Utusan Khusus Australia untuk Memerangi Antisemitisme (Australia’s Special Envoy to Combat Antisemitism), Jillian Segal, bersaksi pada 30 Juli 2026. Kesaksian itu masuk dalam blok keenam Komisi Kerajaan tentang Antisemitisme dan Kohesi Sosial (Royal Commission on Antisemitism and Social Cohesion). Blok tersebut memeriksa panduan, pelatihan, dan kerangka respons di lembaga pemerintah, sektor kesehatan, sekolah, serta industri kreatif. Segal mendorong strategi pendidikan yang mencakup prasekolah, sekolah dasar dan menengah, universitas, serta lembaga pendidikan teknik dan lanjutan (Technical and Further Education, TAFE).

Pernyataan Segal adalah usulan seorang saksi, bukan putusan akhir komisi. Ia menempatkan pendidikan sebagai rangkaian intervensi, bukan satu mata pelajaran atau satu ceramah. Cakupannya meliputi pembekalan pembuat kebijakan, pelatihan kepala sekolah dan guru, serta materi untuk digunakan di kelas. Perbedaan status ini penting karena sebagian program baru berada pada tahap uji coba dan evaluasi.

Uji coba dimulai dari pelatihan guru dan materi kelas

UNESCO memulai uji coba enam bulan di 11 sekolah negeri New South Wales dan sembilan sekolah negeri Victoria pada Maret 2026. Materinya ditujukan bagi kelas 7–10, sementara uji terpisah untuk sekolah dasar direncanakan di Australia Selatan. Pemerintah federal telah menyediakan dana tambahan untuk memperluas program ke 200 sekolah. Rencana itu juga mencakup sekolah Katolik dan independen di sejumlah negara bagian.

Segal menyebut tanggapan awal sekolah positif, tetapi peserta uji coba bergabung secara sukarela. Sekolah juga kesulitan menyusun rencana internal untuk menangani antisemitisme dan meminta panduan lebih rinci. Evaluasi awal dijadwalkan pada Oktober 2026, sedangkan penilaian menyeluruh ditargetkan terbit pada Oktober 2027. Hasil jangka panjang terhadap sikap siswa karena itu belum tersedia.

Ruang sidang pemerintah dengan deretan meja dan kursi kosong (ilustrasi)

Pusat daring berisi 50 sumber, sementara kurikulum masih ditinjau

Pemerintah Australia meluncurkan Social Cohesion Education Hub pada 30 Juni 2026. Saat diluncurkan, pusat daring itu memuat 50 sumber yang sudah ada; sekitar separuh membahas antisemitisme. Isinya meliputi materi kelas dan perangkat pengembangan profesional bagi pendidik. Pemerintah mengalokasikan 6 juta dolar Australia selama lima tahun untuk membangun dan memelihara layanan tersebut.

Halaman resmi menyebut jangkauan pusat daring itu dari pendidikan anak usia dini sampai kelas 12. Seruan Segal untuk universitas dan TAFE melampaui cakupan layanan yang dijelaskan saat peluncuran. Otoritas Kurikulum, Asesmen, dan Pelaporan Australia (Australian Curriculum, Assessment and Reporting Authority, ACARA) masih meninjau kurikulum sekolah. Peninjauan itu mencari ruang untuk memperkuat materi antisemitisme dan nilai-nilai Australia.

Jangkauan program belum menjadi ukuran dampak

Mike Zervos, kepala eksekutif Courage to Care Victoria, juga memberikan kesaksian pada hari yang sama. Ia menyatakan program Upstander milik organisasinya telah menjangkau lebih dari 500.000 siswa secara nasional sejak didirikan. Angka itu adalah jangkauan kumulatif program organisasi masyarakat, bukan jumlah peserta uji coba UNESCO atau pusat daring pemerintah. Transkrip tidak memberikan ukuran hasil yang seragam untuk membandingkan ketiga inisiatif tersebut.

Segal juga mengingat pertemuannya dengan ratusan guru dalam kegiatan Gandel Foundation. Menurut kesaksiannya, guru kesulitan menjawab pertanyaan siswa tentang Holokaus dan kaitannya dengan antisemitisme masa kini. Ia mengatakan program UNESCO berfokus membekali guru dengan pengetahuan, kepercayaan diri, dan materi kelas. Profesor emerita Suzanne Rutland menambahkan bahwa pendidikan Holokaus memerlukan pengembangan profesional guru dan bukan solusi tunggal.

Indonesia memakai kerangka yang lebih umum

Indonesia menempatkan persoalan serupa dalam kerangka sekolah aman, toleransi, dan pencegahan diskriminasi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebut Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026 menekankan pencegahan perundungan dan kekerasan melalui pengelolaan yang humanis, partisipatif, serta inklusif. Dokumen itu membahas kebijakan umum lingkungan sekolah, bukan program pendidikan khusus antisemitisme. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi dari lembaga di Indonesia yang memuat kurikulum khusus dengan ukuran sebanding.

Angka Australia juga memakai satuan yang berbeda. Target 200 merujuk pada sekolah dalam perluasan uji coba, sedangkan 500.000 adalah akumulasi siswa yang dijangkau Courage to Care. Dokumen Indonesia yang kami periksa menjelaskan cakupan kebijakan, bukan jumlah peserta program khusus atau perubahan sikap siswa. Karena itu, ketiga angka tersebut tidak layak dipakai untuk membandingkan efektivitas antarnegara.

Laporan akhir akan menentukan status rekomendasi

Serangan teroris antisemit di Bondi Beach pada 14 Desember 2025 menjadi latar pembentukan komisi. Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut serangan terhadap perayaan Hanukkah itu menewaskan 15 orang dan menjadi serangan teroris paling mematikan di Australia. Surat paten tertanggal 9 Januari 2026 menunjuk mantan hakim Pengadilan Tinggi Virginia Bell sebagai komisaris dan menetapkan laporan akhir pada 14 Desember 2026. Sampai laporan itu diterbitkan, kesaksian Segal tetap menjadi salah satu bahan pemeriksaan, bukan keputusan komisi.