Facebook sempat memblokir video Perdana Menteri India Narendra Modi tentang kebocoran soal ujian, lalu memulihkannya. Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi India (MeitY) kemudian memanggil pimpinan kebijakan global Meta untuk menjelaskan insiden tersebut. Meta menyatakan video itu terhapus karena kesalahan dan telah dipulihkan. Laporan yang diperiksa tidak memuat penjelasan teknis lebih lanjut dari perusahaan.

Panggilan menyasar pimpinan global Meta

Panggilan melalui surat elektronik dilaporkan ditujukan kepada Presiden Urusan Global Meta Joel Kaplan dan pimpinan Instagram Adam Mosseri. Seorang pejabat senior India yang tidak disebutkan namanya mengatakan pemerintah sebelumnya telah bertemu dengan tim kebijakan Meta di India. Pemerintah menilai sejumlah masalah tidak tersampaikan dengan baik kepada tim utama perusahaan di Amerika Serikat. MeitY karena itu memilih menghubungi pimpinan global Meta secara langsung.

Bagian luar gedung lembaga pemerintah (ilustrasi)
MeitY memanggil pimpinan global Meta setelah video Modi sempat diblokir Facebook. (Ilustrasi/Photo by Brijender Dua on Unsplash)

Pemerintah memperluas pembahasan ke kepatuhan dan deepfake

Pemerintah India tidak membatasi agenda pada pemblokiran video Modi. Pejabat yang dikutip The Indian Express menyebut kepatuhan terhadap aturan teknologi India dan peredaran deepfake di Facebook serta Instagram juga akan dibahas. Laporan itu tidak menyatakan bahwa Meta telah terbukti melanggar aturan dalam kasus video tersebut. Pemanggilan merupakan permintaan penjelasan, bukan putusan hukum atau hasil pemeriksaan akhir.

Video vertikal itu diunggah ketika protes mahasiswa mengenai kebocoran soal ujian masih berlangsung. Modi menyebut masalah kebocoran soal sebagai perkara serius dan menjanjikan pembahasan aturan yang lebih keras. Ia juga mengatakan rancangan pemerintah mencakup pengadilan dengan proses cepat dan hukuman lebih berat bagi pelaku. Pemblokiran sementara membuat moderasi platform menjadi bagian baru dari perselisihan yang sebelumnya berpusat pada tata kelola ujian.

Protes NEET menjadi latar politik

Associated Press melaporkan Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri pada 25 Juli 2026 setelah berminggu-minggu menghadapi protes mengenai dugaan kebocoran ujian masuk. Gerakan Cockroach Janta Party kemudian menghentikan aksi setelah menyatakan pemerintah menerima tuntutan mereka. Para pengunjuk rasa sebelumnya menuntut reformasi pendidikan, pertanggungjawaban pemerintah, dan kompensasi bagi keluarga siswa yang meninggal karena bunuh diri. Situasi itu menjelaskan mengapa video Modi mendapat perhatian politik tinggi ketika Facebook sempat memblokirnya.

Penyebab teknis dan tindak lanjut belum terbuka

Pernyataan Meta yang tersedia hanya menyebut penghapusan terjadi karena kesalahan. Belum ada paparan publik dalam sumber yang diperiksa mengenai sistem, aturan, atau keputusan yang memicu pemblokiran. Hasil pertemuan MeitY dengan pimpinan Meta juga belum tercakup dalam artikel ini. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi dari lembaga di Indonesia yang menanggapi insiden khusus tersebut.