Lada hitam berasal dari buah Piper nigrum dan mengandung alkaloid bernama piperin. Senyawa ini memberi rasa pedas sekaligus menjadi bahan sejumlah suplemen pekat. Bumbu masak dan ekstrak piperin perlu dibedakan karena jumlah serta pola paparannya tidak sama.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menetapkan klaim suplemen harus objektif, lengkap, tidak menyesatkan, dan didukung bukti yang sahih. Klaim tersebut tidak boleh ditujukan untuk mencegah atau mengobati penyakit. Karena itu, temuan laboratorium tentang piperin tidak langsung menjadi dasar klaim penurunan berat badan.

Reaksi alergi berat memerlukan pertolongan segera

MedlinePlus mencantumkan sesak napas, bengkak pada wajah atau lidah, sulit menelan, pusing, dan pingsan sebagai tanda anafilaksis. Reaksi berat bisa berkembang cepat setelah makanan atau produk lain memicu alergi. Kondisi tersebut memerlukan layanan darurat dan tidak boleh ditunggu membaik dengan penanganan rumahan.

Keamanan bumbu dalam masakan tidak otomatis berlaku pada ekstrak pekat. Anak, ibu hamil atau menyusui, serta orang dengan penyakit hati atau ginjal mempunyai pertimbangan yang berbeda. Pengguna obat jangka panjang perlu membahas suplemen piperin dengan dokter atau apoteker sebelum memakainya.

Dua studi obesitas belum melibatkan manusia

Studi 2021 melaporkan piperin menekan penyerapan asam lemak pada model sel dan hewan. Peneliti mengamati penurunan ekspresi FABP2 dan CD36, dua gen yang berkaitan dengan penyerapan asam lemak. Mereka juga mencatat perbaikan kerusakan sambungan rapat pada sawar usus dalam model obesitas.

Rancangan itu menjelaskan kemungkinan mekanisme, bukan hasil pada orang yang berusaha menurunkan berat badan. Model sel tidak meniru seluruh proses pencernaan, hormon, pola makan, dan perilaku manusia. Temuan pada hewan juga memerlukan pengujian klinis sebelum dipakai untuk menyatakan manfaat terapi.

Studi 2022 memberi tiga tingkat dosis piperin kepada tikus jantan dengan obesitas akibat diet tinggi lemak selama delapan pekan. Pada dosis tertinggi, berat kelompok piperin turun 5,7 persen dibandingkan kelompok diet tinggi lemak. Peneliti juga mengamati perubahan glukosa, insulin, trigliserida, lemak hati, dan jalur pensinyalan metabolik.

Skema penelitian piperin pada penyerapan asam lemak dan sawar usus dalam model praklinis (ilustrasi)

Angka 5,7 persen tersebut adalah perbandingan antarkelompok tikus, bukan perkiraan hasil pada manusia. Pemberian ekstrak terukur melalui percobaan juga berbeda dari pemakaian lada sebagai bumbu. Dua studi itu tidak menetapkan dosis penurunan berat badan yang aman atau efektif bagi manusia.

Aktivitas biologis belum sama dengan manfaat klinis

Tinjauan 2021 menyebut lada hitam mengandung sekitar 2–7,4 persen piperin, dengan kadar yang bervariasi menurut tanamannya. Tinjauan itu merangkum aktivitas antioksidan, antiradang, antidiabetes, dan antiobesitas dalam percobaan in vitro serta in vivo. Daftar aktivitas tersebut tidak menunjukkan bahwa setiap efek sudah terbukti pada pasien.

Jumlah lada yang dipakai pada satu hidangan kecil dibandingkan bahan pekat dalam penelitian. Karena itu, kandungan per 100 gram tidak menggambarkan sumbangan gizi dari satu porsi masakan. Lada tetap berguna sebagai bumbu, tetapi tidak layak diposisikan sebagai sumber utama mineral atau terapi obesitas.

Peningkatan penyerapan bukan selalu keuntungan

Percobaan 1998 menilai penyerapan kurkumin pada tikus dan 10 pria sehat setelah penambahan piperin. Pada relawan, kadar kurkumin serum meningkat sesaat setelah kombinasi diberikan. Studi kecil itu mengukur farmakokinetik, bukan penurunan berat badan, perbaikan penyakit, atau keamanan jangka panjang.

Meningkatnya kadar suatu zat dalam darah tidak memastikan manfaat kesehatan yang lebih besar. Hasil tersebut juga tidak membuktikan bahwa menaburkan lada pada masakan kunyit menghasilkan efek serupa. Produk, jumlah bahan, dan cara pemberian dalam penelitian perlu diperhitungkan.

Penelitian laboratorium 2002 menemukan piperin menghambat P-glycoprotein dan CYP3A4 manusia. Keduanya berperan dalam pengangkutan serta metabolisme banyak obat. Namun, percobaan memakai lapisan sel dan mikrosom hati, sehingga belum menentukan besarnya interaksi pada setiap pasien.

Ringkasan perbedaan antara bukti praklinis piperin, uji penyerapan, dan risiko interaksi obat (ilustrasi)

Mekanisme yang meningkatkan paparan kurkumin juga berpotensi mengubah paparan obat tertentu. Risiko lebih relevan pada ekstrak pekat daripada penggunaan kuliner biasa, tetapi batasnya belum seragam untuk semua produk. Mengubah obat resep karena informasi tentang piperin dapat mengganggu terapi yang sedang berjalan.

Bukti Indonesia belum mendukung klaim penurunan berat badan

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan pedoman resmi Indonesia yang menganjurkan piperin untuk menurunkan berat badan. Kami juga belum menemukan uji klinis Indonesia yang menilai penurunan berat atau hasil kesehatan jangka panjang. Keterbatasan pencarian ini tidak membuktikan bahwa dokumen atau penelitian tersebut tidak ada.

Bukti yang tersedia memisahkan tiga persoalan: mekanisme pada hewan, perubahan penyerapan, dan manfaat kesehatan. Dua persoalan pertama sudah memiliki sinyal penelitian, sedangkan manfaat penurunan berat badan pada manusia belum dipastikan. Aturan BPOM menuntut klaim suplemen tetap sesuai bukti dan tidak berubah menjadi klaim pengobatan penyakit.