Lemak babi (lard) masuk peringkat delapan dalam sebuah model kecocokan gizi dengan skor 73. Angka itu bukan anjuran menambah porsinya. Skor tersebut hanya menjelaskan susunan zat gizi dalam basis data penelitian.
Studi yang terbit di PLOS ONE pada 2015 menyusun peringkat dari data zat gizi, bukan dari uji klinis jangka panjang. Porsi, cara memasak, label produk, dan pola makan harian tetap menentukan penilaian di meja makan.
Mengapa lemak babi masuk delapan besar?
Tim peneliti mengambil 1.068 bahan pangan mentah atau yang sedikit berubah dari basis data gizi Departemen Pertanian Amerika Serikat. Setelah data yang berulang disingkirkan, 654 bahan pangan dipakai untuk membentuk jaringan analisis.
Indikatornya bernama nutritional fitness (NF). Nilai itu menghitung seberapa sering suatu bahan muncul dalam kombinasi yang memenuhi batas bawah dan batas atas kebutuhan zat gizi. Model memakai data per 100 gram dan acuan asupan dari National Academy of Sciences Amerika Serikat.
BBC Future menempatkan almon di posisi pertama dengan skor 97 dan lemak babi di posisi kedelapan dengan skor 73. Halaman yang sama mencatat 632 kilokalori per 100 gram lemak babi. Skor dan angka energi itu menjelaskan isi basis data, bukan ukuran porsi untuk setiap orang.
Skor model bukan petunjuk jumlah makan
Model NF tidak mengikuti orang yang makan lemak babi untuk melihat kejadian penyakit jantung. Studi tersebut juga tidak menguji teknik menumis, menggoreng, atau memanggang yang lazim dalam rumah tangga.
Penulis studi menyebut pengaruh harga, musim, selera, budaya, cara bertani, dan pengolahan belum masuk ke dalam pemeringkatan. Karena itu, peringkat delapan berarti “menonjol dalam kondisi model”, bukan “lebih sehat daripada sayuran” atau “perlu dimakan lebih banyak”.
Perbandingan juga harus melihat keseluruhan hidangan. Satu sendok lemak babi tidak setara dengan 100 gram lemak babi pada tabel penelitian. Daging, santan, makanan goreng, dan minyak lain ikut menambah asupan energi serta lemak jenuh pada hari yang sama.
Lemak jenuh tetap perlu dibaca
Komposisi lemak babi memiliki ciri yang membuatnya muncul dalam model NF. Ciri itu tidak menghapus kandungan lemak jenuh. Produk yang berbeda bisa memakai bahan baku, proses pemurnian, dan ukuran sajian yang berbeda.
Kementerian Kesehatan menetapkan Pedoman Gizi Seimbang melalui Permenkes No. 41 Tahun 2014. Pedoman tersebut menempatkan keseimbangan porsi dan keragaman pangan sebagai kerangka, sehingga satu skor bahan pangan tidak cukup untuk menilai menu harian.
Untuk produk kemasan, baca energi, lemak total, lemak jenuh, dan ukuran sajian. Jangan membandingkan angka per sajian dari dua kemasan yang memakai ukuran sajian berbeda. Minyak yang dipakai berulang kali juga perlu dipisahkan dari pertanyaan tentang skor gizi karena pemanasan mengubah mutu minyak.
Bagaimana di Indonesia
Di Indonesia, lemak babi kemasan berada dalam tiga pemeriksaan yang berbeda: informasi gizi, status peredaran pangan, dan status halal. Ketiganya tidak boleh disatukan menjadi satu kesimpulan. Label gizi menjelaskan komposisi, izin edar menunjukkan pencatatan produk, sedangkan sertifikasi halal menjawab status proses dan bahan menurut skema jaminan produk halal.
Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan tercatat berstatus berlaku. Aturan itu mencabut Peraturan BPOM No. 26 Tahun 2021. Saat membeli minyak atau lemak olahan dalam kemasan, pembaca perlu memakai label produk yang diterima, bukan foto lama di toko daring.
BPOM menjelaskan bahwa format Informasi Nilai Gizi juga dipakai untuk contoh pangan seperti tepung dan minyak goreng. Periksa nama pangan, berat bersih, takaran saji, energi, lemak total, dan lemak jenuh. Jika satuan sajian berbeda, ubah perbandingan ke satu dasar yang sama sebelum menarik kesimpulan.
