Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband bertemu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di Washington pada 5 Agustus 2026. Pertemuan itu membahas peran Eropa dalam keamanannya, dukungan bagi Ukraina, pelayaran aman di Selat Hormuz, dan program nuklir Iran. Keadaan kemanusiaan di Gaza juga masuk agenda yang dibawa Miliband. Kedua pihak kemudian menyebut pertemuan tersebut hangat dan produktif.

Komentar lama tentang Trump kembali muncul

Sesi foto setelah pertemuan mengalihkan perhatian kepada pernyataan Miliband satu dekade sebelumnya. Wartawan bertanya apakah ia masih menganggap Presiden Donald Trump rasis, misoginis, dan bodoh. Miliband tidak menjawab langsung, lalu mengatakan pernyataan lama itu tidak dibahas dalam pertemuan. Ia juga membantah bahwa kritik tersebut telah merusak hubungan kedua negara.

Miliband menyebut Trump “rasis, misoginis, dan mengaku melakukan pelecehan seksual” setelah pemilu AS 2016. Ia kemudian mengatakan Trump telah menurunkan standar kebodohan dalam politik internasional. Duta Besar AS untuk Inggris Warren Stephens menyatakan penilaian itu keliru dan berharap pandangan Miliband sudah berubah. Pertukaran pernyataan tersebut menjadi latar politik bagi kunjungan pertama Miliband ke Washington sebagai menteri luar negeri.

Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband berdiri di depan latar resmi pemerintah
Ed Miliband beralih dari urusan energi dan iklim ke diplomasi Inggris pada Juli 2026. (Shaun Curry / UK Government, CC BY 4.0, Wikimedia Commons)

Miliband baru memimpin diplomasi Inggris

Pemerintah Inggris mengangkat Miliband sebagai Menteri Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan pada 20 Juli 2026. Sebelumnya ia memimpin urusan keamanan energi dan nol emisi bersih sejak Juli 2024. Peralihan jabatan itu membuat kebijakan iklim menjadi bagian dari rekam jejak yang dibawanya ke hubungan dengan pemerintahan Trump. Namun, pertemuan di Washington lebih banyak membahas konflik dan keamanan daripada perbedaan kebijakan energi.

Kunjungan itu juga mencakup agenda pembangunan multilateral. Pemerintah Inggris menunjuk Miliband sebagai Gubernur Inggris untuk Bank Dunia pada 27 Juli 2026. Dalam jabatan tersebut, ia mewakili Inggris pada tingkat pemegang saham tertinggi Bank Dunia. Ia dijadwalkan bertemu Presiden Bank Dunia Ajay Banga selama kunjungan singkatnya ke Washington.

Ukraina dan Selat Hormuz menjadi agenda nyata

Rubio dan Miliband menempatkan keamanan Eropa sebagai tanggung jawab yang lebih besar bagi negara-negara di kawasan itu. Mereka juga menegaskan kembali dukungan terhadap Ukraina di tengah permintaan tambahan sistem pertahanan udara. Bagi Inggris, keamanan Ukraina dipandang terkait langsung dengan keamanan Eropa dan transatlantik. Pernyataan setelah pertemuan tidak merinci komitmen bantuan baru.

Selat Hormuz menghubungkan agenda keamanan dengan tekanan ekonomi domestik Inggris. Miliband menyatakan pembukaan kembali jalur itu penting untuk meredakan tekanan biaya hidup dan harga energi. Kedua menteri juga menegaskan tujuan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Tidak ada hasil akhir mengenai Iran atau Gaza yang diumumkan setelah pertemuan.

“Hubungan khusus” menghadapi ukuran yang lebih keras

Miliband menyebut Amerika Serikat sebagai sekutu terdekat Inggris dan menekankan kesinambungan hubungan lintas pemerintahan. Pernyataan publik AS lebih menonjolkan keamanan Eropa, Ukraina, Selat Hormuz, dan Iran. Perbedaan pilihan kata tidak membuktikan keretakan, tetapi memperlihatkan prioritas komunikasi yang tidak sama. Tanpa transkrip lengkap, isi pembicaraan tertutup tidak bisa dinilai melampaui keterangan kedua pemerintah.

Perdebatan tentang istilah “hubungan khusus” sudah berlangsung sebelum kunjungan tersebut. Komite Hubungan Internasional dan Pertahanan House of Lords pada April 2026 meminta Inggris meninggalkan sentimentalitas dan memperlakukan kemitraan dengan AS secara realistis. Komite menilai hubungan itu tetap penting, tetapi makin transaksional dan kurang mudah diprediksi. Pertemuan Miliband–Rubio memperlihatkan bahwa kerja sama berlanjut melalui agenda konkret, meski kedekatan politik tidak selalu berarti kesamaan pandangan.