Darah saat buang air besar tidak otomatis berarti operasi diperlukan. Hemoroid ringan sering ditangani lebih dulu dengan serat, cairan, dan perbaikan kebiasaan di toilet. Obat hanya meredakan gejala tertentu, sedangkan prosedur dipilih menurut jenis hemoroid, derajat prolaps, dan hasil pemeriksaan.
Pemisahan itu penting karena istilah hemoroid mencakup kelainan di dalam dan di luar anus. Perdarahan merah terang tanpa nyeri lebih khas pada hemoroid interna. Benjolan nyeri di tepi anus lebih sering berkaitan dengan hemoroid eksterna yang mengalami trombosis. Gejala saja belum cukup untuk menyingkirkan penyebab perdarahan lain.
Perdarahan dengan tanda bahaya memerlukan pemeriksaan segera
Perdarahan banyak atau berulang yang disertai pusing, lemas, pingsan, sesak, atau jantung berdebar memerlukan penilaian segera. Tinja hitam, nyeri perut berat, demam, dan muntah darah juga tidak sesuai dengan perawatan mandiri hemoroid. Pemeriksaan segera dibutuhkan pula bila ada penurunan berat badan tanpa sebab atau perubahan pola buang air besar yang menetap.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencantumkan hemoroid, fisura ani, kanker usus besar, kolitis ulseratif, polip, dan divertikulitis sebagai beberapa penyebab darah segar pada feses. Dokter bisa memakai pemeriksaan darah dan kolonoskopi sesuai temuan klinis. Anak, ibu hamil, pasien penyakit kronis, dan pengguna obat jangka panjang perlu dinilai tersendiri. Obat yang memengaruhi pembekuan tidak boleh diubah tanpa arahan dokter.
Derajat prolaps membantu memetakan pilihan terapi
Hemoroid interna dikelompokkan menurut prolaps, bukan menurut banyaknya darah. Materi Kemenkes membagi hemoroid interna menjadi empat derajat. Derajat I tidak menonjol keluar, sedangkan derajat II keluar saat mengejan lalu masuk sendiri. Derajat III harus dimasukkan kembali dengan tangan, dan derajat IV tidak bisa direduksi.
Derajat tidak bekerja sebagai keputusan operasi tunggal. Frekuensi perdarahan, nyeri, kesulitan menjaga kebersihan, serta dampaknya pada aktivitas ikut dinilai. Hemoroid eksterna juga tidak memakai pembagian empat derajat tersebut. Benjolan eksterna yang membeku dan nyeri berat memerlukan penilaian berbeda dari hemoroid interna tanpa nyeri.
Serat dan kebiasaan di toilet menjadi terapi lini pertama
Pedoman 2024 American Society of Colon and Rectal Surgeons (ASCRS) menempatkan perubahan pola makan dan perilaku sebagai terapi lini pertama. Tinjauan tujuh uji acak dalam pedoman itu mencakup 378 peserta. Kelompok serat memiliki risiko gejala menetap 53 persen lebih rendah daripada kelompok tanpa serat. Dampak terhadap prolaps, nyeri, dan gatal tetap terbatas.
Sumber serat yang lazim di Indonesia mencakup sayuran, buah, kacang-kacangan, beras merah, dan oat. Penambahan serat perlu disertai cairan agar feses tidak makin keras. Targetnya adalah feses lunak dan terbentuk, bukan diare. Penyakit ginjal, jantung, atau pembatasan cairan dari dokter membuat kebutuhan setiap pasien berbeda.
Mengejan dan duduk lama di toilet berkaitan dengan gejala hemoroid. Pekerjaan dengan waktu duduk panjang juga perlu dibedakan dari kebiasaan berlama-lama saat buang air besar. Rendam duduk dengan air hangat bisa membantu kenyamanan, tetapi tidak mengembalikan prolaps lanjut secara permanen. Perawatan konservatif tidak menghapus kebutuhan pemeriksaan bila perdarahan berlanjut.
