Rusia membebaskan Robert Gilman, 32 tahun, pada 11 Agustus 2026 setelah ia dipenjara lebih dari empat tahun. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia telah membicarakan pembebasan Gilman dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump menyebut langkah itu berlandaskan alasan kemanusiaan dan mengatakan Rusia tidak meminta seorang pun sebagai imbalan. Pejabat Rusia tidak segera memberi komentar publik mengenai pembebasan tersebut.
Gilman adalah guru asal Massachusetts dan mantan anggota Korps Marinir Amerika Serikat. Ia ditahan pada 2022 setelah diturunkan dari kereta karena dituduh mengganggu ketertiban, lalu divonis karena memukul seorang polisi. Pengadilan menjatuhkan hukuman tiga tahun enam bulan. Pemerintah AS kemudian menyatakan Gilman ditahan secara tidak sah.
Vonis bertambah setelah perkara di dalam penjara
Perkara baru di penjara memperpanjang masa hukuman Gilman. Ia divonis karena menyerang inspektur penjara, penyidik, dan sipir; pada Oktober 2024 hukumannya menjadi delapan tahun satu bulan. Pada Desember 2025, putusan lain atas serangan terhadap petugas penjara menaikkan hukuman menjadi 10 tahun. Media Rusia melaporkan Gilman mengaku bersalah dan meminta maaf kepada petugas.
Keluarga Gilman membantah dakwaan dan versi resmi Rusia mengenai perkara itu. Mereka mengatakan Gilman sakit saat penangkapan awal dan diprovokasi selama dipenjara. Kelompok advokasi Global Reach menyatakan perlakuan itu mencakup pemberian obat secara paksa dan penyiksaan. Otoritas penjara Rusia tidak menanggapi permintaan komentar Associated Press (AP) mengenai kondisi Gilman.
Kondisi kesehatan mempercepat permintaan pembebasan
Masalah kesehatan menjadi dasar permintaan pembebasan menjelang kepulangan Gilman. Pengacaranya, Irina Brazhnikova, mengatakan Gilman dirawat di bangsal psikiatri rumah sakit sipil sejak awal Juli. Menurut Brazhnikova, dokter menilai kondisinya memburuk, sementara keluarga dan tim pembela tidak diizinkan berkunjung. Rekam medis dan diagnosis lengkap tidak tersedia dalam laporan publik yang diperiksa.
Eric Lebson dari Global Reach menyatakan Gilman mengalami stupor disosiatif (dissociative stupor) selama 47 hari, memakai selang makan, dan diborgol ke ranjang. Rincian itu berasal dari kelompok pendamping keluarga, bukan pemeriksaan medis independen. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan telah berulang kali meminta Rusia membebaskan Gilman karena kondisi kesehatannya. Penilaian resmi setelah kepulangannya belum dipublikasikan.
Pernyataan AS membedakan pembebasan dari pertukaran
Pernyataan Washington menempatkan kasus ini di luar mekanisme pertukaran tahanan. Trump mengatakan Rusia tidak meminta seorang pun sebagai imbalan dan tidak ada pertukaran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut pembebasan itu langkah positif dan meminta warga Amerika lain yang ditahan secara tidak sah segera dipulangkan. Karena Moskwa belum memberi uraian publik, alasan kemanusiaan dan ketiadaan imbalan sejauh ini berasal dari pihak AS.
Pernyataan bahwa tidak ada pertukaran belum menjelaskan seluruh isi komunikasi Trump dan Putin. Sumber yang diperiksa tidak memuat dokumen Rusia mengenai proses pembebasan, jadwal pembicaraan, atau syarat administratifnya. Kesimpulan sementara terbatas pada pembebasan yang terkonfirmasi dan pernyataan terbuka Washington.
Pemeriksaan di Texas dan informasi untuk Indonesia
Gilman dijadwalkan tiba di Pangkalan Udara Andrews, Maryland, lalu menjalani pemeriksaan medis dan psikologis di rumah sakit militer Texas. AP melaporkan Marco Rubio mengunggah foto Gilman di pesawat bersama keluarganya. Hasil pemeriksaan dan perkembangan pemulihannya belum diumumkan.
Sumber yang diperiksa tidak menyebut keterlibatan warga negara Indonesia (WNI) dalam kasus ini. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan keterangan resmi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) mengenai pembebasan Gilman. Karena itu, laporan ini tidak menyimpulkan adanya dampak langsung terhadap layanan konsuler atau WNI di Rusia.