Hiperventilasi adalah napas yang lebih cepat atau lebih dalam daripada kebutuhan tubuh. Kadar karbon dioksida dalam darah kemudian turun dan bisa memicu pusing, kesemutan, kram, jantung berdebar, atau rasa sulit memperoleh udara. Gejala tersebut sering muncul bersama stres atau panik, tetapi penyebabnya tidak selalu bersifat psikologis. MedlinePlus mencantumkan gangguan jantung, penyakit paru, infeksi, perdarahan, kehamilan, nyeri berat, serta obat tertentu sebagai penyebab lain napas berlebihan.
Karena gejalanya saling tumpang tindih, pertolongan rumah hanya sesuai ketika penyebab serius tidak dicurigai. Orang yang pernah dinilai dokter dan mengenali pola serangan sebelumnya tetap perlu memperhatikan perubahan gejala. Napas cepat yang terjadi untuk pertama kali, terus berlangsung, atau memburuk meski sudah ditangani memerlukan pemeriksaan medis. Penilaian tidak boleh ditunda hanya karena keluhan muncul saat seseorang sedang cemas.
Nyeri dada dan perubahan kesadaran memerlukan bantuan segera
Nyeri atau tekanan dada yang tidak mereda termasuk tanda bahaya, terutama bila menjalar ke lengan, leher, rahang, perut, atau punggung. Keringat dingin, mual, sesak berat, bibir membiru, kebingungan, pingsan, atau kejang juga tidak dipantau sebagai serangan panik biasa. National Health Service (NHS) meminta bantuan darurat untuk nyeri dada mendadak yang menetap, menjalar, atau disertai keringat, mual, pusing, maupun sesak. Napas yang sangat berat hingga sulit berbicara juga membutuhkan pertolongan segera.
Orang yang tidak responsif harus diperiksa pernapasannya. Bila napas tidak ada atau tidak normal, layanan darurat perlu dihubungi dan bantuan hidup dasar dimulai oleh penolong yang terlatih. Panduan bantuan hidup dasar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengarahkan penolong menghubungi 119 saat korban tidak responsif atau tidak bernapas normal. Kondisi ini tidak lagi ditangani sebagai hiperventilasi mandiri.
Posisi nyaman membantu mengendalikan ritme napas
Jika tidak ada tanda bahaya dan episode sudah pernah dinilai tenaga kesehatan, orang tersebut dapat duduk dalam posisi yang menyangga tubuh. Pakaian ketat dilonggarkan, bahu serta dada atas dibuat rileks, dan orang di sekitar menjaga suasana tetap tenang. Napas tidak perlu dibuat besar atau dipaksa. Tujuannya ialah mengurangi kecepatan secara bertahap tanpa menahan napas lama.
Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust mengajarkan satu tangan di dada atas dan satu tangan di perut untuk melatih napas diafragma. Perut bergerak lembut saat menarik napas, sedangkan dada atas tetap rileks. Panduan itu memberi contoh hitungan tiga saat menarik napas dan empat saat mengembuskan napas. Ritme dihentikan bila latihan menimbulkan nyeri atau keluhan memburuk.
Pernapasan dengan bibir mengerucut juga memperlambat aliran udara. MedlinePlus menjelaskan teknik ini sebagai mengembuskan napas perlahan melalui bibir seperti saat meniup lilin. Pendamping dapat berbicara dengan nada tenang dan tetap berada di sisi orang yang mengalami serangan. Pemeriksaan medis diperlukan bila pola napas tidak berangsur membaik.
Kantong kertas bisa menurunkan pasokan oksigen
Bernapas kembali melalui kantong kertas pernah dipakai untuk menaikkan karbon dioksida. Cara ini berbahaya bila napas cepat sebenarnya merupakan respons terhadap kekurangan oksigen atau penyakit lain. Menutup hidung dan mulut dengan kantong plastik menambah risiko mati lemas dan tidak boleh dilakukan. Orang awam juga tidak memiliki pemeriksaan untuk memastikan penyebab serangan di tempat kejadian.