Untuk status peredaran, nama produk dan nomor izin edar perlu dicocokkan melalui layanan resmi BPOM. Harga tidak memiliki satu angka nasional yang bisa dipakai untuk semua lemak babi. Ongkos impor, ukuran kemasan, penjual, lokasi, dan penyimpanan bisa mengubah harga akhir. Karena itu, bandingkan harga pada hari pembelian dengan berat bersih dan tanggal kedaluwarsa yang tercetak.
Status halal memerlukan pemeriksaan tersendiri. BPJPH menyediakan pencarian sertifikat halal berdasarkan nama produk, pelaku usaha, atau nomor sertifikat. Tidak ditemukannya satu nama dalam hasil pencarian bukan dasar untuk menyatakan produk itu haram atau halal; periksa ejaan, nomor, kemasan, dan keterangan produsen.
BPJPH menyatakan kewajiban sertifikasi halal untuk sejumlah produk makanan dan minuman memasuki tahap penuh pada Oktober 2026. Jadwal dan kategori produk perlu dibaca bersama ketentuan yang berlaku saat transaksi. Lemak babi sebagai bahan atau produk olahan juga tidak boleh diberi klaim halal tanpa dasar sertifikasi yang bisa diperiksa.
Di pasar Indonesia, ketersediaan lemak babi bisa berbeda menurut kota, kanal penjualan, dan kebiasaan konsumsi setempat. Artikel ini tidak menetapkan harga, merek, atau toko tertentu. Pembaca yang memerlukan produk untuk resep perlu memeriksa komposisi, alergen, izin edar, tanggal kedaluwarsa, cara simpan, dan status halal pada kemasan yang benar-benar tersedia.
Mengembalikan peringkat ke dapur
Jika lemak babi dipakai untuk aroma, gunakan jumlah yang tercatat dalam resep dan hitung sebagai bagian dari total minyak harian. Jangan menaikkan jumlah hanya karena melihat peringkat delapan. Pilihan minyak juga perlu mengikuti bahan masakan, suhu, penyimpanan, dan pola makan keluarga.
Pedoman Gizi Seimbang Kemenkes mengarahkan pembacaan pangan sebagai bagian dari pola makan, bukan penilaian satu bahan secara terpisah. Tempe, tahu, ikan, telur, sayur, buah, dan sumber energi lain tetap masuk dalam susunan menu.
Orang yang sedang mengatur energi atau lemak jenuh perlu menghitung seluruh menu, bukan mengejar angka NF. Anak, ibu hamil, pasien penyakit kronis, dan pengguna obat rutin memerlukan pertimbangan tersendiri bila perubahan pola makan berkaitan dengan kondisi kesehatan.
Pertanyaan umum
Apakah peringkat delapan berarti lemak babi lebih sehat daripada sayuran?
Tidak. Peringkat itu membandingkan skor model dari komposisi zat gizi. Studi tersebut tidak menyusun urutan manfaat kesehatan menu matang atau hasil penyakit jangka panjang.
Apakah lemak babi boleh dimakan setiap hari?
Peringkat penelitian tidak memberi jumlah pribadi. Keputusan makan perlu melihat porsi, seluruh sumber lemak, label produk, dan keadaan kesehatan masing-masing.
Bagaimana memilih lemak babi kemasan di Indonesia?
Cocokkan label gizi, berat bersih, nomor izin edar, tanggal kedaluwarsa, komposisi, dan status halal melalui sumber resmi. Harga per kemasan saja tidak cukup untuk membandingkan produk.
Sumber dan rujukan
- Uncovering the Nutritional Landscape of Food(PLOS ONE)Studi 2015 tentang nutritional fitness, 1.068 bahan pangan awal, dan jaringan analisis 654 bahan pangan.
- The world’s most nutritious foods(BBC Future)Daftar skor dan keterangan kandungan gizi lemak babi yang dirujuk dalam artikel.
- Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang(Kementerian Kesehatan)Pedoman gizi seimbang yang tercatat berstatus berlaku pada JDIH Kemenkes.
- Peraturan BPOM No. 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan(Badan Pengawas Obat dan Makanan)Aturan label nilai gizi yang berstatus berlaku dan mencabut aturan tahun 2021.
- Informasi Nilai Gizi(Badan Pengawas Obat dan Makanan)Penjelasan format tabel Informasi Nilai Gizi, termasuk contoh untuk minyak goreng.
- Cek Produk Halal(Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal)Pencarian sertifikat halal berdasarkan nama produk, pelaku usaha, atau nomor sertifikat.
- Implementasi Wajib Halal adalah Bagian dari Upaya Mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo(Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal)Tahapan kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan, minuman, dan kategori terkait pada Oktober 2026.