Kuba mengalami enam pemadaman listrik nasional sepanjang 2026 hingga awal Agustus. Dua keruntuhan jaringan terjadi pada Maret, tiga pada Juli, dan satu lagi pada awal Agustus. Associated Press mencatat pemadaman bergilir telah berlangsung lebih dari 20 jam sehari. Gangguan berulang itu membuat warga Havana sulit merencanakan kegiatan dasar.

Jadwal pemadaman sebelumnya memberi kepastian meski listrik terputus selama dua atau tiga jam. Gangguan kini berlangsung 12 jam, 30 jam, atau lebih, sedangkan listrik kadang hanya menyala beberapa menit. Pasokan bisa kembali pada pukul 03.00, ketika sebagian besar warga biasanya tidur. Keluarga lalu memasak, mencuci, memompa air, dan mengisi daya perangkat dalam waktu singkat.

Kelangkaan bahan bakar bertemu jaringan yang menua

Kuba mengandalkan minyak untuk sebagian besar pembangkitan listriknya. Pasokan semakin terbatas setelah Amerika Serikat memperketat tekanan terhadap negara yang menjual atau mengirim minyak ke Kuba. Pengiriman penting dari Venezuela terhenti setelah penangkapan Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat pada Januari 2026. Kekurangan bahan bakar menurunkan kemampuan pembangkit menjaga pasokan tetap stabil.

Krisis tidak bermula dari satu kebijakan atau satu kerusakan. AP mengaitkan memburuknya pemadaman dengan jaringan yang rapuh, sanksi Amerika Serikat selama puluhan tahun, dan kegagalan reformasi ekonomi Kuba. Pembangkit serta saluran yang menua memerlukan perawatan dan suku cadang saat bahan bakar juga menipis. Gabungan kendala itu membuat satu gangguan pembangkitan lebih mudah menjalar ke seluruh sistem.

Jalan yang hanya diterangi cahaya lilin pada malam hari (ilustrasi)

Air, transportasi, dan pangan ikut terganggu

Pemadaman menghentikan pompa yang mengalirkan air ke tangki rumah. Angkutan umum di Havana juga nyaris berhenti karena kelangkaan bahan bakar. Rumah sakit memasang panel surya agar layanan penting tetap memiliki penerangan. Keterbatasan daya sekaligus mempersempit pilihan layanan ketika jaringan kembali terputus.

Pariwisata, kegiatan budaya, dan penerbangan ikut menyusut. Kekurangan obat memburuk, sedangkan makanan rusak ketika lemari pendingin berhenti terlalu lama. Inflasi dan pelemahan peso Kuba menambah beban karena keluarga kesulitan mengganti bahan pangan yang terbuang. Dampak listrik dengan demikian meluas ke pendapatan, mobilitas, air, dan layanan publik.

Warga memusatkan kegiatan pada jeda listrik

Sebagian keluarga membeli generator kecil, panel surya, kipas isi ulang, dan kendaraan bertenaga surya. Bahan bakar generator tetap terbatas sehingga perangkat itu hanya dipakai beberapa jam. Warga lain kembali memasak dengan tungku kayu dan menampung air dalam botol. Pilihan tersebut membantu kebutuhan sementara, tetapi tidak menggantikan pasokan jaringan.

Protes warga muncul di sejumlah wilayah, terutama Havana, setelah listrik padam lebih dari 48 jam. Warga memukul panci dan membakar tumpukan sampah di sudut jalan. Durasi gangguan berbeda antarkawasan, sehingga pengalaman itu tidak berlaku merata di seluruh negeri. Belum ada jadwal pemulihan yang menjamin listrik kembali stabil.