Kesulitan mengangkat lengan tidak selalu berarti bahu beku (frozen shoulder). Nyeri bisa membuat gerak tertahan, sedangkan kapsul sendi yang kaku membatasi sudut gerak. Gangguan pada rotator cuff (empat otot beserta tendonnya yang membantu mengangkat dan memutar lengan) juga bisa menurunkan kekuatan. Gangguan saraf bisa menimbulkan nyeri menjalar, mati rasa, atau kelemahan. Beberapa penyebab tersebut bisa muncul bersamaan.

Gerak aktif terjadi ketika seseorang menggerakkan lengannya sendiri. Gerak pasif dinilai saat pemeriksa menggerakkan lengan tanpa usaha pasien. Perbedaan keduanya membantu memisahkan kekakuan sendi dari kelemahan atau gerak yang terhambat nyeri. Hasilnya tetap harus dibaca bersama riwayat, pemeriksaan kekuatan, sensasi, dan refleks.

Tanda darurat dinilai sebelum menguji gerak bahu

MedlinePlus meminta pertolongan darurat bila nyeri bahu muncul bersama tekanan dada, sesak napas, pusing, atau keringat dingin. Nyeri yang menjalar ke rahang atau lengan juga bisa berasal dari luar sendi bahu. National Health Service (NHS) Inggris meminta penilaian segera bila bahu berubah bentuk, membengkak, atau lengan tidak bisa digerakkan. Gerakan berulang untuk “menguji” bahu tidak menyingkirkan patah tulang atau dislokasi.

NHS juga meminta penilaian segera untuk mati rasa yang menetap serta lengan yang terasa panas atau dingin. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) memasukkan wajah tidak simetris, kelemahan mendadak pada satu sisi, dan bicara pelo sebagai tanda stroke. Bahu yang merah, bengkak, dan disertai demam juga memerlukan pemeriksaan medis. Kemenkes mencantumkan PSC 119 sebagai layanan cepat tanggap darurat kesehatan. Halaman Kemenkes itu tidak menjamin waktu respons atau ketersediaan ambulans di setiap wilayah.

Nyeri, kaku, dan lemah membentuk pola yang berbeda

Nyeri setelah jatuh, tarikan, atau mengangkat beban perlu dibedakan dari keluhan yang berkembang perlahan. Letak nyeri, gerak pemicu, dan gangguan tidur memberi petunjuk, tetapi tidak memastikan penyebab. Nyeri pada sudut tertentu bisa berkaitan dengan rotator cuff atau bursa. Rasa sakit juga bisa menghentikan gerak sebelum kekuatan penuh sempat dinilai.

Kemenkes menjelaskan bahwa bahu beku menimbulkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak. Dalam pemeriksaan, rentang gerak aktif dibandingkan dengan rentang pasif. Keterbatasan pada keduanya lebih sesuai dengan pola bahu beku daripada kelemahan aktif saja. American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) juga mencantumkan nyeri malam pada robekan rotator cuff, sehingga keluhan malam tidak membedakan kedua kondisi tersebut. Pola keterbatasan tetap harus diperiksa langsung.

Gerak pasif yang relatif terjaga dengan kesulitan mengangkat lengan secara aktif mengarahkan pemeriksaan pada kekuatan, nyeri, tendon, dan saraf. AAOS mencantumkan kelemahan saat mengangkat atau memutar lengan sebagai gejala robekan rotator cuff. Nyeri leher yang menjalar, mati rasa, dan kelemahan juga bisa berasal dari radikulopati servikal. Temuan tersebut bukan diagnosis tunggal.

Diagram yang menunjukkan perbedaan gerak aktif dan pasif pada sendi bahu

Pemeriksaan klinis menentukan pertanyaan untuk pencitraan

MedlinePlus menjelaskan bahwa bahu beku dinilai melalui riwayat dan pemeriksaan gerak. Radiografi (foto Rontgen) membantu menyingkirkan penyebab lain, sedangkan pencitraan resonansi magnetik (MRI) biasanya tidak diperlukan untuk diagnosis tersebut. Tes kekuatan, sensasi, dan refleks ditambahkan bila ada kelemahan atau gejala saraf. Pencitraan dipilih untuk menjawab dugaan klinis, bukan sebagai paket tetap.

Pembaruan kriteria dari American College of Radiology (ACR) menempatkan radiografi sebagai pencitraan awal untuk nyeri bahu akut. Bila hasilnya normal atau belum menjawab dugaan cedera, pemeriksaan lanjutan dipilih menurut jaringan yang dicurigai. Ultrasonografi (USG) atau MRI dapat menilai tendon dan jaringan lunak. Tomografi komputer (CT) dapat dipilih ketika dokter masih mencurigai fraktur yang tidak tampak pada radiografi.

