Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengganti Oleksandr Syrskyi sebagai panglima Angkatan Bersenjata pada 21 Juli 2026. Mayor Jenderal Mykhailo Drapatyi dipilih sebagai penggantinya. Associated Press melaporkan keputusan itu mengikuti protes di Kyiv dan kota-kota lain yang menuntut pencopotan Syrskyi. Aksi tersebut juga menuntut pengangkatan kembali mantan Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov.
Pergantian berlangsung ketika perang skala penuh Rusia terhadap Ukraina memasuki tahun kelima. Zelenskyy mengatakan keputusan diambil setelah serangkaian pertemuan dengan para komandan. Ia tetap mengakui peran Syrskyi dalam pertahanan Kyiv serta operasi di Kharkiv dan Kursk. Perubahan jabatan ini sekaligus membuka penataan ulang struktur Staf Umum.
Pemecatan Fedorov memperbesar tekanan terhadap Syrskyi
Protes bermula setelah Fedorov diberhentikan dari jabatan menteri pertahanan. Sebagian demonstran memandangnya sebagai penggerak modernisasi militer. Euronews melaporkan hubungan Fedorov dan Syrskyi memburuk sebelum pemecatan tersebut memicu gelombang protes. Tuntutan kemudian beralih pada kepemimpinan militer dan gaya komando Syrskyi.
Kritik utama menyasar pengambilan keputusan dari atas dan pengawasan berlebihan terhadap rincian operasi. Sejumlah perwira muda juga menilai posisi dipertahankan tanpa cukup memperhitungkan korban personel. The Kyiv Independent mencatat kritik terhadap gaya komando era Soviet itu sekaligus dukungan bagi pendekatan Drapatyi yang lebih terbuka pada masukan bawahan. Penilaian tersebut berasal dari laporan media dan narasumber militer, bukan audit independen atas seluruh rantai komando.
Rekam jejak Drapatyi bertumpu pada operasi dan tanggung jawab
Drapatyi, 43 tahun, sebelumnya memimpin Komando Pasukan Gabungan di sekitar wilayah Kharkiv. Karier tempurnya mencakup operasi di Mariupol pada 2014 dan pertahanan menuju Kryvyi Rih pada 2022. Ia kemudian memimpin Angkatan Darat sebelum beralih ke komando gabungan. Rekam jejak itu memberinya dukungan dari sebagian masyarakat sipil dan kalangan militer.
Nama Drapatyi juga terkait dengan insiden di tempat latihan ke-239 pada 2025. Serangan rudal Rusia pada 1 Juni menewaskan 12 prajurit dan melukai lebih dari 60 orang. Drapatyi menyatakan pengunduran diri sebagai komandan Angkatan Darat karena merasa bertanggung jawab. Ia juga memulai pemeriksaan atas tindakan komandan, kondisi perlindungan, dan efektivitas sistem peringatan.
Pengunduran diri itu tidak mengakhiri karier militernya. Drapatyi kemudian tetap memegang jabatan komando dan menyerukan evaluasi rutin atas keputusan pimpinan. Ia juga mendukung percepatan keputusan serta perubahan aturan lama di dalam angkatan bersenjata. Dukungan publik terhadap sikap tersebut belum menjamin reformasi akan berjalan di semua tingkat.
Mandat baru mencakup teknologi dan pertahanan aktif
Drapatyi resmi mulai menjalankan tugas pada 22 Juli 2026. Kantor Presiden Ukraina menyebut modernisasi, peningkatan teknologi pertahanan, kebutuhan korps dan brigade, serta pertahanan aktif sebagai tugas kepemimpinan baru. Ihor Skybiuk pada saat yang sama ditetapkan sebagai kepala Staf Umum. Pemerintah menekankan koordinasi agar pergantian tidak membuka celah di garis depan.
Ukuran keberhasilan perubahan ini belum tersedia. Pergantian pemimpin tidak langsung mengubah prosedur, pembagian wewenang, atau hubungan antara markas dan unit. Hasilnya akan terlihat dari keputusan operasional, perlindungan personel, serta kemampuan memenuhi kebutuhan brigade. Pengaruh masing-masing komandan juga sulit dipisahkan dari keadaan medan perang dan dukungan mitra Ukraina.
Penilaian dari Indonesia belum ditemukan
Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan pernyataan resmi pemerintah Indonesia yang menilai dampak pergantian tersebut. Belum ada pula dasar untuk menghubungkannya dengan perubahan kebijakan Indonesia terhadap perang Rusia–Ukraina. Informasi yang tersedia menjelaskan dinamika internal militer Ukraina dan tekanan masyarakat sipil. Dampak diplomatik yang lebih luas masih memerlukan perkembangan dan dokumen resmi berikutnya.
Sumber dan rujukan
- Ukraine's Zelenskyy fires his military chief after protests and names a new one(Georgia Public Broadcasting / Associated Press)
- Zelenskyy replaces Oleksandr Syrskyi with Mykhailo Drapatyi as Ukraine's commander-in-chief(Euronews)
- Who is Mykhailo Drapatyi, Ukraine’s new commander in chief?(The Kyiv Independent)
- Ukrainian Ground Forces commander quits after training base attack kills 12 and injures 60 troops(Euromaidan Press)
- Russia Must Feel Growing Pressure and Tougher Sanctions(President of Ukraine)