Kapal penumpang Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada 2 Agustus 2026. Kapal sedang berlayar dari Surabaya menuju Makassar ketika api muncul antara pukul 06.00 dan 07.00 WIB. Manifes awal mencatat 232 penumpang dan 39 awak, atau 271 orang. Insiden itu menewaskan sedikitnya lima orang.
Laporan pada Minggu sore menyebut 225 orang telah diselamatkan dan 41 orang belum diketahui keberadaannya. Angka itu berubah pada keesokan harinya. Petugas pada 3 Agustus melaporkan 229 orang selamat, sementara jumlah orang hilang belum pasti karena orang di kapal diduga lebih banyak daripada manifes. Keluarga korban dan penyintas dimintai keterangan untuk mencocokkan data.
Kebakaran terjadi di utara Pulau Buruan Sapudi
Operator PT Atosim Lampung Pelayaran melaporkan kebakaran kepada Kantor SAR Surabaya sekitar satu jam setelah api muncul. Kontak dengan kapal kemudian terputus. Lokasi kapal ditentukan sekitar 19 mil laut atau 35 kilometer di utara Pulau Buruan Sapudi. Kapal kargo Meratus Project 3 membantu memastikan posisi, tetapi tidak mendekat karena membawa muatan mudah terbakar.
Rekaman dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperlihatkan asap hitam tebal keluar dari kapal. Penumpang berjaket pelampung berkumpul di geladak, sedangkan sebagian orang melompat ke laut. Kapal tunda dan kapal yang melintas mulai mengevakuasi penumpang sebelum pukul 10.00 WIB. Basarnas juga mengirim kapal penyelamat dari Surabaya.
Gelombang tinggi membatasi pengerahan tim SAR
Perjalanan kapal penyelamat dari Surabaya diperkirakan memakan waktu sekitar enam jam. Perahu karet berlambung kaku dari pos SAR Sumenep sempat bergerak menuju lokasi. Perahu itu kembali ke darat karena gelombang tinggi dan kondisi laut yang buruk. TNI Angkatan Laut kemudian mengerahkan kapal untuk mendukung pencarian.
Kapal tersebut juga mengangkut 180 kendaraan, terutama truk, serta sebuah ekskavator. Seorang penyintas, Ahmad Abdul Karim, mengatakan api tampak bermula dari sebuah truk di geladak kendaraan bawah. Ia juga menyebut kobaran menyebar cepat karena angin. Kesaksian itu belum menetapkan penyebab kebakaran.
Manifes menentukan luas pencarian
Perbedaan antara manifes dan orang yang ditemukan bukan sekadar masalah administrasi. Koordinator misi SAR Nanang Sigit mengatakan selisih data dapat menyulitkan petugas menentukan jumlah orang yang masih dicari. Angka 41 orang hilang karena itu hanya menggambarkan laporan awal pada 2 Agustus. Pembaruan berikutnya tidak lagi menyebut jumlah pasti.
Mutiara Sentosa 2 dibangun di Jepang pada 1992 dan dijual ke Indonesia pada 2015. Kapal sepanjang 160 meter itu melayani rute Surabaya–Makassar yang biasanya ditempuh sekitar 40 jam. Kapasitas teknis yang dilaporkan mencapai 689 penumpang, 49 awak, dan 181 kendaraan. Data kapasitas tersebut tidak menyelesaikan selisih identitas orang yang berada di kapal.
Penyebab kebakaran belum ditetapkan
Penyelidikan belum menyimpulkan sumber api, kondisi teknis kapal, atau tindakan awak. Tidak ada dasar untuk menyatakan kapal kelebihan muatan hanya dari selisih manifes. Kapasitas kapal dan ketepatan daftar orang di atas kapal adalah dua persoalan berbeda. Penilaian terhadap operator juga harus menunggu hasil penyelidikan kecelakaan.
Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah KM Nurul Salsa tenggelam di perairan Kepulauan Selayar pada Juli 2026. Basarnas menutup operasi KM Nurul Salsa dengan catatan 58 orang selamat, empat meninggal, dan 14 masih dicari. Kedua kecelakaan melibatkan kapal dan operator berbeda. Kasus Selayar hanya menunjukkan beban operasi SAR laut, bukan penyebab kebakaran Mutiara Sentosa 2.
Laporan internasional kerap mengaitkan kecelakaan feri di Indonesia dengan lemahnya penegakan keselamatan dan cuaca yang sulit diprediksi. Latar itu belum membuktikan pelanggaran tertentu dalam kejadian ini. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi lembaga Indonesia yang memuat angka final korban dan hasil penyelidikan. Kesimpulan tentang standar kapal harus menunggu temuan penyidik.
Sumber dan rujukan
- A blaze engulfs an Indonesian passenger ferry off Java, leaving at least 5 dead and dozens missing(Associated Press)
- Number of people missing unknown after Indonesian ferry fire that killed 5, rescuers say(Associated Press)
- At least five dead, 41 missing after ferry catches fire off Indonesia(Al Jazeera)
- Operasi SAR KM Nurul Salsa Resmi Ditutup, Basarnas: Pencarian Sudah Maksimal(RRI)