Phlebotonik meredakan gejala, bukan menghilangkan hemoroid
Phlebotonik adalah kelompok obat yang mencakup flavonoid seperti diosmin. Obat ini dipelajari untuk perdarahan, gatal, pembengkakan, dan cairan dari anus. Tinjauan Cochrane memasukkan 20 studi pembanding dengan 2.344 peserta. Hasil gabungan menunjukkan perbaikan pada perdarahan dan gatal, tetapi manfaat pada nyeri tidak mencapai kemaknaan statistik.
Mutu studi dan perbedaan sediaan membatasi kepastian hasil tersebut. Phlebotonik tidak membuat jaringan yang sudah prolaps menghilang. Obat resep maupun obat bebas juga bisa memiliki kontraindikasi dan interaksi. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan pedoman resmi Indonesia yang secara khusus menilai diosmin atau phlebotonik oral untuk hemoroid.
Tindakan rawat jalan berada di antara obat dan operasi
Gagal membaik dengan terapi konservatif tidak selalu langsung berujung hemoroidektomi. Pedoman ASCRS menyebut ligasi karet, skleroterapi, dan koagulasi inframerah sebagai pilihan rawat jalan untuk hemoroid interna tertentu. Banyak kasus derajat I, II, dan sebagian derajat III bisa ditangani melalui jalur ini. Jenis hemoroid dan penggunaan obat antikoagulan memengaruhi pemilihan prosedur.
Materi Kemenkes menempatkan hemoroidektomi pada keadaan berat, benjolan besar, kombinasi hemoroid interna dan eksterna, atau kegagalan terapi lain. ASCRS juga merekomendasikan eksisi bagi pasien terpilih dengan hemoroid eksterna atau gabungan interna-eksterna derajat III–IV. Operasi menangani jaringan secara langsung, tetapi pemulihannya lebih panjang daripada tindakan rawat jalan.
Risiko tiap prosedur tidak sama. Ligasi dapat menimbulkan nyeri dan perdarahan, sedangkan hemoroidektomi juga membawa risiko retensi urine, penyempitan anus, dan gangguan kontinensia. Kekambuhan tetap mungkin terjadi setelah tindakan. Pilihan prosedur bergantung pada anatomi, gejala utama, penyakit penyerta, dan pengalaman klinis dokter.
Perdarahan tidak boleh langsung dianggap hemoroid
Pedoman ASCRS menegaskan bahwa darah dari rektum tidak boleh otomatis dikaitkan dengan hemoroid. Kolonoskopi dipertimbangkan bila pemeriksaan tidak menemukan sumber anorektal yang jelas. Pemeriksaan juga relevan ketika perdarahan disertai nyeri perut, perut kembung, konstipasi baru, atau konstipasi yang memburuk. Perdarahan yang menetap setelah terapi hemoroid memerlukan pencarian sumber lain.
Hemoroid tidak berubah menjadi kanker kolorektal, tetapi keduanya bisa menimbulkan darah saat buang air besar. Karena itu, perbaikan gejala dan penetapan penyebab merupakan dua sasaran yang berbeda. Terapi konservatif masuk akal untuk kasus terpilih setelah evaluasi. Operasi dipertimbangkan ketika anatomi dan gejalanya memang melampaui manfaat obat, serat, atau tindakan rawat jalan.
Sumber dan rujukan
- Pencegahan Wasir (Hemoroid)(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)Klasifikasi hemoroid interna dan langkah pencegahan melalui serat, cairan, serta kebiasaan buang air besar.
- Hematochezia(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)Penyebab perdarahan saluran cerna bawah, gejala penyerta, dan pemeriksaan untuk mencari sumber perdarahan.
- Memahami Kapan Hemoroid Membutuhkan Tindakan Operasi(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)Keadaan yang dipertimbangkan untuk hemoroidektomi dan gambaran masa pemulihan.
- The American Society of Colon and Rectal Surgeons Clinical Practice Guidelines for the Management of Hemorrhoids(American Society of Colon and Rectal Surgeons)Pedoman 2024 mengenai evaluasi, terapi konservatif, tindakan rawat jalan, dan operasi hemoroid.
- Phlebotonics for haemorrhoids(Cochrane Database of Systematic Reviews / PubMed)Tinjauan sistematis atas manfaat dan keterbatasan phlebotonik untuk gejala hemoroid.