Komisi Kerajaan tentang Antisemitisme dan Kohesi Sosial (Royal Commission on Antisemitism and Social Cohesion) sedang memeriksa jalur radikalisasi di Australia. Blok sidang kedelapan berlangsung di Sydney pada 5–14 Agustus 2026 dan mencakup peran lingkungan digital, tokoh penyebar kebencian, serta respons pemerintah. Pemeriksaan juga meliputi ekstremisme bermotif agama, sayap kanan jauh, dan motif ideologis lain. Ruang lingkup itu menunjukkan pertanyaan yang sedang diuji, bukan daftar penyebab yang telah diputuskan.
Radikalisasi tidak lagi mengikuti satu jalur ideologi
Perubahan paling menonjol terletak pada profil orang yang masuk program penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan di Australia. Tony Burke menyebut komposisinya: 30 persen motif agama, 40 persen motif ideologis, serta 30 persen ideologi campuran atau tidak jelas. Menteri Dalam Negeri Australia itu memberi contoh kasus yang menggabungkan unsur ISIS, neo-Nazi, dan ideologi lingkungan. Angka tersebut menggambarkan peserta program, bukan seluruh penduduk Australia.
Ideologi campuran menyulitkan pendekatan yang hanya mengelompokkan seseorang berdasarkan satu organisasi atau doktrin. Unsur yang secara politik bertentangan bisa muncul bersamaan karena titik temunya berupa pembenaran kekerasan, kebencian, atau penolakan terhadap otoritas. Konflik di Timur Tengah juga beredar sebagai gambar, video, dan narasi yang kemudian ditafsirkan dalam konteks domestik Australia. Komisi masih harus menilai hubungan antara paparan tersebut, kondisi sosial-ekonomi, dan keputusan seseorang untuk melakukan kekerasan.
Usia muda dan kecepatan paparan menjadi perhatian
Ruang digital mengubah kecepatan dan tempat berlangsungnya radikalisasi. Pemerintah Australia menyebut radikalisasi kini lebih sering berlangsung daring, bergerak cepat, melibatkan ideologi campuran, dan menyasar orang yang lebih muda. Percakapan dapat berpindah dari media sosial atau gim ke grup terenkripsi dengan sedikit tanda di kehidupan sehari-hari. Pola ini membuat deteksi dini lebih bergantung pada konteks perilaku daripada label ideologi tunggal.
Data penegakan hukum memperlihatkan besarnya perhatian terhadap kelompok usia muda, tetapi tidak boleh dibaca sebagai angka prevalensi. Sejak kewenangan baru berlaku pada 2024, Kepolisian Federal Australia mengajukan 31 dakwaan terkait materi ekstremis daring, termasuk terhadap 19 anak. Dakwaan tidak sama dengan putusan bersalah. Jumlah itu juga hanya mencakup perkara yang mencapai tahap penegakan hukum.
Indonesia menghadapi risiko digital, tetapi datanya tidak sebanding
Kekhawatiran mengenai paparan pada anak juga muncul di Indonesia. Kanal berita Polri mengutip data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). BNPT mencatat sekitar 112 siswa di 26 provinsi terpapar paham radikalisme melalui media sosial dan gim daring. Sumber yang sama menyebut usia rata-rata mereka 13 tahun serta menyoroti grup tertutup dan algoritma media sosial. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyiapkan materi edukasi untuk anak, orang tua, dan guru.
Angka Indonesia tidak bisa ditempatkan berdampingan begitu saja dengan data Australia. Data BNPT membahas siswa yang disebut terpapar, sedangkan angka Australia mencakup peserta program dan perkara pidana dengan definisi berbeda. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi dari lembaga di Indonesia yang memakai definisi dan metode sama. Perbandingan lintas negara memerlukan kriteria paparan, rentang waktu, dan hasil intervensi yang seragam.
Laporan akhir masih menunggu Desember
Komisi ini dibentuk setelah serangan teroris antisemit di Bondi pada 14 Desember 2025. Surat paten tertanggal 9 Januari 2026 menunjuk mantan hakim Pengadilan Tinggi Virginia Bell sebagai komisaris dan menetapkan tenggat laporan akhir pada 14 Desember 2026. Laporan sementara telah diserahkan pada 30 April, sedangkan rangkaian sidang berikutnya masih mengumpulkan bukti tentang antisemitisme dan kohesi sosial. Kesimpulan tentang bobot konflik luar negeri, tekanan ekonomi, atau ideologi campuran baru layak dinilai setelah laporan akhir diterbitkan.
Sumber dan rujukan
- Hearing Block 8: Key drivers of antisemitism & radicalisation(Royal Commission on Antisemitism and Social Cohesion)
- Keynote Address - National Security College Conference(Australian Department of Home Affairs)
- Press Conference, Canberra(Australian Department of Home Affairs)
- KemenPPPA Susun Strategi Edukasi Cegah Paparan Radikalisme di Medsos dan Gim Daring(Tribrata News Polri)
- Royal Commission on Antisemitism and Social Cohesion(Royal Commission on Antisemitism and Social Cohesion)