Meta-analisis Farooqi dan rekan mencakup 23 studi dengan 2.054 bahu. Pada operator berpengalaman, hasil gabungan menunjukkan USG memiliki sensitivitas dan spesifisitas tinggi untuk robekan tendon supraspinatus. Lima studi yang membandingkan USG dengan MRI tidak menemukan perbedaan statistik dalam sensitivitas, spesifisitas, atau akurasi untuk robekan tendon tersebut. Analisis itu berfokus pada supraspinatus, bukan semua sumber nyeri bahu. Hasil USG tetap bergantung pada keahlian operator dan harus dicocokkan dengan pemeriksaan klinis.

Bagan alur yang membandingkan penggunaan radiografi, ultrasonografi, dan MRI pada bahu

Rehabilitasi mengikuti penyebab dan tahap penyakit

Latihan bahu tidak memakai satu pola untuk semua keluhan. Kekakuan bertahap, cedera tendon baru, gangguan saraf, dan pemulihan setelah operasi mempunyai batas beban berbeda. NHS menganjurkan gerak perlahan dan menghindari gerakan yang memperberat keluhan, latihan berat, serta alat olahraga berat. Program rehabilitasi disusun dari perubahan gerak, kekuatan, fungsi, dan respons terhadap latihan.

AAOS memasukkan terapi fisik, obat antinyeri, suntikan steroid, dan operasi sebagai pilihan penanganan bahu beku. Pilihan tersebut bukan urutan yang wajib dijalani setiap pasien. Obat dan suntikan hanya digunakan sesuai petunjuk dokter. Kondisi penyerta dan obat rutin ikut menentukan keamanan prosedur.

Kriteria pencitraan ACR dalam laporan ini ditujukan bagi orang dewasa, sehingga alurnya tidak langsung dipindahkan kepada anak. Artikel ini tidak memuat latihan atau pilihan obat untuk anak. Usia, riwayat cedera, demam, dan kemampuan menggerakkan lengan menjadi bagian dari penilaian tenaga kesehatan.

Kehamilan mengubah pertimbangan keamanan obat dan sebagian prosedur. NHS menyarankan konsultasi dengan dokter, bidan, atau apoteker sebelum memakai obat apa pun selama kehamilan. Obat resep yang sudah digunakan juga tidak dihentikan tanpa pembicaraan dengan dokter.

MedlinePlus mengingatkan bahwa obat nonresep bisa berinteraksi dengan obat lain dan tidak selalu sesuai bagi kondisi medis tertentu. Daftar obat rutin dan suplemen perlu ditelaah sebelum obat antinyeri atau suntikan dipertimbangkan. AAOS mencantumkan diabetes dan penyakit tiroid sebagai faktor yang berkaitan dengan bahu beku. Riwayat penyakit, operasi bahu, serta pengobatan rutin perlu masuk dalam penilaian.

Bukti Indonesia masih terbatas untuk alur pemilahan ini

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan pedoman klinis nasional Indonesia yang khusus mengatur pemilahan nyeri, kekakuan, dan kelemahan bahu. Kemenkes menyediakan materi edukasi tentang bahu beku serta informasi layanan darurat PSC 119. Urutan pencitraan dan akurasi ultrasonografi dalam laporan ini mengacu pada pedoman serta penelitian internasional. Kami juga belum menemukan data nasional yang bisa dibandingkan tentang akses pencitraan, rehabilitasi, dan layanan spesialis untuk keluhan ini.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah lengan yang sulit diangkat selalu menandakan bahu beku?

Tidak. Bahu beku biasanya membatasi gerak aktif dan pasif. Gerak pasif yang relatif terjaga memerlukan penilaian terhadap nyeri, rotator cuff, kekuatan otot, dan fungsi saraf.

Apakah MRI selalu diperlukan?

Tidak. Riwayat dan pemeriksaan fisik menentukan kebutuhan pencitraan. Pada nyeri akut, radiografi umumnya menjadi pemeriksaan awal, sedangkan ultrasonografi, MRI, atau CT dipilih untuk pertanyaan tertentu.

Apakah bahu boleh diregangkan sendiri?

Gerakan yang memicu nyeri tajam tidak dipakai untuk menguji bahu. Trauma baru, kelemahan progresif, mati rasa, deformitas, atau demam perlu dinilai lebih dahulu. Latihan kemudian disesuaikan dengan penyebab dan tahap pemulihan.

Kapan kelemahan bahu memerlukan pemeriksaan cepat?

Pemeriksaan cepat diperlukan bila kelemahan muncul setelah trauma, memburuk, atau disertai mati rasa yang menetap. Deformitas, pembengkakan mendadak, dan ketidakmampuan menggerakkan lengan meningkatkan urgensi. Wajah tidak simetris atau bicara pelo bersama kelemahan mendadak termasuk tanda stroke.