tetes bebas dari obat keras yang memerlukan resep dokter. Tetes steroid, antibiotik, atau obat resep lain bukan pengganti otomatis untuk air mata buatan. Pemilihannya mengikuti hasil pemeriksaan serta petunjuk dokter dan apoteker.

Kebersihan botol ikut menentukan keamanan pemakaian. Kemenkes meminta tangan dibersihkan, ujung penetes tidak menyentuh mata atau jari, dan satu botol tidak dipakai bersama. Tanggal pembukaan, cara penyimpanan, dan batas penggunaan setelah dibuka mengikuti label serta petunjuk kemasan.

Pengawet menjadi pertimbangan ketika air mata buatan diperlukan berulang kali. AAO menyarankan sediaan tanpa pengawet bila pemakaian sering atau terdapat alergi terhadap pengawet. Frekuensi pemakaian tetap mengikuti label atau petunjuk tenaga kesehatan. Kebutuhan yang terus meningkat justru menjadi alasan menilai kembali penyebab keluhan.

Kompres hangat bukan perawatan universal

Kelenjar meibom di tepi kelopak menghasilkan minyak yang memperlambat penguapan air mata. TFOS DEWS III menempatkan kompres hangat sebagai salah satu pendekatan pada gangguan kelenjar tersebut. Kompres tidak menjawab semua penyebab, termasuk produksi air mata rendah, efek obat, atau penyakit autoimun. Durasi dan suhu bergantung pada kondisi kelopak serta permukaan mata, sehingga satu angka tidak berlaku bagi semua orang.

Tidak ada satu durasi kompres yang sesuai untuk setiap penyebab mata kering. Nyeri, pandangan memburuk, atau fotofobia setelah perawatan mengalihkan jalur ke pemeriksaan medis. Keluhan yang tidak berubah setelah beberapa minggu juga tidak ditangani dengan memperpanjang kompres tanpa batas. Pemeriksaan menentukan apakah masalah berasal dari kelenjar meibom, kelopak, kornea, atau komponen air mata lain.

Kompres hangat dan air mata buatan digunakan saat beristirahat dari layar (ilustrasi)

Lensa kontak, penyakit lain, dan obat rutin mengubah penilaian

Usia di atas 50 tahun, lensa kontak, penyakit autoimun, obat tertentu, asap, angin, dan udara kering berkaitan dengan mata kering. Faktor risiko tersebut tidak membuktikan penyebab pada satu orang. Daftar obat rutin dan riwayat penyakit diperlukan karena perubahan terapi tanpa arahan bisa menimbulkan masalah lain. Obat jangka panjang tidak dihentikan hanya untuk menguji apakah mata terasa lebih nyaman.

Pemeriksaan mata menilai lebih dari jumlah air mata. Dokter menilai permukaan mata, kelopak, jumlah air mata, serta waktu film air mata bertahan sebelum mengering. Hasilnya membantu membedakan kekurangan cairan dari penguapan berlebih atau gangguan kelopak. Penilaian juga mencari penyakit lain ketika gejala dan temuan tidak cocok.

Anak, kehamilan, dan penyakit kronis memerlukan kehati-hatian terpisah

Anak dan bayi tidak mengikuti pola pemakaian obat tetes orang dewasa. Kemenkes meminta perhatian khusus terhadap obat dan dosis pada anak, bayi, lansia, serta pasien dengan gangguan ginjal, hati, atau jantung. Dosis untuk kelompok tersebut tidak disamaratakan dengan orang dewasa. Keluhan berulang, sulit membuka mata, atau perubahan perilaku melihat memerlukan pemeriksaan langsung.

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan protokol Kemenkes yang merinci perawatan mata kering selama kehamilan dan menyusui. Kami juga belum menemukan estimasi prevalensi nasional terbaru yang memakai kriteria diagnosis seragam. Kesenjangan itu tidak berarti pilihan perawatan pasti tidak tersedia atau kondisi ini tidak ada di Indonesia. Pemilihan obat tetes pada kehamilan dan menyusui dibahas dengan dokter atau apoteker berdasarkan sediaan yang tersedia.

Pasien penyakit autoimun atau pengguna obat jangka panjang membawa daftar diagnosis dan obat saat pemeriksaan. NEI mencatat bahwa sebagian penyakit dan obat lain bisa berhubungan dengan mata kering. Penyesuaian obat rutin berada pada dokter yang menangani penyakit tersebut. Perawatan mata kemudian diselaraskan dengan penyebab, tingkat gangguan, dan kondisi kornea.

Perawatan awal memiliki tiga jalur yang berbeda. Keluhan ringan terkait layar diarahkan pada jeda, perbaikan lingkungan, dan air mata buatan sesuai petunjuk. Gejala yang menetap masuk jalur pemeriksaan mata terjadwal. Nyeri berat, perubahan penglihatan, fotofobia, cedera, atau mata merah pada pemakai lensa kontak memerlukan penilaian segera.