Natto adalah kedelai fermentasi asal Jepang yang dibuat dengan bakteri Bacillus subtilis varian natto. Fermentasi menghasilkan nattokinase, enzim pemecah fibrin yang kemudian dipasarkan pula sebagai suplemen. Natto sebagai makanan dan kapsul nattokinase bukan intervensi yang sama karena kandungan serta komponen penyertanya berbeda.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan klaim suplemen harus objektif, lengkap, tidak menyesatkan, serta didukung bukti keamanan dan manfaat. Suplemen juga tidak ditujukan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Kerangka ini penting ketika hasil penelitian nattokinase dikaitkan dengan hipertensi.

Tekanan darah sangat tinggi dapat menjadi keadaan darurat

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut tekanan darah sekitar 180/120 mmHg atau lebih yang disertai nyeri dada, sesak napas, kebingungan, atau gangguan penglihatan memerlukan pertolongan segera. Sakit kepala berat, mual, muntah, dan irama jantung tidak normal juga termasuk tanda peringatan. Makanan atau suplemen tidak boleh menunda pemeriksaan pada keadaan tersebut.

Hipertensi sering tidak menimbulkan gejala, sehingga kesan tubuh terasa sehat tidak memastikan tekanan darah normal. WHO menegaskan bahwa pengukuran tekanan darah adalah cara untuk mendeteksi hipertensi. Penilaian tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk menilai risiko dan kondisi penyerta.

Penurunan kecil muncul dalam penelitian jangka pendek

Uji acak tersamar ganda pada 2008 merekrut 86 orang dengan prahipertensi atau hipertensi tingkat satu yang belum diobati. Sebanyak 73 peserta menyelesaikan intervensi delapan pekan. Dibandingkan plasebo, kelompok nattokinase mencatat penurunan bersih tekanan sistolik 5,55 mmHg dan diastolik 2,84 mmHg.

Meta-analisis 2023 atas enam uji acak dan 546 peserta menemukan penurunan rerata sistolik 3,45 mmHg serta diastolik 2,32 mmHg dibandingkan plasebo. Namun, penulis mencatat jumlah penelitian dan peserta masih kecil, sementara dosis serta kondisi kardiovaskular peserta beragam. Data yang terbatas juga menyulitkan penilaian heterogenitas dan bias publikasi.

Perbandingan penurunan tekanan darah dalam uji acak 2008 dan meta-analisis 2023 (ilustrasi)

Angka tersebut menunjukkan perubahan tekanan darah rata-rata, bukan kepastian manfaat pada setiap orang. Uji juga tidak dirancang untuk memastikan pencegahan serangan jantung, stroke, atau kematian. Kesimpulan mengenai pengobatan hipertensi tidak boleh bertumpu pada perubahan penanda antara semata.

Studi jangka panjang memberi hasil berbeda

Uji acak lain memantau 265 orang tanpa penyakit kardiovaskular klinis selama median tiga tahun. Peneliti tidak menemukan perbedaan bermakna pada perkembangan ketebalan dinding arteri karotis, kekakuan arteri, tekanan darah, atau hasil laboratorium. Pesertanya berisiko rendah, sehingga hasil itu tidak menjawab semua pertanyaan pada orang dengan hipertensi.

Perbedaan hasil jangka pendek dan jangka panjang membuat nattokinase belum layak diposisikan sebagai pengganti terapi standar. Meta-analisis menggabungkan populasi dan pola pemberian yang tidak seragam. Uji tambahan perlu menetapkan produk, peserta, pembanding, dan luaran klinis secara konsisten.

Mekanisme biologis bukan bukti manfaat klinis

Nattokinase diteliti karena aktivitas fibrinolitiknya, yaitu kemampuan memecah fibrin dalam kondisi laboratorium. Sebagian penelitian juga mengamati perubahan sistem renin-angiotensin, salah satu jalur pengaturan tekanan darah. Temuan mekanistik tidak memastikan bahwa enzim yang dikonsumsi memberi efek klinis yang sama di tubuh manusia.

Skema jalur renin-angiotensin dan lokasi enzim pengubah angiotensin (ilustrasi)

Natto mengandung protein, kedelai, dan vitamin K di samping nattokinase. Kapsul penelitian memakai ekstrak terukur dan tidak mewakili setiap produk komersial. Sebaliknya, hasil uji kapsul tidak membuktikan bahwa satu porsi natto menghasilkan penurunan tekanan darah yang sama.

Vitamin K perlu diperhitungkan pada pengguna warfarin

National Institutes of Health (NIH) mencatat natto mengandung menaquinone dalam jumlah tinggi, sedangkan vitamin K berinteraksi dengan warfarin dan antikoagulan sejenis. Pengguna obat tersebut perlu menjaga asupan vitamin K tetap konsisten karena perubahan mendadak mengubah efek antikoagulasi. Keputusan untuk menambah, mengurangi, atau menghentikan natto perlu dibahas dengan tenaga kesehatan yang mengelola obat.

Data uji yang dibahas berasal dari orang dewasa dan tidak menjadi dasar penggunaan pada anak atau ibu hamil. Pasien penyakit ginjal, hati, gangguan perdarahan, atau pengguna obat jangka panjang juga memiliki pertimbangan berbeda. Kelompok tersebut memerlukan penilaian klinis sebelum memakai suplemen nattokinase.

Bukti Indonesia masih belum tersedia dalam dokumen resmi

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan pedoman resmi Indonesia yang menempatkan nattokinase sebagai terapi hipertensi. Kami juga belum menemukan uji klinis pada populasi Indonesia yang menguji hasil kardiovaskular penting. Keterbatasan pencarian ini tidak membuktikan bahwa dokumen atau penelitian tersebut tidak ada.

Bukti yang tersedia menunjukkan sinyal kecil dan tidak konsisten pada tekanan darah. BPOM membedakan fungsi suplemen dari obat untuk mengobati penyakit, sedangkan terapi hipertensi ditentukan melalui penilaian klinis. Natto tetap dapat dibahas sebagai makanan, tetapi klaim tentang kapsul nattokinase harus dinilai sebagai klaim produk yang terpisah.