Serangan pesawat nirawak menghantam Nizhnekamsk, pusat industri minyak di Tatarstan, Rusia tengah, pada 10 Agustus 2026. Otoritas setempat melaporkan 13 orang tewas dan sedikitnya 75 orang terluka. Seorang anak termasuk korban meninggal. Tatarstan menetapkan hari itu sebagai hari berkabung.

Nizhnekamsk terletak sekitar 1.200 kilometer di sebelah timur perbatasan Ukraina dan berpenduduk sekitar 240.000 orang. Kota ini menampung dua kilang minyak dan satu pabrik petrokimia. Lokasinya jauh dari garis depan, sementara pesawat nirawak Ukraina kini menjangkau wilayah Rusia hingga Siberia. Jarak tersebut tidak menjelaskan bagaimana tiap pesawat mencapai lokasi yang terkena serangan.

Sembilan korban tewas berada di penginapan

Sembilan dari 13 korban tewas berada di sebuah penginapan yang terkena salah satu pesawat nirawak. Korban mencakup warga Uzbekistan dan Kirgizstan. Kantor konsuler Uzbekistan di Tatarstan mengonfirmasi tujuh warganya meninggal. AP menyatakan klaim kedua pihak belum diverifikasi secara independen.

Jumlah korban luka belum sepenuhnya seragam dalam laporan yang sama. Bagian pembuka AP menyebut 78 orang terluka, sedangkan keterangan layanan pers Tatarstan menyebut 75. Karena itu, laporan ini memakai frasa “sedikitnya 75 orang” sambil menunggu angka resmi yang konsisten. Daftar korban menurut kewarganegaraan juga belum diterbitkan secara lengkap.

Asap tebal membubung dari kawasan industri yang terbakar (ilustrasi)

Ukraina menyatakan pasukannya menyerang kilang Taneco

Staf Umum Ukraina menyatakan pasukannya menyerang kilang Taneco dan memicu kebakaran. Pejabat Rusia tidak menjelaskan sasaran pesawat nirawak atau tingkat kerusakan kilang. Nizhnekamsk juga memiliki kilang lain dan sebuah pabrik petrokimia. Belum ada data terbuka tentang penghentian operasi atau dampaknya terhadap pasokan bahan bakar.

AP melaporkan serangan jarak jauh Ukraina yang hampir setiap hari menyasar fasilitas minyak telah mengurangi kapasitas pengolahan dan memicu kekurangan bahan bakar Rusia. Kyiv mengatakan serangan lintas batas itu bertujuan mendorong Rusia kembali ke meja perundingan. Penilaian atas hasil strategisnya tetap bergantung pada kerusakan dan lama perbaikan setiap fasilitas.

Kyiv dan Moskwa memberi tafsir berlawanan

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan itu sebagai balasan yang sepenuhnya beralasan. Ia mengatakan perang akan makin terasa di Rusia selama Moskwa menolak mengakhirinya. Kementerian Luar Negeri Rusia meminta pemerintah dan organisasi internasional mengecam serangan Ukraina. Kedua pernyataan itu mencerminkan posisi pihak yang berperang, bukan temuan independen.

Belum ada bukti terbuka yang menjelaskan lintasan pesawat nirawak hingga mengenai penginapan. Sumber yang diperiksa juga tidak memuat jumlah pesawat yang diluncurkan, dicegat, atau mencapai sasaran. Pemerintah Rusia belum merinci kerusakan Taneco maupun lama gangguan operasinya. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan keterangan resmi pemerintah Indonesia mengenai WNI di antara korban.