Pemungutan suara untuk memilih gubernur Negara Bagian Osun, Nigeria, terhenti di sebuah TPS di Ejigbo pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kekerasan pecah di Unit 003, Iroyin Ayo Open Space, Ward 004, sesaat setelah Najeem Salaam dan istrinya memberikan suara. Salaam adalah calon dari Kongres Demokratik Afrika (African Democratic Congress/ADC). Pemilih, petugas Komisi Pemilihan Nasional Independen Nigeria (Independent National Electoral Commission/INEC), pengamat, dan jurnalis meninggalkan lokasi ketika keadaan memburuk.

Petugas keamanan membawa Salaam keluar untuk melindunginya. Personel Department of State Services (DSS) dan Nigeria Security and Civil Defence Corps (NSCDC) kemudian tiba di lokasi. Laporan Vanguard menyebut kedua satuan itu meninggalkan lokasi ketika situasi tetap tegang. Saat berita tersebut diterbitkan, pemungutan suara masih terhenti dan sebagian pemilih menunggu kepastian.

Pemilih mengantre di sebuah tempat pemungutan suara (ilustrasi)

Gangguan BVAS memperlambat pemungutan suara

Masalah teknis juga muncul di bagian lain Osun. Bimodal Voter Accreditation System (BVAS) adalah perangkat INEC untuk mencocokkan sidik jari atau wajah pemilih sebelum mereka memberikan suara. Di TPS Ojude Ala I, Ila, hanya 75 dari 342 pemilih terdaftar yang terakreditasi hingga pukul 12.40 waktu setempat. Petugas ad hoc INEC mengatakan perangkat itu tiga kali bermasalah, sementara lebih dari 260 orang masih menunggu.

ICPC memantau dugaan politik uang

Dugaan politik uang muncul di Ejigbo pada hari yang sama. Independent Corrupt Practices and Other Related Offences Commission (ICPC) adalah lembaga antikorupsi Nigeria. ICPC memantau beberapa TPS setelah muncul laporan bahwa pemilih diduga ditawari uang setelah mencoblos. Hingga laporan itu diterbitkan, ICPC belum mengumumkan penangkapan atau penyitaan terkait dugaan tersebut.

Lebih dari 2,3 juta pemilih terdaftar

INEC mencatat 2.339.233 pemilih terdaftar di 30 wilayah pemerintahan lokal, 332 wilayah pendaftaran, dan 3.763 TPS. Komisi menyiapkan 4.427 perangkat BVAS, termasuk 664 unit cadangan di pusat wilayah pendaftaran. INEC menetapkan verifikasi sidik jari atau wajah sebagai satu-satunya mekanisme akreditasi, tanpa akreditasi manual. INEC juga menetapkan lembar hasil setiap TPS dipindai dan diunggah ke INEC Result Viewing Portal (IReV, portal untuk melihat hasil pemilu).

Mengapa pemilu Osun berada di luar siklus nasional

Pemilu Osun berlangsung terpisah dari jadwal pemilu nasional Nigeria. Centre for Democracy and Development West Africa (CDD West Africa) menjelaskan bahwa pemilu di luar siklus mencakup delapan negara bagian. Untuk Osun, pola itu berawal dari sengketa hasil 2007 yang membawa Rauf Aregbesola ke pengadilan. Pengadilan banding menetapkannya sebagai gubernur terpilih pada 2010, sehingga kalender pemilihan Osun bergeser dari siklus nasional.

Jadwal terpisah tidak dengan sendirinya menjelaskan kekerasan atau politik uang pada 15 Agustus. Sumber yang diperiksa mendokumentasikan insiden dan kendala operasional, tetapi tidak membandingkan tingkat kekerasan dengan pemilu nasional. Data itu juga belum menunjukkan apakah gangguan BVAS terjadi secara meluas di seluruh 3.763 TPS. Karena itu, peristiwa di Ejigbo menunjukkan celah pengamanan setempat, bukan bukti bahwa semua pemilu di luar siklus lebih rawan.

Informasi untuk pembaca Indonesia masih terbatas

Indonesia menempatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abuja sebagai perwakilan untuk Nigeria. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri atau KBRI Abuja mengenai insiden di Osun. Laporan Nigeria yang diperiksa juga tidak menyebut keterlibatan warga Indonesia. Dengan informasi tersebut, artikel ini tidak menyimpulkan adanya dampak langsung terhadap WNI.