Longsor akibat hujan lebat menutup sebagian kawasan Jiuzhaigou di Provinsi Sichuan, Tiongkok, pada 27 Juli 2026. Wisatawan yang terjebak telah dievakuasi dari ruas yang terdampak. Laporan Reuters menyebut penutupan mencakup kawasan di atas Danau Bambu Panah di Lembah Rize dan seluruh Lembah Zechawa. Kedua lokasi berada di dalam kawasan wisata yang tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Dua kawasan wisata ditutup sementara
Penutupan berlaku mulai 27 Juli dan mencakup Danau Bambu Panah serta kawasan di atasnya. Seluruh Lembah Zechawa juga ditutup sementara bagi wisatawan. Pengelola tidak menyebut jumlah orang yang dievakuasi dalam laporan yang diperiksa. Jadwal pembukaan kembali dan status bagian lain di Jiuzhaigou juga belum dijelaskan.
Jiuzhaigou dikenal karena danau berwarna biru, hijau, dan ungu, puncak bersalju, serta air terjun bertingkat. Bentang pegunungan itu juga membuat akses wisata bergantung pada kondisi lereng dan jalur lembah. Penutupan kali ini ditetapkan setelah longsor memutus keamanan perjalanan di beberapa lokasi utama. Pengumuman tersebut bersifat sementara, sehingga cakupannya tidak berarti seluruh Jiuzhaigou ditutup.
Peringatan merah meluas ke tujuh wilayah
Hujan mengikuti pendaratan Topan Noul di Kabupaten Huidong, Guangdong, sekitar pukul 03.50 waktu setempat pada 26 Juli. Noul tercatat sebagai siklon tropis ke-12 tahun itu dan topan ketiga yang mencapai Tiongkok pada Juli. Otoritas menyebutnya sebagai topan terkuat yang mendarat di negara tersebut sepanjang 2026. Sistem cuaca itu kemudian melemah ketika bergerak menuju pedalaman.
Peringatan merah banjir bandang berlaku untuk sebagian Jiangxi, Hunan, Guangdong, Sichuan, Shaanxi, Gansu, dan Xinjiang tenggara. Peringatan itu diterbitkan bersama oleh otoritas sumber daya air dan meteorologi Tiongkok. Sichuan, lokasi Jiuzhaigou, termasuk dalam cakupan risiko tertinggi tersebut. Otoritas meminta pemantauan diperketat di wilayah pegunungan, lembah sungai, lokasi konstruksi, dan jembatan.
Banjir di Gansu menewaskan 10 orang
Banjir bandang juga menerjang kawasan wisata di Kabupaten Weiyuan, Kota Dingxi, Provinsi Gansu, pada 26 Juli. Otoritas setempat mencatat 10 orang tewas dan 23 terluka hingga pukul 18.00 waktu setempat. Sejumlah wisatawan sedang berkemah dan terjebak ketika air datang. Tim kepolisian, pemadam kebakaran, dan penyelamat dikerahkan ke lokasi.
Peristiwa di Weiyuan terpisah dari longsor yang menutup bagian Jiuzhaigou. Keduanya berada di provinsi berbeda dan tidak boleh dihitung sebagai satu lokasi bencana. Angka korban di Gansu mengikuti pembaruan pada 26 Juli, ketika pencarian masih berlangsung. Laporan berikutnya bisa mengubah jumlah tersebut.
Informasi bagi wisatawan Indonesia masih terbatas
Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan imbauan khusus lembaga Indonesia mengenai penutupan sebagian Jiuzhaigou. Informasi operasional yang tersedia berasal dari pengelola setempat dan laporan media internasional. Belum ada jadwal pembukaan kembali untuk dua kawasan yang ditutup. Karena itu, status akses perlu dibedakan dari kondisi seluruh kawasan Jiuzhaigou.
Sumber dan rujukan
- Stranded tourists evacuated from China's famed Jiuzhaigou World Heritage site after mudslides, heavy rain(The Star (Reuters))Mendukung informasi penutupan kawasan, evakuasi wisatawan, dan cakupan peringatan merah banjir bandang.
- Rain-triggered flash flood kills 10, injures 23 in China's scenic area of Gansu as Typhoon Noul makes landfall(The Star (Xinhua/Reuters))Mendukung angka korban di Weiyuan, keadaan wisatawan yang berkemah, waktu pendaratan Topan Noul, dan cakupan peringatan merah.