Balita usia 18 bulan kerap menolak sayur yang sebelumnya dimakan tanpa masalah. Perubahan pada satu kali makan belum menjelaskan kecukupan gizi atau gangguan medis. Penilaian perlu menggabungkan pola beberapa hari, aktivitas, keterampilan makan, dan lintasan pertumbuhan. Penolakan makanan bukan diagnosis tersendiri.
American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa neofobia pangan (food neophobia) sering mulai tampak antara usia 18 bulan dan 2 tahun. Anak pada tahap ini mulai menegaskan pilihan saat makan. Makanan yang ditolak hari ini masih mungkin diterima pada kesempatan lain. Gejala penyerta dan pertumbuhan tetap menentukan apakah penolakan itu cukup dipantau.
Tidak mampu bernapas saat tersedak adalah keadaan darurat
AAP mencantumkan ketidakmampuan bernapas, menangis, atau bersuara; kulit membiru; tubuh lemas; dan kehilangan kesadaran sebagai tanda tersedak yang membutuhkan pertolongan segera. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta konsultasi segera bila anak sering batuk, tersedak, sulit menelan, muntah berulang, lemas, atau sesak saat makan. Penilaian juga tidak ditunda ketika berat badan tidak naik, diare berdarah atau berkepanjangan, maupun nyeri setiap kali makan. Waktu kemunculan, frekuensi, dan kaitan gejala dengan tekstur makanan membantu pemeriksaan.
Anak yang lahir prematur, memiliki penyakit kronis, atau mengalami gangguan perkembangan memerlukan penilaian tersendiri. American Speech-Language-Hearing Association (ASHA) mencantumkan batuk, tersedak, mengulum makanan, kunyahan lambat, muntah, dan ragam makanan terbatas sebagai tanda gangguan makan atau menelan. Kondisi bawaan dan penyakit kronis juga memengaruhi keterampilan tersebut. Saran bagi balita sehat tidak menggantikan rencana dari tim yang menangani anak.
Penolakan satu sayur tidak sama dengan kekurangan gizi
National Health Service (NHS) menyarankan agar pola makan balita dibaca selama sepekan, bukan dari satu hari atau satu piring. Aktivitas, keadaan umum, dan pertambahan berat badan memberi konteks pada catatan tersebut. Menolak satu jenis sayur berbeda dari menolak seluruh makanan dalam kelompok sayur, protein, makanan pokok, buah, atau susu. Tidak mengonsumsi satu kelompok pangan dalam waktu lama memerlukan penilaian lebih lanjut.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menilai pertumbuhan melalui pengukuran berulang dan pencatatan pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Kenaikan berat dan panjang atau tinggi badan dibaca terhadap garis pertumbuhan anak. Satu angka atau satu posisi pada kurva tidak berdiri sendiri. Kemenkes mengarahkan balita dengan berat badan yang tidak naik untuk diperiksa di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Porsi kecil dan paparan berulang menjaga tekanan tetap rendah
Setiap waktu makan bisa menyertakan satu makanan yang sudah dikenal dan sedikit makanan baru. Porsi kecil membatasi sisa tanpa menjadikan anak wajib menghabiskannya. Jadwal makan dan kudapan yang teratur juga membedakan rasa lapar dari kebiasaan mengemil terus-menerus. Anak tetap menentukan apakah dan berapa banyak ia makan dari pilihan yang tersedia.
IDAI menganjurkan porsi kecil, paparan ulang, contoh makan dari keluarga, serta sikap tenang ketika anak menolak makanan. Bahan yang akrab bagi keluarga Indonesia mencakup nasi atau umbi, ayam, ikan, telur, tempe, tahu, sayur, dan buah. Tekstur serta ukuran potongan tetap disesuaikan dengan kemampuan mengunyah. Paksaan, hukuman, dan makanan manis sebagai hadiah tidak digunakan untuk mengatasi penolakan.
Catatan beberapa hari memperjelas keputusan berikutnya
Catatan makan bisa memuat hidangan yang ditawarkan, bagian yang dimakan, minuman, lama makan, dan reaksi penolakan. Batuk, tersedak, mengulum, muntah, nyeri, serta perubahan pola buang air juga perlu tercatat. Data dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) atau KMS melengkapi gambaran tersebut. Tujuannya ialah menemukan pola, bukan memberi nilai pada anak.
IDAI dan AAP sama-sama menganjurkan paparan ulang, tetapi jumlah percobaan pada materi mereka tidak sama. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan pedoman Kemenkes yang menetapkan satu jumlah paparan makanan baru untuk semua balita. Respons anak, keamanan menelan, ragam asupan, dan pertumbuhan lebih bermakna daripada mengejar angka percobaan. Penilaian dokter anak atau tenaga gizi diperlukan bila kekhawatiran tetap berlanjut.
Pertanyaan umum
Balita tidak makan sayur selama satu hari, apakah perlu langsung diperiksa?
Satu hari tanpa sayur belum cukup untuk menetapkan masalah kesehatan. Pola beberapa hari, aktivitas, gejala saat makan, dan lintasan pertumbuhan memberi gambaran yang lebih utuh. Pemeriksaan tidak ditunda bila muncul tanda bahaya seperti tersedak berulang, sesak saat makan, muntah berulang, atau berat badan tidak naik.
Apakah anak perlu dipaksa menghabiskan sayur?
IDAI, AAP, dan NHS tidak menganjurkan paksaan atau hukuman. Makanan yang sudah dikenal bisa disandingkan dengan sedikit sayur, lalu ditawarkan kembali pada kesempatan lain. Makanan manis tidak ditempatkan sebagai imbalan untuk menghabiskan sayur.
Kapan ragam makanan yang sempit perlu dinilai?
Penilaian dibutuhkan ketika satu kelompok pangan hilang dalam waktu lama atau ragam asupan terus menyusut. Alasan lain mencakup gangguan pertumbuhan, batuk atau tersedak, kesulitan mengunyah, mengulum makanan, nyeri, dan muntah berulang. Riwayat prematuritas, penyakit kronis, serta gangguan perkembangan ikut menentukan pemeriksaan.
Sumber dan rujukan
- Manfaat Penimbangan Balita di Posyandu untuk Cegah Stunting(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)Pengukuran berulang, pencatatan pada KMS, dan tindak lanjut ketika berat badan tidak naik.
- Pilih-pilih Makanan(Ikatan Dokter Anak Indonesia)Neofobia pangan, pembatasan kelompok pangan, porsi kecil, paparan berulang, dan ketenangan saat makan.
- Penanganan kesulitan makan (Feeding Difficulty) pada Si Kecil(Ikatan Dokter Anak Indonesia)Tanda yang memerlukan konsultasi segera dan unsur yang dinilai pada kesulitan makan.
- How do I help my picky eater try more healthy foods?(American Academy of Pediatrics)Awal neofobia pada balita, jadwal makan, makanan yang sudah dikenal, dan paparan ulang.
- Choking Prevention for Babies & Children: What Every Parent Needs to Know(American Academy of Pediatrics)Tanda sumbatan jalan napas yang memerlukan pertolongan segera.
- Pediatric Feeding and Swallowing(American Speech-Language-Hearing Association)Tanda gangguan keterampilan makan dan menelan serta perlunya penilaian individual.
- Fussy eaters(National Health Service)Penilaian pola makan selama sepekan, porsi kecil, pengenalan ulang, dan larangan memaksa atau memakai makanan sebagai hadiah.