Nyeri pinggul bukan satu diagnosis. Keluhan berasal dari sendi, tulang, tendon, bursa, saraf, atau jaringan di sekitar panggul. Lokasi nyeri memberi petunjuk awal, tetapi pemeriksaan klinis tetap menentukan langkah berikutnya.

Nyeri selangkangan lebih sering mengarahkan pemeriksaan ke dalam sendi. Nyeri di sisi luar pinggul mungkin melibatkan bursa atau tendon, sedangkan nyeri bokong juga berkaitan dengan saraf. Perbedaan ini menjelaskan mengapa satu jenis terapi tidak sesuai untuk semua pasien.

Tanda bahaya perlu dinilai sebelum mencari penyebab

Nyeri hebat setelah jatuh atau benturan, disertai ketidakmampuan berjalan, memerlukan pertolongan darurat. Penilaian segera juga diperlukan bila tungkai terasa baal setelah cedera. NHS menempatkan ketidakmampuan berjalan atau menumpu berat badan sebagai alasan menuju layanan gawat darurat.

Nyeri mendadak tanpa cedera tetap perlu diperiksa secara mendesak bila pinggul bengkak, panas, atau warna kulit berubah. Demam, menggigil, dan rasa tidak enak badan bersama nyeri pinggul memerlukan evaluasi untuk menyingkirkan infeksi sendi. Nyeri yang mengganggu tidur, memburuk, atau berulang juga layak dinilai dokter.

Anak dengan nyeri pinggul tidak mengikuti panduan dewasa ini dan perlu penilaian pediatrik. Ibu hamil, pasien penyakit kronis, serta pengguna obat jangka panjang perlu menyampaikan kondisinya sebelum pemeriksaan atau terapi. Riwayat obat penting karena pilihan pereda nyeri dan risiko tulang berbeda pada tiap pasien.

Dokter memegang model tulang pinggul saat menjelaskan lokasi nyeri kepada pasien (ilustrasi)

Lokasi keluhan membantu mengarahkan pemeriksaan, tetapi tidak memastikan penyebabnya (ilustrasi).

Selangkangan, sisi luar, dan bokong memberi petunjuk berbeda

Osteoartritis pinggul sering menimbulkan nyeri di selangkangan atau paha yang menjalar ke bokong maupun lutut. Kekakuan kerap terasa setelah bangun tidur atau duduk. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mencatat penurunan rentang gerak dan perubahan cara berjalan.

Nyeri tajam di sisi luar pinggul, terutama saat berbaring pada sisi tersebut, sesuai dengan pola bursitis trokanter. Keluhan juga bisa memburuk ketika berjalan lama, menaiki tangga, atau bangkit dari kursi. American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) menjelaskan pemeriksaan fisik mencari nyeri tekan pada tonjolan tulang sisi luar pinggul.

Nyeri bokong dalam yang menjalar ke paha belakang bisa menyerupai gangguan saraf dari tulang belakang. Sindrom gluteal dalam adalah jebakan saraf skiatik di ruang gluteal, bukan gangguan cakram tulang belakang. Tinjauan sistematis di PubMed menyebut anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pencitraan sebagai bagian jalur diagnosisnya.

Keluhan selangkangan pada orang aktif juga mungkin berasal dari benturan femoroasetabular atau robekan labrum. Bunyi klik dan rasa tersangkut belum membuktikan robekan karena keluhan serupa muncul pada kondisi lain. Dokter perlu menggabungkan riwayat aktivitas, pemeriksaan gerak, dan hasil pencitraan.

Lokasi utamaKemungkinan yang dinilaiPetunjuk penyerta
Selangkangan atau paha depanOsteoartritis, gangguan labrum, osteonekrosisKaku, nyeri saat berjalan, atau gerak terbatas
Sisi luar pinggulBursa dan tendon sekitar trokanterNyeri saat berbaring miring atau menaiki tangga
Bokong dalam atau paha belakangSaraf skiatik, tulang belakang, jaringan glutealMemburuk saat duduk dan mungkin disertai kesemutan

Riwayat obat dan cedera mengubah prioritas pemeriksaan

Osteonekrosis terjadi ketika aliran darah ke kepala femur terganggu dan tulang perlahan kolaps. Cedera panggul, konsumsi alkohol berlebihan, dan penggunaan kortikosteroid jangka panjang termasuk faktor risikonya. AAOS menyebut MRI bisa menemukan osteonekrosis dini yang belum tampak pada radiografi.

Riwayat kortikosteroid tidak berarti obat harus dihentikan sendiri. Penghentian mendadak berbahaya pada sebagian terapi. Nyeri baru perlu dibicarakan dengan dokter yang meresepkan obat dan dokter yang menilai pinggul.

