Ponsel lipat tidak lahir dari satu penemu atau satu produk. Sejarahnya bercabang antara bodi clamshell yang menutup dengan engsel dan layar fleksibel yang ikut tertekuk. Paten Motorola, FlexPai, serta Galaxy Fold menandai tahap yang berbeda dalam perjalanan tersebut.

Seseorang menggunakan ponsel lipat dalam kegiatan sehari-hari (ilustrasi)

Motorola lebih dulu melipat bodi ponsel

Paten Motorola dengan prioritas 20 November 1989 menjelaskan telepon seluler yang memiliki bagian bodi bergerak. Bagian itu membuka dan menutup area layar serta tombol, sehingga pengguna bisa menjawab atau mengakhiri panggilan melalui gerakan engsel. Yang terlipat adalah rumah ponsel, bukan panel layarnya.

Motorola StarTAC kemudian membawa bentuk tersebut ke produk konsumen pada 1996. Kronologi Consumer Technology Association mencatat StarTAC sebagai ponsel seluler clamshell pertama. Tonggak ini penting untuk sejarah desain ponsel, tetapi belum sama dengan ponsel layar fleksibel masa kini.

Ponsel fitur lama dan ponsel clamshell disusun berdampingan (ilustrasi)

Paten layar fleksibel muncul sebelum produk massal

Paten Samsung Display yang diajukan pada 2012 dan dipublikasikan pada 2014 menggabungkan panel fleksibel, area lipatan, lapisan pelindung, dan struktur penyangga untuk perangkat bergerak. Dokumen paten menunjukkan rancangan yang diajukan, bukan bukti bahwa produk sudah dijual.

Garis waktu dari paten Motorola 1989 hingga peluncuran Galaxy Fold 2019 (ilustrasi)

FlexPai datang lebih dulu, Galaxy Fold memperluas pasar

Pada 31 Oktober 2018, Royole mengumumkan FlexPai melalui rilis perusahaan yang menyebutnya sebagai ponsel lipat komersial pertama dengan layar fleksibel penuh. Rilis itu juga menyebut pemesanan model pengembang dibuka secara global dan pengiriman dimulai pada akhir 2018. Klaim tersebut adalah pernyataan Royole, bukan pengukuran independen atas penjualan dunia.

Samsung memperkenalkan Galaxy Fold pada 20 Februari 2019. Samsung Mobile Press mencantumkan layar Infinity Flex 7,3 inci, lapisan polimer, dan engsel bergigi. Pengumuman penjualan menyebut peluncuran di Korea Selatan pada 6 September 2019, lengkap dengan layar luar, layar utama, App Continuity, dan jendela multitugas.

Karena itu, 2019 lebih tepat disebut titik komersialisasi ponsel layar fleksibel oleh merek besar. Tahun tersebut tidak menghapus FlexPai dari urutan sejarah dan tidak menjadikan Samsung pencipta pertama semua bentuk ponsel lipat.

Ponsel layar fleksibel terbuka di atas meja untuk membaca dan bekerja (ilustrasi)

Bagaimana di Indonesia

Ponsel layar fleksibel sudah masuk ke pasar Indonesia melalui kanal resmi Samsung, tetapi ketersediaan tiap generasi tidak otomatis sama. Halaman pembelian Samsung Indonesia mencantumkan Galaxy Z Fold7, pilihan memori, layanan trade-in, Samsung Care+, serta opsi pengambilan di toko. Informasi itu menunjukkan jalur pembelian resmi yang bisa diperiksa pembaca tanpa mengandalkan daftar harga lama dari forum atau toko pihak ketiga.

Harga perlu dibaca sebagai angka pada halaman pembelian ketika transaksi dilakukan. Samsung mengubah harga menurut model, kapasitas, warna, promosi, metode pembayaran, dan program tukar tambah. Karena itu, angka dari peluncuran generasi sebelumnya tidak boleh dipakai sebagai harga Fold terbaru. Pembeli sebaiknya menyimpan halaman produk, syarat promosi, dan bukti transaksi. Garansi resmi juga perlu dibedakan dari garansi toko impor.

Ketersediaan di Indonesia bukan hanya soal apakah sebuah ponsel bisa dipesan dari situs luar negeri. Perangkat seluler yang masuk melalui jalur impor perlu diperiksa status identitas peralatannya. Penjelasan JDIH Kementerian Komunikasi dan Digital tentang pengendalian IMEI menerangkan bahwa IMEI adalah nomor 15 digit yang dipakai dalam pengendalian perangkat telekomunikasi. JDIH Komdigi menjadi tempat pemeriksaan aturan, bukan unggahan penjual.

Pembeli perangkat impor sebaiknya menanyakan siapa importirnya, bagaimana proses pendaftaran IMEI, di mana garansi berlaku, dan apakah model tersebut mendukung jaringan operator Indonesia. Jawaban penjual tidak menggantikan pengecekan pada kanal resmi. Nomor IMEI bisa dilihat pada pengaturan perangkat atau kemasan, tetapi keberadaan nomor itu sendiri belum menjelaskan status pendaftarannya.

Kasus yang paling mudah terjadi adalah perangkat terlihat lebih murah karena tidak menyertakan garansi resmi, promosi lokal, atau dukungan servis untuk layar dan engsel. Komponen ponsel lipat juga tidak setara dengan panel ponsel biasa; biaya dan ketersediaan suku cadang bergantung pada merek serta model. Sebelum membeli, bandingkan total biaya, kebijakan pengembalian, pusat servis, dan lama dukungan perangkat lunak. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan daftar pemerintah Indonesia yang membandingkan biaya perbaikan semua merek ponsel lipat.

Siapa yang bisa disebut penemu?

Jawabannya bergantung pada benda yang dimaksud. Motorola punya tonggak paten dan produk bodi clamshell; Royole lebih dulu mengumumkan ponsel komersial dengan layar fleksibel; Samsung menjadikan layar, engsel, dan perangkat lunak multitugas sebagai satu produk yang memperoleh perhatian pasar utama. Menyatukan semua tahap itu menjadi satu klaim “penemu ponsel lipat” akan menghilangkan perbedaan teknologinya.

Urutan tersebut juga membantu membaca promosi ponsel lipat di Indonesia. Sejarah menjelaskan asal desain, sedangkan keputusan membeli perlu melihat harga lokal, garansi, IMEI, servis, dan masa dukungan model yang tersedia.

Pertanyaan umum

Apakah Samsung menemukan ponsel lipat?
Samsung bukan pencipta pertama semua ponsel lipat. Motorola lebih dahulu mengembangkan bodi clamshell, sedangkan Royole mengumumkan FlexPai pada 2018 sebelum Galaxy Fold dijual pada 2019.

Apakah ponsel clamshell lama sama dengan Galaxy Fold?
Keduanya memakai engsel, tetapi teknologi layarnya berbeda. Ponsel clamshell menekuk rumah perangkat dengan panel kaku, sedangkan Galaxy Fold memakai panel fleksibel yang ikut membuka dan menutup.

Mengapa 2019 sering disebut tahun penting?
Galaxy Fold menggabungkan layar fleksibel, engsel, dan pengalaman Android multitugas dalam produk merek besar. Tonggak itu memperluas perhatian pasar, meski bukan awal seluruh sejarah ponsel lipat.