Kacamata pintar berkamera tidak selalu tampak seperti perangkat perekam. Kamera dapat menyatu dengan bingkai, sedangkan pengguna tidak perlu mengangkat atau mengarahkan telepon. Kmart dan Target di Australia meluncurkan kacamata pintar Anko seharga A$89 dengan kamera foto 8 megapiksel dan video 1080p. Harga itu menurunkan hambatan untuk memiliki kamera wearable yang dipakai setinggi pandangan mata.

Harga murah memperluas pasar kamera wearable

SmartCompany melaporkan peluncuran perangkat tersebut pada 28 Juli 2026. Bentuknya menyerupai kacamata berbingkai tebal dan memuat fungsi perekaman serta pengenalan gambar berbasis AI. TechRadar kemudian melaporkan kacamata Anko seharga A$89 itu terjual habis di Australia. Permintaan tersebut menunjukkan bahwa kamera yang dikenakan di wajah bukan lagi produk khusus berharga tinggi.

Seorang remaja memakai kacamata pintar saat mencoba perangkat interaktif di pameran teknologi (ilustrasi)
Harga kacamata pintar yang turun memperluas akses konsumen terhadap kamera wearable. (ilustrasi)

Indikator rekaman sulit menjadi satu-satunya penanda

Telepon genggam biasanya perlu diangkat dan diarahkan saat merekam. Kacamata pintar mempertahankan posisi kamera mengikuti arah pandang pemakai, sehingga orang di sekitarnya lebih sulit mengenali proses perekaman. ABC News melaporkan kamera yang tidak mencolok membuat subjek bisa baru mengetahui rekaman setelah videonya dipublikasikan. Laporan itu juga menyebut kacamata Meta memakai lampu LED kecil ketika merekam, tetapi cara mengakali penanda tersebut beredar di internet.

Lampu pada bingkai hanya berguna jika terlihat dari posisi orang yang direkam. Cahaya terang, sudut pandang, ukuran indikator, dan modifikasi perangkat memengaruhi keterlihatannya. Spesifikasi resmi yang menjelaskan indikator pada model Anko belum kami temukan. Karena itu, keberadaan lampu pada produk pesaing tidak cukup untuk menyimpulkan rancangan atau tingkat perlindungan perangkat Anko.

Manfaat aksesibilitas dan risiko perekaman hadir bersamaan

Kamera pada kacamata juga memiliki fungsi aksesibilitas. ABC News mendokumentasikan pengguna tunanetra dan penyandang gangguan penglihatan yang memakai perangkat untuk membaca label, mengenali benda, serta meminta bantuan relawan jarak jauh. Kamera yang sama memungkinkan perekaman tanpa gerakan tangan yang jelas. Penilaian kebijakan perlu membedakan penggunaan untuk bantuan sehari-hari, dokumentasi biasa, pelecehan, dan publikasi tanpa persetujuan.

Riwayat Kmart memperkuat perhatian regulator terhadap teknologi visual di ruang konsumen, meski kasusnya berbeda. Office of the Australian Information Commissioner pada 2025 menyatakan pengumpulan data biometrik melalui pengenalan wajah di 28 toko Kmart tidak proporsional dan melanggar privasi. Putusan itu menyangkut sistem milik peritel, bukan kamera yang dibeli dan dioperasikan konsumen. Keduanya tetap memperlihatkan pentingnya pemberitahuan, persetujuan, tujuan pemrosesan, dan pembatasan pengumpulan data.

Konteks Indonesia bertumpu pada aturan pemrosesan data

UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mengatur hak subjek data serta kewajiban pengendali dan prosesor dalam pemrosesan data pribadi. Kerangka itu relevan ketika rekaman dipakai untuk mengidentifikasi seseorang, disimpan, dianalisis, atau disebarkan. Namun, penerapannya pada satu kejadian perekaman bergantung pada pelaku, tujuan, konteks, dan proses lanjutan terhadap gambar. Artikel ini tidak menyamakan hukum Indonesia dengan aturan Australia.

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi dari lembaga di Indonesia yang memberi panduan khusus tentang perekaman oleh kacamata pintar di ruang publik. Ketiadaan temuan tersebut bukan pernyataan bahwa aturan atau perkara terkait tidak ada. Informasi yang juga belum terverifikasi adalah desain indikator pada Anko serta metodologi angka 60 persen dan 43 persen dalam laporan sekunder tentang video pelecehan. Angka itu tidak dipakai sebagai dasar kesimpulan artikel.