Pangeran Harry dan enam tokoh lain menghadapi sengketa biaya setelah kalah melawan penerbit Daily Mail dan Mail on Sunday. Associated Newspapers Limited (ANL) melaporkan pengeluaran perkara sebesar £34,5 juta. Jumlah itu belum menjadi tagihan akhir yang ditetapkan pengadilan. ANL meminta pembayaran awal hampir £10 juta, sedangkan para penggugat menawarkan £8 juta.

Pengadilan Tinggi Inggris memeriksa persoalan biaya dalam sidang dua hari pada 29 dan 30 Juli 2026. Hakim Matthew Nicklin menunda keputusan tentang nilai pembayaran awal dan dasar penghitungannya. Para penggugat menyatakan pembayaran awal yang mereka tawarkan bisa dilakukan paling lambat 28 Agustus. Pemeriksaan terperinci atas seluruh biaya akan menentukan jumlah yang akhirnya bisa dipulihkan ANL.

Seluruh gugatan ditolak setelah perkara berjalan sejak 2022

Putusan Pengadilan Tinggi pada 7 Juli 2026 menolak seluruh gugatan terhadap ANL. Penggugatnya ialah Baroness Doreen Lawrence, Elizabeth Hurley, Sir Elton John, David Furnish, Sir Simon Hughes, Pangeran Harry, dan Sadie Frost. Mereka menuduh informasi pribadi dikumpulkan secara melawan hukum untuk pemberitaan tabloid milik ANL. Perkara diajukan pada 2022 dan berakhir dengan putusan tertulis setebal 436 halaman.

Nicklin menyatakan para penggugat harus membuktikan bahwa informasi dalam artikel diperoleh secara melawan hukum. Menurut putusan, kecurigaan tidak cukup ketika sumber yang sah masih mungkin menjelaskan asal informasi tersebut. Pengadilan kemudian menolak setiap klaim yang diperiksa. Kekalahan itu membuka tahap terpisah mengenai biaya perkara dan kemungkinan langkah hukum berikutnya.

Bangunan Royal Courts of Justice bergaya Kebangkitan Gotik Victoria di London

Selisih antara biaya dan perlindungan asuransi

ANL melaporkan biaya sebesar £34,5 juta, jauh di atas anggaran yang sebelumnya disepakati. Permintaan pembayaran awalnya mendekati £10 juta. Kuasa hukum para penggugat mengajukan angka £8 juta. Perbedaan itu membuat hakim harus menetapkan jumlah sementara sebelum pemeriksaan biaya lengkap selesai.

Para penggugat menyatakan memiliki perlindungan asuransi hingga £16 juta. Nilai pertanggungan itu lebih rendah daripada keseluruhan biaya yang dilaporkan ANL. Namun, selisih tersebut bukan otomatis kewajiban tunai sebesar £18,5 juta. Pengadilan masih harus menilai biaya yang layak dipulihkan dan dasar yang digunakan.

Dasar standar dan indemnitas menentukan ruang pemulihan

ANL meminta biaya dinilai atas dasar indemnitas, pilihan yang lebih menguntungkan pihak pemenang daripada dasar standar. Kuasa hukum penerbit, Antony White, menilai tuduhan serius diajukan tanpa bukti pendukung yang memadai. Ia juga mengutip pernyataan Harry yang menyebut putusan itu sebagai “upaya menutupi kebenaran”. Pihak penggugat menolak agar tanggapan setelah putusan dipakai untuk memperberat cara penghitungan biaya.

Para penggugat menerima bahwa kekalahan biasanya diikuti perintah biaya atas dasar standar. Mereka menilai dasar indemnitas menjadi hukuman tambahan yang tidak patut diterapkan dalam perkara ini. Pilihan hakim akan memengaruhi porsi tagihan ANL yang bisa dibebankan. Nilai £34,5 juta tetap merupakan klaim biaya penerbit sampai proses penilaian selesai.

Besarnya angka dalam perkara London ini tidak bisa langsung menjadi patokan biaya berperkara di Indonesia. Para pihak, lama persidangan, aturan biaya, dan perlindungan asuransinya berasal dari sistem Inggris. Belum ada angka pembanding resmi Indonesia yang ditemukan untuk kasus lintas negara ini. Karena itu, perkembangan berikutnya perlu dibaca sebagai putusan khusus atas perkara ANL dan tujuh penggugat tersebut.