Penyakit tangan, kaki, dan mulut (hand, foot, and mouth disease/HFMD) disebabkan oleh sejumlah enterovirus. Penyakit ini mudah menyebar ketika anak kembali berkumpul di sekolah, pesantren, atau tempat penitipan. Gejala yang paling dikenal ialah demam, luka di mulut, serta ruam pada telapak tangan dan kaki. Nama “flu Singapura” masih dipakai sehari-hari, tetapi HFMD bukan influenza dan bukan penyakit mulut dan kuku pada hewan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan bahwa virus menyebar melalui cairan hidung dan tenggorokan, isi lepuh, tinja, kontak dekat, serta benda yang tercemar. Perpindahan virus mudah terjadi saat popok diganti atau mainan digunakan bersama. Anak yang tampak sudah membaik masih mungkin melepaskan virus selama beberapa waktu. Kebersihan tangan tetap diperlukan setelah gejala mereda.
Tanda bahaya memerlukan pertolongan segera
Kesulitan bernapas atau gejala pernapasan yang memburuk memerlukan pertolongan medis segera. Kelemahan mendadak pada lengan atau tungkai juga tidak boleh ditunggu. Wajah atau kelopak mata yang turun, suara pelo, dan kesulitan menelan termasuk tanda neurologis lain. CDC meminta pertolongan segera untuk kelemahan anggota gerak, hilangnya tonus otot atau refleks, serta gangguan pada wajah, mata, bicara, dan menelan.
Keadaan tersebut tidak membuktikan HFMD berat atau satu jenis enterovirus tertentu. Sejumlah penyakit saraf, pernapasan, dan infeksi lain memberi gambaran serupa. Pemeriksaan langsung menentukan kebutuhan pemantauan, pencitraan, atau perawatan rumah sakit. Penundaan berbahaya karena kelemahan otot pernapasan bisa berkembang cepat pada mielitis flaksid akut (acute flaccid myelitis/AFM).
Kesulitan minum menjadi batas pemantauan di rumah
Luka di mulut dapat membuat anak menolak minum lalu mengalami dehidrasi. Urine yang jauh berkurang, mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, atau kantuk yang tidak biasa memerlukan penilaian segera. CDC menganjurkan pemeriksaan bila anak tidak mampu minum dengan baik, demam berlangsung lebih dari tiga hari, atau gejala belum membaik setelah 10 hari. Bayi berusia kurang dari enam bulan dan anak dengan daya tahan tubuh lemah juga perlu dinilai lebih awal.
Kebanyakan anak pulih dalam 7 sampai 10 hari tanpa komplikasi berat. Demam, nyeri tenggorokan, luka mulut, dan ruam tetap tidak cukup untuk memastikan penyebabnya. Ruam HFMD bisa muncul pada bokong, lengan, atau tungkai, bukan hanya telapak tangan dan kaki. Tenaga kesehatan menilai pola ruam bersama usia, kemampuan minum, dan gejala lain.
EV-D68 lebih sering tampak sebagai penyakit pernapasan
Istilah enterovirus mencakup banyak jenis virus dengan gambaran penyakit berbeda. HFMD paling sering berkaitan dengan coxsackievirus dan enterovirus A71, sedangkan EV-D68 terutama menyerang saluran pernapasan. Karena itu, pilek dan batuk setelah paparan tidak boleh otomatis disebut HFMD. Pemeriksaan klinis dan, pada keadaan tertentu, tes laboratorium diperlukan untuk membedakannya.
CDC menyebut EV-D68 bisa menimbulkan pilek, bersin, batuk, mengi, atau kesulitan bernapas, serta berkaitan dengan AFM yang jarang tetapi berbahaya. Gejala AFM dapat muncul beberapa pekan setelah infeksi EV-D68. Anak dengan asma menghadapi risiko lebih tinggi untuk penyakit pernapasan berat dan memerlukan penilaian awal saat gejalanya memburuk. Hubungan ini bukan alasan untuk menganggap setiap batuk akan berlanjut menjadi kelumpuhan.
Sekolah perlu memutus jalur kontak
Tangan perlu dicuci dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan toilet, mengganti popok, serta sebelum menyiapkan atau menyantap makanan. Anak juga perlu dibantu membersihkan seluruh permukaan tangan, termasuk sela jari dan ujung kuku. Peralatan makan, botol minum, dan handuk tidak digunakan bersama. Luka lepuh dijaga tetap bersih dan tidak disentuh tanpa kebutuhan.
Kemenkes menyarankan orang yang bergejala beristirahat di rumah serta menghindari kontak dekat. Sekolah dan tempat penitipan perlu mempunyai prosedur bagi anak yang demam atau tidak mampu mengikuti kegiatan. Waktu kembali tidak ditentukan oleh satu angka yang berlaku untuk semua keadaan. Kondisi anak, kebijakan sekolah, dan arahan fasilitas kesehatan atau dinas kesehatan setempat menjadi pertimbangan.
Pembersihan dilakukan sebelum disinfeksi
Meja, gagang pintu, mainan, dan permukaan yang sering disentuh perlu dibersihkan secara teratur. Benda yang terkena ludah, isi lepuh, muntahan, atau tinja memerlukan penanganan lebih ketat. CDC menjelaskan bahwa permukaan dibersihkan terlebih dahulu, kemudian didisinfeksi ketika ada orang sakit, dengan mengikuti petunjuk pada label produk. Kotoran yang tertinggal bisa mengurangi kerja bahan disinfeksi.
Satu resep pengenceran pemutih tidak aman untuk semua produk karena kadar bahan aktif berbeda. Produk tidak dicampur dengan pembersih lain, terutama asam atau amonia. Ventilasi, sarung tangan, waktu kontak, serta kecocokan bahan mengikuti label. Larutan disimpan jauh dari jangkauan anak dan tidak digunakan pada kulit atau makanan.
Data Indonesia belum mendukung angka nasional 2026
Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi Indonesia yang memuat statistik nasional HFMD 2026. Dokumen nasional yang menetapkan satu daftar baku berisi delapan tanda berat juga belum ditemukan. Karena itu, angka kasus dan pola virus dari negara lain tidak dipindahkan ke Indonesia. Laporan ini memakai batas pertolongan yang didukung Kemenkes dan sumber klinis internasional.
Ketiadaan angka nasional di artikel ini bukan bukti bahwa kasus tidak ada. Situasi lokal mungkin berbeda antar daerah dan berubah sepanjang tahun. Sekolah perlu mengikuti pemberitahuan dinas kesehatan setempat bila muncul kelompok anak dengan gejala serupa. Catatan jumlah anak sakit, tanggal awal gejala, kelas, dan riwayat kontak membantu penelusuran tanpa menetapkan diagnosis sendiri.
Sumber dan rujukan
- Kenali Penyakit Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) pada Anak di Masa Peralihan Musim(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia)Penyebab, gejala, penularan, komplikasi, dan pencegahan HFMD.
- HFMD Symptoms and Complications(U.S. Centers for Disease Control and Prevention)Gejala umum, dehidrasi, komplikasi jarang, dan waktu mencari pertolongan.
- Signs and Symptoms of Acute Flaccid Myelitis(U.S. Centers for Disease Control and Prevention)Tanda neurologis yang memerlukan pertolongan segera.
- About Enterovirus D68(U.S. Centers for Disease Control and Prevention)Gambaran pernapasan EV-D68 dan kaitannya dengan mielitis flaksid akut.
- Cleaning and Disinfecting(U.S. Centers for Disease Control and Prevention)Urutan pembersihan dan disinfeksi serta kewajiban mengikuti label produk.