Radio Pakistan melaporkan pasukan keamanan menewaskan lima orang yang disebut militan di Panjgur pada 10 Agustus 2026. Operasi berbasis intelijen itu berlangsung di Sarkani dan Chedgi. Pemerintah mengidentifikasi salah satu korban sebagai Wazir, seorang komandan yang dimasukkan ke kategori “Fitna al-Hindustan”. Pengumuman tersebut muncul ketika operasi keamanan meluas setelah serangkaian serangan mematikan pada Juli.
Data Pakistan Institute for Conflict and Security Studies (PICSS) memberi skala yang lebih besar. Lembaga itu mencatat 372 kematian di Balochistan pada Juli, naik 241 persen dari 109 pada Juni. Angka tersebut mencakup korban serangan bersenjata dan operasi kontraterorisme. Kenaikan total karena itu bukan semata-mata jumlah warga yang tewas akibat serangan militan.
Operasi Panjgur bertumpu pada keterangan negara
Radio Pakistan adalah lembaga penyiaran negara, sehingga rincian awal berasal dari pemerintah Pakistan. Siaran itu menyebut operasi sebagai bagian dari Operation Radd-ul-Fitna-3. Menurut sumber keamanan yang dikutip, pasukan menyita empat sepeda motor, senapan mesin, senjata berat, dan amunisi. Sumber yang sama menuduh lima orang tersebut terlibat perampokan, pemerasan, penculikan, serta serangan terhadap pedagang dan penduduk Panjgur.
Pengumuman tidak memuat identitas lengkap empat orang lainnya. Laporan itu juga tidak menyajikan bukti terpisah mengenai tuduhan pidana terhadap mereka. Tidak ada keterangan korban dari pihak pasukan keamanan dalam siaran tersebut. Artikel ini memperlakukan angka lima dan identitas Wazir sebagai klaim resmi, bukan hasil verifikasi lapangan independen.
Data PICSS memisahkan korban nonmilitan dan militan
Dawn, mengutip laporan bulanan PICSS, mencatat jumlah kematian di Balochistan naik dari 109 pada Juni menjadi 372 pada Juli. Dari 372 kematian itu, 238 diklasifikasikan sebagai militan, 62 personel keamanan, 54 warga sipil, dan 18 anggota komite perdamaian. Kematian personel keamanan naik dari enam menjadi 62, atau 933 persen. Korban sipil naik dari 28 menjadi 54, setara 93 persen.
Secara nasional, PICSS mencatat 205 kematian di luar kategori militan: 112 personel keamanan, 74 warga sipil, dan 19 anggota komite perdamaian. Lembaga itu mencatat 401 militan tewas secara terpisah. Susunan tersebut berarti angka 205 dan 401 bukan dua versi untuk kelompok korban yang sama. PICSS menyebut Juli sebagai bulan paling mematikan di Pakistan sepanjang 2026 hingga laporan diterbitkan.
Label “Fitna al-Hindustan” membawa tudingan geopolitik
“Fitna al-Hindustan” bukan nama netral untuk satu organisasi. Dawn menjelaskan istilah itu dipakai militer Pakistan untuk mengaitkan militansi dengan dugaan peran India. Associated Press mencatat New Delhi membantah tudingan Pakistan bahwa India mendukung kelompok bersenjata di Balochistan. Artikel ini memakai nama kelompok yang teridentifikasi atau istilah “militan”, bukan label negara tersebut sebagai identitas organisasi.
Konflik Balochistan juga tidak terbatas pada persaingan India–Pakistan. AP menggambarkan pemberontakan yang berlangsung puluhan tahun di provinsi kaya sumber daya, disertai keluhan bahwa investasi dan ekstraksi belum memberi manfaat seimbang bagi penduduk lokal. Pemerintah Pakistan membantah tudingan diskriminasi terhadap warga Baloch. Provinsi itu juga menghadapi serangan Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok yang berbeda dari separatis Baloch.
Kenaikan belum menjelaskan sebab tunggal
Rasio bulanan PICSS menunjukkan skala perubahan, bukan hasil penyelidikan tentang satu penyebab. Sebanyak 238 dari 372 kematian di Balochistan diklasifikasikan sebagai militan, sehingga kategori tersebut menjadi bagian terbesar dari total. Pada saat yang sama, kematian personel keamanan dan warga sipil juga meningkat tajam. Data tersebut menunjukkan serangan dan operasi balasan menguat bersamaan, tetapi tidak menetapkan sebab setiap insiden.
Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan pernyataan resmi Pemerintah Indonesia yang mengonfirmasi angka korban atau rincian operasi Panjgur. Verifikasi angka karena itu bergantung pada laporan Pakistan dan media internasional yang tersedia. Identitas lima orang yang tewas belum dikonfirmasi oleh peliputan lapangan independen dalam sumber yang diperiksa. Cakupan laporan berhenti pada perkembangan hingga 10 Agustus 2026.
Sumber dan rujukan
- Security forces continuing Operation Radd-ul-Fitna-3 in Balochistan(Radio Pakistan)
- Security forces kill 5 terrorists in intelligence-based operation in Balochistan's Panjgur(Dawn)
- July deadliest month of 2026 as 205 lives lost, 401 terrorists killed: PICSS(Dawn)
- Pakistani forces say they killed 75 insurgents after attacks in Balochistan(Associated Press)
- No passengers, no planes, no benefits. Pakistan's newest airport is a bit of a mystery(Associated Press)