Financial Times memperkirakan Amerika Serikat telah mengumpulkan sekitar US$13 miliar dari penjualan minyak Venezuela pada 2026. Angka itu bukan hasil rekonsiliasi yang diumumkan Departemen Keuangan Amerika Serikat. Perbedaan antara estimasi penjualan dan catatan penyaluran yang terbuka menjadi pusat tuntutan akuntabilitas di Kongres.
Washington mulai mengendalikan penjualan minyak setelah operasi militer Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolás Maduro pada 3 Januari 2026. Pemerintahan Donald Trump kemudian menyatakan pendapatan itu akan digunakan bagi kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat. Sampai awal Agustus, kami belum menemukan buku besar publik yang menunjukkan penerimaan, saldo, penerima, dan dasar setiap pencairan.
Dana Venezuela berada dalam pengawasan Amerika Serikat
Congressional Research Service mencatat penangkapan Maduro dan rencana awal penjualan 30 juta hingga 50 juta barel minyak Venezuela. Pada 9 Januari, Gedung Putih menerbitkan perintah untuk melindungi pendapatan tersebut dari penyitaan oleh kreditor. Gedung Putih menyebut dana itu sebagai milik berdaulat Venezuela yang ditahan dalam kustodi Amerika Serikat.
Penetapan status kepemilikan tidak menjawab bagaimana uang bergerak dari pembeli minyak ke penerima akhir. Estimasi Financial Times menggabungkan catatan pengapalan Kpler dengan perkiraan harga Argus. Karena kami belum menemukan rekonsiliasi resmi yang setara, angka US$13 miliar harus dibaca sebagai perhitungan media, bukan saldo pemerintah.
Rekening Qatar membuka pertanyaan tentang pengawasan
Surat anggota DPR Amerika Serikat Robert Garcia kepada Menteri Keuangan Scott Bessent mencatat penjualan awal senilai lebih dari US$500 juta dan penempatan sebagian dana di Qatar. Surat bertanggal 23 Februari itu meminta dasar hukum pengelolaan dana, peran Departemen Keuangan, serta alur uang dari penjualan hingga pencairan. Dokumen tersebut juga menyatakan Kongres belum memperoleh visibilitas memadai atas penggunaan akhir dana.
Pertanyaan kemudian meluas melampaui satu komite dan satu partai. Joaquin Castro dari Partai Demokrat menyoroti ketiadaan transparansi, sedangkan María Elvira Salazar dari Partai Republik meminta pengungkapan penuh aliran uang. Sikap keduanya menunjukkan bahwa perdebatan mencakup besarnya pendapatan, pihak pengawas, dan penerima manfaat.
Pemerintah mengatakan KPMG menjalankan audit berkelanjutan atas rekening terkait. Namun, kami belum menemukan laporan lengkap yang menjelaskan ruang lingkup pemeriksaan dan daftar pencairan. Tanpa dokumen tersebut, klaim bahwa setiap pengeluaran telah diperiksa belum bisa diuji secara mandiri.
Janji investasi juga belum menghasilkan kesepakatan baru
Akuntabilitas pendapatan berkaitan dengan janji memulihkan industri minyak Venezuela. Axios melaporkan belum ada kesepakatan perminyakan baru yang diselesaikan dengan perusahaan Amerika Serikat hampir delapan bulan setelah janji pembangunan kembali. Departemen Energi membantah kritik terhadap lambatnya proses dan menyatakan kesepakatan baru akan menyusul.
Bagi pembaca Indonesia, dokumen publik yang diperiksa untuk artikel ini tidak memuat angka pembanding dari lembaga Indonesia. Dokumen tersebut juga tidak menghitung dampak langsung pengelolaan pendapatan Venezuela terhadap harga energi atau kebijakan di Indonesia. Liputan ini karena itu terbatas pada mekanisme pengelolaan dana dan perdebatan pengawasan di Amerika Serikat.