Pekerja perusahaan pendakian melihat lima jenazah di dekat Yalung Ri pada 5 Agustus 2026. Kelima jenazah itu diduga adalah tiga pendaki asing dan dua pemandu gunung asal Nepal yang hilang setelah longsoran 3 November 2025. Cuaca buruk masih menghalangi tim mencapai lokasi, sehingga identitas resmi dan jadwal evakuasi belum ditetapkan.

Yalung Ri, setinggi 5.630 meter, terletak di Lembah Rolwaling, Distrik Dolakha, timur laut Nepal. Longsoran menimpa rombongan 15 orang sekitar pukul 08.30 waktu setempat pada 3 November 2025. Rombongan itu terdiri atas lima pendaki asing dan 10 tenaga pendukung pendakian asal Nepal. Polisi setempat saat itu menyatakan tujuh orang tewas, sedangkan cuaca buruk membatasi penerbangan helikopter dan akses darat.

Pencarian dihentikan setelah salju mengeras

Dua jenazah, milik pendaki Italia Paolo Cocco dan warga Prancis Christian Andre Manfredi, telah diterbangkan ke Kathmandu pada November 2025. Lima korban lain tetap tertimbun: Marco Di Marcello, Markus Kirchler, Jakob Schreiber, Padam Tamang, dan Mere Karki. Tim ahli menggali beberapa meter tetapi hanya menemukan perlengkapan pendakian. Pada 7 November, salju yang mengeras menghentikan penggalian lanjutan. Tim lalu menghentikan operasi dan menyatakan pencarian bisa dilanjutkan pada Juni atau Juli setelah es mencair.

Rombongan pendaki bergerak di lereng bersalju pada pegunungan tinggi (ilustrasi)

Pencairan musim panas menyingkap lokasi

Reuters melaporkan bahwa staf perusahaan pendakian melihat lima jenazah pada 5 Agustus 2026. Menurut tim penyelamat, salju musim panas yang mencair menyingkap jenazah yang sebelumnya tertutup. Phurba Tenjing Sherpa dari Dreamers' Destination mengatakan tim tertahan cuaca buruk di Bhangar Khola. Kondisi itu berarti temuan visual belum berubah menjadi pemulihan jenazah.

Belum ada pencocokan identitas resmi ketika Reuters menerbitkan laporannya pada 7 Agustus. Pemerintah setempat juga belum memastikan bahwa jenazah tersebut adalah lima korban yang dicari sejak November. Informasi tentang identitas dan kewarganegaraan kelima jenazah tetap bersifat sementara sampai pemeriksaan resmi selesai.

Jeda sembilan bulan mencerminkan hambatan operasi

Selang waktu pada kasus ini tidak berarti pencarian berlangsung terus-menerus selama sembilan bulan. Pencarian pada November berhenti karena salju mengeras, sedangkan akses pada Agustus kembali tertunda oleh cuaca buruk. Pencairan salju membuka lokasi, tetapi tidak menjamin helikopter bisa terbang atau tim darat aman mendekat. Karena itu, “terlihat”, “dijangkau”, “diidentifikasi”, dan “dipulangkan” menggambarkan empat tahap yang berbeda.

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi dari lembaga di Indonesia yang memuat angka pembanding untuk kasus ini. Sumber yang terverifikasi dalam artikel ini terbatas pada laporan dari Nepal dan Reuters. Karena itu, selang sembilan bulan di Yalung Ri tidak dipakai sebagai patokan umum bagi kecelakaan gunung lain.