Rhodiola dan NRICM101 berada pada tingkat bukti yang berbeda ketika dikaitkan dengan COVID-19. Rhodiola belum memiliki uji manusia yang menunjukkan pencegahan atau pengobatan penyakit ini. NRICM101 sudah diteliti pada model hewan dan pasien rawat inap, tetapi rancangan yang tersedia belum memastikan hubungan sebab-akibat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut SARS-CoV-2 masih beredar sepanjang tahun dan COVID-19 tetap menjadi persoalan kesehatan masyarakat. WHO menempatkan vaksinasi sebagai langkah utama untuk menekan penyakit berat, terutama pada kelompok berisiko. Klaim terhadap produk herbal perlu dinilai terpisah dari bukti vaksin, obat antivirus, dan perawatan klinis.
Gejala berat memerlukan pertolongan segera
Kesulitan bernapas saat istirahat, kebingungan, penurunan kesadaran, serta nyeri atau tekanan dada menetap termasuk gejala yang memerlukan pertolongan medis segera. Kulit yang dingin dan lembap, tampak pucat atau kebiruan, serta kehilangan kemampuan bicara atau bergerak juga termasuk tanda berat. Penggunaan ramuan sambil menunggu gejala tersebut membaik berisiko menunda penilaian klinis.
Orang lanjut usia, ibu hamil, pasien dengan gangguan imunitas, dan orang dengan penyakit kronis memiliki pertimbangan yang berbeda. Anak juga tidak boleh menerima kesimpulan dosis atau keamanan dari studi orang dewasa. Penilaian dini menjadi penting karena pilihan terapi medis bergantung pada usia, tingkat keparahan, penyakit penyerta, dan obat yang sedang digunakan.
Rhodiola belum memiliki bukti manusia untuk COVID-19
Rhodiola adalah nama kelompok tanaman, sedangkan salidroside merupakan salah satu senyawa yang diteliti dari tanaman tersebut. Studi 2009 menemukan sinyal antivirus salidroside terhadap Coxsackievirus B3 dalam sel dan model tikus. Virus sasaran itu bukan SARS-CoV-2, sehingga hasilnya tidak menunjukkan pencegahan atau pengobatan COVID-19.
Perbedaan virus bukan rincian kecil dalam penilaian bukti. Coxsackievirus B3 tidak beramplop dan memiliki kapsid ikosahedral, sedangkan SARS-CoV-2 beramplop dengan nukleokapsid heliks. Jalur masuk ke sel, enzim replikasi, dan respons inang yang berbeda membatasi pemindahan hasil dari satu virus ke virus lain.
National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) menilai bukti rhodiola untuk tujuan kesehatan apa pun belum cukup andal. NCCIH mencatat pusing, sakit kepala, insomnia, mulut kering, atau produksi air liur berlebih sebagai efek samping yang mungkin muncul. Lembaga itu juga melaporkan interaksi dengan losartan serta keterbatasan data pada masa hamil dan menyusui.
Produk komersial tidak selalu memakai spesies, ekstrak, atau kadar senyawa yang sama dengan bahan penelitian. Hasil dari salidroside murni tidak mewakili setiap kapsul atau seduhan rhodiola. Klaim pencegahan COVID-19 membutuhkan uji pada manusia dengan infeksi sebagai luaran yang ditentukan sejak awal.
Model tikus NRICM101 menjelaskan mekanisme, bukan kemanjuran klinis
NRICM101 adalah formula khusus dalam pengobatan tradisional Tiongkok, bukan sebutan umum bagi seluruh ramuan untuk gangguan pernapasan. Studi 2023 melaporkan penurunan penanda radang dan kerusakan alveolus setelah NRICM101 diberikan kepada tikus K18-hACE2 yang dipapar protein spike S1. Peneliti juga menguji gangguan interaksi antara protein spike dan reseptor ACE2 di laboratorium.
Model tersebut memakai protein S1, bukan infeksi dengan virus SARS-CoV-2 utuh. Penulis menyatakan model itu meniru sebagian, tetapi tidak seluruh, patologi COVID-19. Karena itu, hasilnya belum menjawab apakah formula mencegah infeksi, mengurangi rawat inap, atau menurunkan kematian pada manusia.
