Amerika Serikat telah mengirim permintaan resmi untuk mengekstradisi Apollo Carreon Quiboloy dari Filipina. Departemen Luar Negeri Filipina menerima permintaan itu dan meneruskannya kepada Departemen Kehakiman setelah dokumen dikirim melalui jalur diplomatik pada Juli 2026. Quiboloy masih ditahan karena menghadapi perkara perdagangan manusia dan kekerasan terhadap anak di Filipina. Karena itu, permintaan Amerika Serikat memulai pemeriksaan hukum, bukan pemindahan otomatis.
Dakwaan federal masih harus dibuktikan di pengadilan
Quiboloy memimpin Kingdom of Jesus Christ, gereja yang didirikan pada 1985 di Davao, Filipina selatan. Ia pernah menjadi penasihat spiritual mantan Presiden Rodrigo Duterte dan memiliki pengaruh politik di Filipina. Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan dakwaan pengganti 42 tuduhan terhadap sembilan orang pada 18 November 2021. Quiboloy termasuk dalam terdakwa yang dituduh terlibat dalam perdagangan seks, kerja paksa, penipuan imigrasi, pencucian uang, dan penyelundupan uang tunai.
Dokumen dakwaan menuduh pengurus gereja membawa anggota ke Amerika Serikat memakai visa yang diperoleh melalui penipuan. Para anggota kemudian diduga dipaksa mengumpulkan sumbangan bagi badan amal palsu. Jaksa juga menuduh perempuan dan anak perempuan dipaksa melayani Quiboloy secara seksual melalui ancaman dan kekerasan. Dakwaan adalah tuduhan penuntut, dan setiap terdakwa dianggap tidak bersalah sampai terbukti bersalah.
Penahanan di Filipina mendahului permintaan terbaru
Pengadilan Filipina memerintahkan penangkapan Quiboloy pada 2024 dalam perkara domestik. Ia menyerahkan diri pada September 2024 setelah sekitar 2.000 polisi menggeledah kompleks gerejanya seluas 30 hektare di Davao. Quiboloy telah ditahan sejak itu dan membantah tuduhan terhadapnya. Dua pengadilan Filipina menangani perkara perdagangan manusia serta kekerasan terhadap anak yang berbeda.
Federal Bureau of Investigation (FBI) masih mencantumkan Quiboloy dalam daftar buronan perdagangan manusia. Surat perintah penangkapan federal diterbitkan pada 10 November 2021. Daftar itu menyebut konspirasi perdagangan seks, perdagangan seks anak, dan penyelundupan uang tunai. Status buronan Amerika Serikat tidak menghapus kewenangan pengadilan Filipina atas perkara yang sedang berjalan.
Traktat menyediakan dua jalur penyerahan
Traktat ekstradisi Amerika Serikat–Filipina ditandatangani pada 13 November 1994 dan berlaku sejak 22 November 1996. Dokumen itu mengatur permintaan melalui jalur diplomatik, bukti pendukung, keputusan negara yang diminta, serta penyerahan orang yang dicari. Keputusan akhir tetap berada pada negara yang menerima permintaan sesuai traktat dan hukumnya. Permintaan diplomatik saja tidak menghasilkan pemindahan tahanan.
Traktat memberi Filipina pilihan menunda penyerahan sampai perkara domestik selesai atau hukuman dijalani. Pilihan lain adalah penyerahan sementara agar Quiboloy menghadapi proses di Amerika Serikat. Kedua negara harus menyepakati syarat penyerahan sementara, termasuk pengembalian orang tersebut setelah proses selesai. Ketentuan ini berarti penyelesaian perkara Filipina bukan satu-satunya urutan yang tersedia.
Persetujuan dua pengadilan belum memiliki jadwal
Associated Press melaporkan permintaan ini memerlukan persetujuan dua pengadilan yang memeriksa Quiboloy di Filipina. Keterangan tersebut berasal dari dua pejabat Filipina yang tidak disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada publik. Belum ada jadwal putusan dari kedua pengadilan itu. Belum diketahui pula apakah pemerintah akan meminta penyerahan sementara.
Departemen Kehakiman Filipina berperan sebagai otoritas pusat dalam permintaan ekstradisi dan mewakili negara asing di pengadilan. Pemeriksaan akan menilai dokumen Amerika Serikat bersama perkara yang sudah berjalan di Filipina. Hasilnya bisa berupa penundaan, penyerahan sementara, atau penolakan jika syarat hukum tidak terpenuhi. Tidak satu pun pilihan itu telah diputuskan saat artikel ini disusun.
Perkara Duterte berada dalam jalur hukum berbeda
Hubungan Quiboloy dengan Duterte memberi perkara ini dimensi politik, tetapi proses hukum mereka tidak sama. Duterte ditangkap berdasarkan surat perintah Mahkamah Pidana Internasional dan ditahan di Belanda. Quiboloy menghadapi dakwaan federal Amerika Serikat serta perkara pidana Filipina dalam kerangka ekstradisi bilateral. Kedekatan politik tidak menyatukan kewenangan, bukti, atau putusan dalam kedua perkara tersebut.
Dampak bagi Indonesia belum terdokumentasi
Perkara ini terutama menyangkut kewenangan Filipina dan Amerika Serikat. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi lembaga Indonesia yang membahas dampak langsungnya bagi warga Indonesia. Ketiadaan temuan itu bukan pernyataan bahwa dampak tersebut tidak ada. Bagi pembaca Indonesia, perkara ini menunjukkan perbedaan antara permintaan diplomatik, pemeriksaan pengadilan, dan keputusan penyerahan.
Sumber dan rujukan
- US asks Philippines to extradite Filipino church leader accused of sex crimes and fraud(Associated Press)
- Federal Grand Jury Issues New Indictment Against Leaders of Philippines-Based Church that Alleges Sex Trafficking Scheme(U.S. Department of Justice)
- Apollo Carreon Quiboloy(Federal Bureau of Investigation)
- Extradition: Treaty Between the United States of America and the Philippines Signed at Manila, November 13, 1994(U.S. Government Publishing Office)