Ledakan gas metana mengguncang tambang batu bara di Sorange, dekat Quetta, Balochistan, pada 30 Juli 2026. Tambang swasta itu dikenal sebagai Sardar Usman Lease dalam laporan awal. Associated Press melaporkan 34 penambang tewas setelah operasi penyelamatan semalaman. Otoritas semula memperkirakan 42 orang berada di dalam kompleks tambang ketika ledakan terjadi.

Informasi berubah cepat selama evakuasi. Laporan awal menyebut dua korban tewas, 25 orang terjebak, dan tiga penambang berhasil diselamatkan. Jumlah korban kemudian meningkat saat tim menemukan lebih banyak jenazah. Perbedaan tersebut menunjukkan posisi operasi pada waktu penerbitan, bukan kepastian tentang jumlah awal pekerja.

Peralatan pertambangan beroperasi di lorong tambang bawah tanah (ilustrasi)

Pencarian berlangsung dalam kondisi berbahaya

Ledakan disusul kerusakan dan runtuhan di area tambang. Tim gabungan melibatkan Provincial Disaster Management Authority (PDMA), unit penyelamatan tambang Balochistan, dan lembaga terkait. Mereka membersihkan puing serta memperbaiki jalur pembuangan udara untuk mencapai pekerja. Lebih dari 12 jam setelah ledakan, petugas masih mencari korban dan menilai peluang menemukan penyintas makin kecil.

Pejabat pertambangan Abdul Ghani Baloch mengatakan metana menumpuk di dalam tambang sebelum ledakan. Ia juga menyebut dua tambang yang berdekatan mengalami kerusakan. Keterangan itu menjadi penjelasan awal dari pejabat lapangan. Hasil penyelidikan resmi tentang rangkaian penyebab dan tanggung jawab belum tersedia dalam sumber yang diperiksa.

Kompensasi diikuti janji penyelidikan

Menteri Pertambangan dan Mineral Balochistan Shoaib Nosherwani mengumumkan bantuan bagi keluarga korban. Pemerintah provinsi menetapkan 500.000 rupee Pakistan untuk keluarga setiap penambang yang meninggal. Nilai tersebut setara sekitar US$1.800 menurut laporan AP pada 31 Juli. Nosherwani juga menjanjikan penyelidikan penyebab ledakan dan peninjauan keselamatan tambang di seluruh provinsi.

Janji peninjauan belum sama dengan perubahan di lapangan. Sumber yang diperiksa belum memuat jadwal pemeriksaan, daftar tambang sasaran, atau sanksi bagi pelanggar. Belum ada pula laporan penyelidikan yang menetapkan apakah kelalaian tertentu memicu ledakan. Karena itu, penyebab teknis awal perlu dibedakan dari kesimpulan mengenai tanggung jawab.

Tiga kecelakaan mendahului ledakan Sorange

The Express Tribune merinci tiga kecelakaan fatal lain di Balochistan pada Maret, April, dan Juni 2026. Dua penambang Afghanistan meninggal setelah terpapar gas metana pada Maret. Tiga penambang tewas akibat pelepasan metana dan gas beracun pada April. Runtuhan tambang di Harnai menewaskan dua pekerja pada Juni.

Artikel Tribune menyebut ledakan Sorange sebagai kecelakaan fatal ketiga tahun ini, meski merinci tiga kejadian sebelum Juli. Ketidaksesuaian itu membuat urutan kejadian tidak layak dipastikan tanpa catatan resmi. Data dari laporan tersebut hanya menunjukkan sedikitnya tiga kecelakaan fatal telah terjadi sebelum Sorange. Jumlah nasional dan catatan lengkap Balochistan belum tersedia dalam sumber yang diperiksa.

Ventilasi dan pemantauan gas menjadi titik lemah

Tambang batu bara Balochistan kerap beroperasi dengan perlindungan dasar yang terbatas. Al Jazeera mencatat banyak tambang kekurangan ventilasi memadai, sistem pemantauan gas, dan perangkat keselamatan lain. Kelompok pekerja juga menuduh pemilik tambang tidak menegakkan aturan atau menyediakan alat pelindung yang cukup. Tuduhan tersebut belum menggantikan pemeriksaan atas kondisi khusus di Sardar Usman Lease.

Ribuan pekerja tetap menggantungkan penghasilan pada pertambangan batu bara di Balochistan. Provinsi itu adalah wilayah terluas Pakistan, tetapi termasuk yang paling tertinggal secara ekonomi. Kemiskinan dan pengangguran mempersempit pilihan kerja di luar sektor berisiko tersebut. Keselamatan tambang karena itu berkaitan dengan pengawasan usaha sekaligus perlindungan mata pencaharian pekerja.

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi dari lembaga di Indonesia yang secara khusus membahas kecelakaan Sorange. Uraian ini bertumpu pada pembaruan AP, laporan lapangan Al Jazeera, dan pemberitaan The Express Tribune. Angka korban 34 mengikuti pembaruan AP pada 31 Juli 2026. Setiap perubahan setelah tanggal itu memerlukan konfirmasi baru dari otoritas Pakistan atau laporan lapangan yang terverifikasi.