Pola kaku setelah tidak bergerak, pembengkakan beberapa sendi, atau keluhan sistemik mengarahkan evaluasi ke penyakit radang. Pada keadaan tersebut, dokter penyakit dalam bidang reumatologi mungkin dilibatkan. Kelainan struktur atau riwayat trauma umumnya dinilai melalui layanan ortopedi.

Dokter dan pasien membahas riwayat keluhan di ruang konsultasi (ilustrasi)

Riwayat cedera, penyakit, obat, dan pola aktivitas menentukan pemeriksaan lanjutan (ilustrasi).

Radiografi biasanya mendahului MRI pada nyeri kronis

Pemeriksaan dimulai dengan riwayat keluhan, pengamatan cara berjalan, dan pengujian rentang gerak. Dokter juga menilai punggung bawah, lutut, kekuatan, dan fungsi saraf bila gejalanya berkaitan. Pencitraan dipilih setelah kemungkinan penyebab dipersempit.

Kemenkes menempatkan sinar-X sebagai pemeriksaan pencitraan osteoartritis pinggul. Pemeriksaan ini menunjukkan penyempitan ruang sendi, perubahan tulang, dan osteofit. RadiologyInfo.org dari ACR dan RSNA menjelaskan MRI pinggul digunakan bersama radiografi untuk menilai sendi besar.

MRI bukan pemeriksaan pertama untuk setiap nyeri pinggul. Hasil gambar juga perlu dicocokkan dengan keluhan dan pemeriksaan fisik. Temuan struktur pada gambar belum tentu menjadi sumber nyeri yang dirasakan.

Terapi mengikuti diagnosis, fungsi, dan tujuan pasien

Pada osteoartritis ringan hingga sedang, program latihan atau terapi fisik membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi. Kemenkes juga menyebut aktivitas berdampak rendah, pengelolaan berat badan, dan alat bantu jalan sebagai pilihan nonbedah. Program latihan perlu disesuaikan dengan kemampuan, bukan disalin dari diagnosis lain.

Ringkasan pedoman AAOS 2024 menyatakan terapi fisik membantu gerak dan nyeri pada osteoartritis pinggul ringan hingga sedang. Obat antiinflamasi atau suntikan kortikosteroid memiliki manfaat dan risiko tersendiri. Pemilihannya memerlukan telaah penyakit penyerta, obat lain, dan kemungkinan efek samping.

Bursitis pinggul umumnya ditangani lebih dahulu tanpa operasi. Penyesuaian aktivitas dan terapi fisik diarahkan pada kelenturan serta kekuatan pinggul. Operasi jarang diperlukan dan baru dipertimbangkan ketika terapi nonbedah tidak mengendalikan keluhan.

Penggantian sendi menjadi bahan pembahasan ketika osteoartritis berat tetap membatasi aktivitas meski terapi nonbedah telah dijalankan. Keputusan tidak ditentukan oleh gambar radiografi saja. Besarnya nyeri, fungsi sehari-hari, kesehatan umum, dan kesiapan rehabilitasi ikut dipertimbangkan.

Fisioterapis mendampingi pasien melakukan latihan jembatan panggul (ilustrasi)

Latihan disusun menurut diagnosis, kapasitas fisik, dan respons pasien (ilustrasi).

Pertanyaan yang sering diajukan

Poli mana yang menjadi titik awal?

Layanan ortopedi sesuai untuk dugaan patah tulang, osteoartritis, osteonekrosis, atau kelainan struktur. Rehabilitasi medik berperan dalam pemulihan fungsi dan terapi nonbedah. Reumatologi diperlukan bila pola keluhan mengarah ke radang sistemik, sedangkan instalasi gawat darurat menangani tanda bahaya.

Apakah nyeri sisi luar selalu bursitis?

Tidak. Tendon gluteal, nyeri rujukan dari punggung, dan struktur lain menimbulkan keluhan di wilayah serupa. Pemeriksaan nyeri tekan, gerak, kekuatan, dan fungsi membantu membedakannya.

Apakah nyeri pinggul harus diistirahatkan total?

Tirah baring berkepanjangan bukan terapi umum untuk nyeri pinggul tanpa tanda bahaya. Aktivitas yang jelas memperburuk keluhan sebaiknya dikurangi sementara. Jenis dan tingkat latihan berikutnya perlu mengikuti diagnosis serta arahan tenaga kesehatan.

Apakah pijat atau manipulasi aman?

Keamanan bergantung pada penyebab nyeri. Manipulasi sebelum patah tulang, infeksi, osteonekrosis, atau gangguan sendi tersingkir berisiko menunda penanganan. Pemeriksaan medis perlu mendahului terapi manual bila nyeri berat, menetap, atau disertai tanda bahaya.