Studi terhadap 20 relawan sehat mencatat tekanan oksigen turun rata-rata 15,9 mmHg setelah 30 detik dan 26,6 mmHg setelah 180 detik. Laporan dalam Annals of Emergency Medicine itu memuat tiga kematian ketika cara tersebut keliru dipakai pada pasien dengan kekurangan oksigen atau iskemia jantung. Penelitian lama dan kecil ini tidak menilai semua teknik pengaturan napas. Namun, hasilnya menunjukkan kantong kertas tidak layak menjadi pertolongan standar tanpa penilaian klinis.
Anak dan kelompok dengan kondisi khusus perlu dipisahkan
Pada anak, napas cepat bisa berkaitan dengan stres, asma, demam, cedera kepala, atau obat. Panduan Kaiser Permanente mengajarkan napas melalui bibir mengerucut, ritme sekitar satu napas tiap lima detik, dan gerakan perut yang lembut. Anak yang pingsan memerlukan bantuan darurat. Episode lebih dari 30 menit, sering berulang, memburuk, atau tidak membaik setelah pertolongan rumah memerlukan penilaian medis.
Kehamilan, penyakit jantung atau paru, dan penggunaan obat rutin mengubah kemungkinan penyebab serta tingkat risiko. MedlinePlus memasukkan kehamilan, penyakit jantung, asma, penyakit paru obstruktif kronis, emboli paru, infeksi, dan obat stimulan dalam daftar penyebab. Karena itu, pola yang baru atau berbeda tidak disamakan dengan serangan yang sebelumnya telah dinilai. Obat rutin tidak dihentikan, ditambah, atau dikurangi tanpa arahan tenaga kesehatan.
Panduan Indonesia belum merinci pertolongan rumah
Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan pedoman resmi Indonesia yang merinci pertolongan rumah khusus untuk hiperventilasi. Informasi Kemenkes yang ditemukan membahas respons umum terhadap korban tidak sadar, pernapasan abnormal, dan aktivasi layanan 119. Langkah napas yang dimuat karena itu bersandar pada MedlinePlus, Cambridge University Hospitals, dan Kaiser Permanente. Kesenjangan sumber ini membatasi penerapan langkah yang sama pada semua usia dan kondisi medis.
Kami juga belum menemukan petunjuk resmi Indonesia yang membedakan penanganan rumah bagi ibu hamil, pasien penyakit kronis, dan pengguna obat jangka panjang. Bagi kelompok tersebut, episode pertama, gejala yang berbeda, atau keluhan yang menetap memerlukan penilaian lebih awal. Diagnosis penyebab membutuhkan riwayat, pemeriksaan fisik, serta tes yang dipilih tenaga kesehatan. Pertolongan awal tidak menggantikan proses tersebut.
Sumber dan rujukan
- Bantuan Hidup Dasar(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)Nomor darurat 119 serta respons terhadap korban yang tidak sadar atau tidak bernapas normal.
- Hyperventilation(MedlinePlus, U.S. National Library of Medicine)Kemungkinan penyebab, pernapasan bibir mengerucut, dan alasan mencari pertolongan medis.
- Chest pain(National Health Service)Ciri nyeri dada yang membutuhkan bantuan darurat.
- Hypoxic hazards of traditional paper bag rebreathing in hyperventilating patients(Annals of Emergency Medicine (PubMed))Laporan kasus dan pengukuran oksigen pada 20 relawan yang bernapas kembali melalui kantong kertas.
- Breathing exercises in the treatment of hyperventilation(Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust)Posisi rileks, napas diafragma, dan ritme napas yang lebih lambat.
- Hyperventilation in Children: Care Instructions(Kaiser Permanente)Latihan napas untuk anak dan keadaan yang memerlukan bantuan medis.