Studi pasien memberi sinyal yang belum konsisten
Analisis retrospektif 2022 mengambil data 840 pasien dari sembilan rumah sakit, lalu mencocokkan 302 pasien untuk perbandingan NRICM101. Dalam kelompok hasil pencocokan, 151 pasien menerima NRICM101 bersama perawatan biasa dan 151 menerima perawatan biasa. Tidak ada kejadian intubasi atau masuk unit perawatan intensif pada kelompok NRICM101, dibandingkan 14 kejadian pada kelompok pembanding selama 30 hari.
Temuan tersebut menunjukkan hubungan statistik, bukan bukti bahwa formula menyebabkan perbedaan hasil. Pasien dan dokter menentukan penggunaan formula tanpa pengacakan, sehingga pilihan terapi dan faktor yang tidak tercatat masih berpotensi memengaruhi hasil. Studi juga berlangsung pada 2021, ketika varian, kekebalan populasi, dan tata laksana klinis berbeda dari kondisi sekarang.
Studi retrospektif 2024 terhadap 201 pasien tidak menemukan perbedaan bermakna pada kematian di rumah sakit, intubasi, waktu menuju intubasi, atau lama dukungan oksigen. Pada subkelompok yang sejak awal berstatus berat, kelompok NRICM101 memiliki masa rawat dan ventilasi mekanis lebih singkat. Risiko diare meningkat, sedangkan analisis subkelompok dan rancangan retrospektif membuat hasil itu masih membutuhkan konfirmasi.
Registrasi NCT06175468 mencatat uji fase III acak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo pada orang dewasa dengan gejala COVID-19 atau penyakit mirip influenza. Rancangan semacam ini lebih kuat untuk menilai kemanjuran dan keamanan daripada perbandingan retrospektif. Keberadaan registrasi tidak sama dengan hasil yang telah melewati telaah sejawat.
Bukti belum memastikan manfaat bagi pasien di Indonesia
Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi Indonesia tentang registrasi NRICM101 atau kedudukannya dalam pedoman klinis COVID-19. Kami juga belum menemukan dokumen resmi yang menetapkan status sertifikasi halal produk spesifik dengan formula tersebut. Kekosongan dokumen yang ditemukan tidak membuktikan bahwa produk pasti tidak terdaftar atau tidak bersertifikat.
Bukti yang tersedia menempatkan rhodiola di tingkat praklinis untuk virus lain dan NRICM101 pada rangkaian mekanisme, hewan, serta studi observasional. Tidak satu pun rangkaian itu membuktikan bahwa produk tersebut mencegah COVID-19 atau menggantikan terapi yang dipilih berdasarkan penilaian klinis. Kepastian lebih tinggi memerlukan hasil uji acak yang lengkap, produk terstandar, dan kajian regulator yang relevan dengan Indonesia.
Sumber dan rujukan
- Coronavirus disease (COVID-19)(World Health Organization)Gejala berat, kelompok berisiko, pencegahan, dan peran vaksinasi.
- Rhodiola: Usefulness and Safety(National Center for Complementary and Integrative Health)Ringkasan mutu bukti, efek samping, interaksi obat, kehamilan, dan menyusui.
- The in vitro and in vivo antiviral effects of salidroside from Rhodiola rosea L. against coxsackievirus B3(Phytomedicine / PubMed)Studi praklinis salidroside terhadap Coxsackievirus B3.
- NRICM101 ameliorates SARS-CoV-2-S1-induced pulmonary injury in K18-hACE2 mice model(Frontiers in Pharmacology / PubMed Central)Model tikus dengan cedera paru yang dipicu protein spike S1.
- Curbing COVID-19 progression and mortality with traditional Chinese medicine among hospitalized patients with COVID-19(Pharmacological Research / PubMed Central)Analisis retrospektif dengan pencocokan skor kecenderungan pada pasien rawat inap.
- The clinical application of traditional Chinese medicine NRICM101 in hospitalized patients with COVID-19(Expert Review of Anti-infective Therapy / NYCU Academic Hub)Studi retrospektif 201 pasien mengenai mortalitas, intubasi, lama rawat, ventilasi, dan diare.
- Evaluate the Efficacy and Safety of Formosa 1-Breath Free (NRICM101) in Subjects With the Symptoms of COVID-19 or Influenza-like Disease(ClinicalTrials.gov)Registrasi uji klinis fase III acak, tersamar ganda, dan terkontrol plasebo.