Bom meledak di dekat restoran Balzi Rossi di Lapangan Kudrinskaya, pusat Moskwa, pada Sabtu malam, 1 Agustus 2026. Otoritas Rusia melaporkan tiga orang tewas dan 21 lainnya terluka. Polisi mula-mula melaporkan 15 korban luka sebelum angka itu bertambah. Identitas korban, motif, dan pihak yang merencanakan serangan belum diumumkan.

Lokasi ledakan berada di lantai dasar salah satu dari tujuh gedung pencakar langit era Stalin di Moskwa. Restoran tersebut tutup untuk acara pribadi pada hari kejadian. Laporan pemantau di Telegram menyebut ada pesta ulang tahun seorang jenderal, tetapi klaim itu belum diverifikasi secara independen. Otoritas Rusia juga belum mengonfirmasi bahwa seorang pejabat militer berada di lokasi.

Perempuan pembawa bom dihentikan petugas keamanan

Komite Antiterorisme Nasional Rusia menyatakan seorang perempuan membawa alat peledak rakitan dan dihentikan petugas keamanan ketika mencoba masuk. Bom kemudian meledak di dekat restoran. Tiga korban tewas adalah perempuan tersebut, petugas keamanan yang menghentikannya, dan seorang pelanggan. Al Jazeera menyatakan rincian itu belum bisa diverifikasi secara independen.

Kementerian Dalam Negeri Rusia mencatat ledakan terjadi sekitar pukul 20.00 waktu Moskwa. Aparat bersenjata menutup akses ke restoran, sedangkan petugas pemadam dan layanan darurat mendatangi lokasi. Lalu lintas di sekitar lapangan sempat dihentikan. Pintu masuk stasiun metro Barrikadnaya juga ditutup sementara.

Garis polisi dan kendaraan darurat di lokasi pada malam hari (ilustrasi)
Garis polisi dan kendaraan darurat di sekitar lokasi kejadian (ilustrasi). Photo by cottonbro studio on Pexels

Penyelidikan belum mengungkap pelaku dan motif

Wali Kota Moskwa Sergei Sobyanin menyebut ledakan itu “tindakan teroris yang brutal” tanpa menunjuk pelaku. Komite Investigasi Moskwa mengatakan perkara tersebut masih diselidiki. Sampai 2 Agustus, belum ada kelompok atau individu yang mengaku bertanggung jawab. Kondisi ini membatasi kesimpulan mengenai sasaran dan tujuan serangan.

Serangan terhadap tokoh militer Rusia sejak 2022 menjadi latar bagi spekulasi tentang ledakan tersebut. Sejumlah perwira dan pendukung perang pernah tewas atau terluka akibat bom di Rusia. Di antaranya adalah Letnan Jenderal Igor Kirillov, yang tewas akibat bom pada skuter di Moskwa pada Desember 2024. Rusia juga menyalahkan Ukraina atas kematian Jenderal Yaroslav Moskalik dalam bom mobil pada April 2025.

Klaim sasaran militer belum terbukti

Riwayat serangan sebelumnya tidak membuktikan hubungan antara bom di restoran dan Ukraina. Kehadiran seorang jenderal di acara pribadi pun masih berupa laporan yang belum dikonfirmasi. Belum diketahui apakah perempuan pembawa bom memahami isi perangkat atau bekerja bersama pihak lain. Penyelidik juga belum menjelaskan apakah bom diledakkan oleh pembawanya atau dari jarak jauh.

Informasi yang sudah terkonfirmasi terbatas pada lokasi, jenis perangkat, dan angka korban awal. Kesimpulan bahwa bom sengaja menyasar pejabat militer memerlukan bukti tentang pemilihan lokasi, perencanaan, dan pelaku. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan keterangan resmi pemerintah Indonesia mengenai ada atau tidaknya warga negara Indonesia di antara korban. Pembaruan resmi dari penyelidik Rusia tetap menjadi dasar untuk menilai motif serangan.