Seorang pria Afghanistan berusia 26 tahun ditahan di Athena sambil menunggu persidangan atas kematian Elisabeth Jane Ross. Pekerja kemanusiaan asal Skotlandia itu ditemukan dalam koper di sebuah bangunan terbengkalai di distrik Kypseli. Hakim investigasi memerintahkan penahanan setelah pemeriksaan hampir tiga jam pada 6 Agustus 2026. Penahanan tersebut belum menentukan apakah tersangka bersalah.

Tersangka menghadapi dakwaan pembunuhan berencana setelah sebelumnya ditahan terkait kepemilikan senjata. Polisi juga menduga ia mengambil lebih dari 10.000 euro dari rekening Ross memakai kartu bank korban. Ia mengakui memindahkan jenazah, tetapi membantah tuduhan pembunuhan. Berkas dakwaan dan pembelaan lengkap belum tersedia untuk publik.

Rekaman kamera mengarahkan penyelidikan

Polisi menahan tersangka setelah memeriksa rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi penemuan jenazah. Rekaman itu memperlihatkan seorang pria mendorong koper besar berwarna gelap. AP melaporkan bahwa tersangka berstatus penerima suaka dan rincian tentang karier tinjunya belum dikonfirmasi secara resmi. Hukum pelindungan data Yunani membatasi penyebutan nama tersangka tanpa persetujuan.

Cakrawala kota Edinburgh di Skotlandia (ilustrasi)

Jejak terakhir Ross dan identifikasi jenazah

Ross berusia 38 tahun dan berasal dari Skotlandia. Polisi menyatakan ia tiba di Yunani dari Edinburgh pada 26 Juni dan terakhir terlihat oleh teman-temannya pada 15 Juli. Seorang tunawisma menemukan jenazahnya pada 18 Juli di bangunan terbengkalai. Identitas Ross kemudian dipastikan melalui sidik jari dan data biometrik dari otoritas Amerika Serikat dengan bantuan Interpol.

Penyidik juga menelusuri penggunaan telepon Ross setelah ia tidak lagi terlihat. Catatan telepon menunjukkan seseorang diduga mengirim pesan kepada ayah Ross dengan menyamar sebagai korban. Polisi Skotlandia dan lembaga penegak hukum Inggris, Amerika Serikat, serta Interpol membantu penyelidikan Yunani. Kementerian Luar Negeri Inggris memberikan bantuan konsuler kepada keluarga Ross.

Penyebab kematian belum dipastikan

Pemeriksaan awal mengarah pada dugaan bahwa Ross meninggal akibat mati lemas. Namun, otoritas masih menunggu hasil analisis jaringan tubuh untuk mengonfirmasi penyebab kematian. Kondisi jenazah yang telah membusuk membatasi temuan autopsi awal. Dugaan mengenai penyebab kematian tetap harus dibedakan dari kesimpulan pengadilan.

Belum ada keterangan resmi dari Indonesia

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan keterangan resmi lembaga Indonesia mengenai perkara ini atau keterlibatan warga negara Indonesia. Informasi yang tersedia berpusat pada penyelidikan Yunani serta bantuan dari Inggris dan Amerika Serikat. Karena itu, perkara ini tidak memiliki dimensi Indonesia yang telah terkonfirmasi. Perkembangan berikutnya bergantung pada berkas pengadilan dan hasil pemeriksaan forensik.