Media negara Korea Utara menempatkan makanan tradisional dalam liputan gelombang panas yang melanda Semenanjung Korea. Rodong Sinmun mengutip Min Son Yong, wakil direktur bagian penyakit dalam Rumah Sakit Umum Pyongyang, tentang pangan untuk menghadapi cuaca panas. Ia menyebut sup daging anjing dan bubur ikan sebagai sumber protein selama periode tersebut. Otoritas juga menerbitkan peringatan cuaca dan pesan keselamatan.
Televisi negara Korea Utara melaporkan suhu Pyongyang mencapai 36,7 derajat Celsius. Siaran itu menyebut angka tersebut sebagai rekor tertinggi sejak pengamatan cuaca nasional dimulai. Klaim tersebut belum disertai keterangan terbuka tentang cakupan stasiun atau panjang rangkaian datanya. Laporan yang tersedia juga tidak memuat jumlah kematian dan pasien akibat panas di Korea Utara.
Sup daging anjing ditempatkan sebagai pangan penambah stamina
Associated Press melaporkan Min menyarankan sup daging anjing dan bubur ikan untuk menambah protein selama gelombang panas. Ia juga menyebut semangka, mentimun, tomat, kacang hijau, dan jahe sebagai pangan yang dianggap menyejukkan tubuh. Di Korea Utara, daging anjing lazim disebut dangogi, atau “daging manis”. Hidangan itu secara tradisional dikonsumsi pada bagian terpanas musim panas.
Tradisi tersebut terkait dengan sambok, tiga hari yang dianggap paling panas dalam kalender musim panas Korea. Peliputan Korea Utara setidaknya sejak 2013 telah menempatkan sup daging anjing dan samgyetang sebagai makanan pemulih stamina pada masa sambok. Dalam liputan terbaru, Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) kembali menyoroti samgyetang, sup ayam ginseng berisi beras ketan dan kurma merah. Namun, laporan media negara itu tidak menyertakan studi yang menguji kemampuan hidangan tertentu mencegah gangguan kesehatan akibat panas.
Data dampak di kedua Korea tidak setara
AP mencatat sekitar 2.220 kasus gangguan kesehatan akibat panas dan 19 kematian di Korea Selatan sejak pertengahan Mei. Angka itu bersumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korea Selatan, dalam laporan AP pada 5 Agustus 2026. Pada 2 Agustus, Yangsan mencapai 42,5 derajat Celsius, tertinggi sejak pengamatan cuaca Korea dimulai pada 1904. Presiden Lee Jae Myung meminta pejabat memperlakukan gelombang panas itu sebagai bencana nasional.
Korea Utara tidak menyajikan kumpulan data sebanding dalam laporan yang tersedia. Tanpa jumlah pasien, kematian, atau wilayah terdampak, tingkat risikonya tidak bisa dihitung dari tayangan makanan dan peringatan keselamatan. Angka 36,7 derajat Celsius juga hanya menggambarkan klaim rekor suhu, bukan dampak kesehatan penduduk. Perbedaan keterbukaan data membatasi perbandingan langsung antara kedua negara.
Pesan keselamatan berdampingan dengan citra Kim Jong Un
Televisi negara juga menayangkan pesan tentang kebutuhan cairan, keselamatan berenang, dan risiko olahraga di luar ruang. Rangkaian itu disertai kilas balik kegiatan Kim Jong Un saat cuaca panas. Media negara mengulang kunjungannya ke lokasi konstruksi pada 2013, ketika pakaiannya disebut basah oleh keringat. Tayangan lain merujuk perjalanan Kim ke pegunungan pada 2018 untuk mencari lokasi resor air panas.
Penyusunan materi tersebut menghubungkan panduan sehari-hari dengan gambaran pemimpin yang tetap bekerja dalam cuaca berat. Itu adalah pola komunikasi media negara, bukan bukti tentang hasil kebijakan atau pengalaman seluruh warga. Tidak tersedia survei terbuka untuk mengukur penerimaan masyarakat terhadap anjuran pangan itu. Reaksi warga di luar lokasi yang ditampilkan media juga belum diketahui.
Batas kesimpulan dari laporan terbuka
Dua hal bisa dipastikan dari laporan terbuka: Korea Utara mengeluarkan peringatan panas dan media negaranya mempromosikan makanan tradisional. Besarnya dampak kesehatan di Korea Utara, validitas klaim rekor nasional, dan jangkauan anjuran tersebut masih belum bisa diverifikasi secara independen. Data Korea Selatan memberi gambaran tingkat bahaya di semenanjung, tetapi tidak boleh dipakai sebagai perkiraan otomatis untuk Korea Utara. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi dari lembaga di Indonesia yang memuat angka pembanding untuk kasus ini.
Sumber dan rujukan
- Korean Peninsula and Japan bake under record heat wave(Associated Press)
- How to survive a heatwave, North Korea style(The Guardian)