Serangan rudal dan pesawat nirawak Houthi menghantam kamp pasukan pemerintah Yaman di Marib dan Hadramaut pada 6 Agustus 2026. Pejabat Yaman yang dikutip Associated Press (AP) melaporkan sedikitnya 30 tentara tewas dan 50 lainnya terluka. Houthi menyatakan pasukan yang didukung Arab Saudi menjadi sasaran. Serangan lintas batas berikutnya melukai 11 warga sipil di Najran, Arab Saudi.

Jumlah korban belum memiliki satu angka yang terverifikasi. Militer Yaman mengakui adanya korban tewas dan terluka, tetapi tidak mengumumkan jumlah dalam pernyataan publik awal. Kantor berita SABA kemudian melaporkan sedikitnya 17 tentara tewas. Houthi mengklaim ratusan orang tewas atau terluka tanpa memberikan bukti yang bisa diperiksa secara mandiri.

Ansar Allah menguasai Sanaa dan sebagian besar Yaman utara

Houthi, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah, merebut Sanaa dan sebagian besar wilayah utara pada 2014. Pemerintah yang diakui secara internasional kemudian terusir, sedangkan koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada 2015. Konflik itu berkembang menjadi perang berkepanjangan tanpa kemenangan menentukan bagi salah satu pihak. Iran mendukung Houthi, sementara Arab Saudi menopang pemerintah Yaman.

Gencatan de facto pada April 2022 menghentikan sebagian besar pertempuran antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi. Kesepakatan formal itu tidak berkembang menjadi perdamaian permanen. Namun, penurunan intensitas pertempuran secara luas tetap bertahan lebih dari empat tahun. Serangan Agustus menguji keadaan tenang tersebut.

Rudal dan pesawat nirawak menyasar kamp militer

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyatakan serangan memakai rudal balistik dan pesawat nirawak. Sasaran berada di Marib serta Hadramaut, dua provinsi yang dikuasai pemerintah. Saree mengatakan operasi itu membalas penumpukan pasukan yang didukung Arab Saudi di Yaman timur. AP belum memverifikasi klaim kerusakan kamp, gudang, kendaraan, dan senjata secara independen.

Puing kendaraan dan perlengkapan militer setelah serangan rudal (ilustrasi)

SABA melaporkan sedikitnya 17 tentara tewas dalam serangan terhadap kamp di Yaman timur. Angka itu lebih rendah daripada keterangan pejabat anonim kepada AP, yakni 30 orang tewas. Perbedaan tersebut mencerminkan sumber dan waktu pelaporan yang tidak sama. Belum ada hasil pemeriksaan independen yang menyatukan daftar korban dari kedua versi.

Serangan di Najran melukai warga sipil

Gelombang serangan kemudian mencapai Najran di Arab Saudi selatan, dekat perbatasan Yaman. Militer Saudi menyebut tujuh warga Saudi, satu warga Yaman, dua warga Mesir, dan satu warga Pakistan terluka. Seorang anak berusia empat tahun termasuk dalam 11 korban tersebut. Houthi tidak mengeluarkan pernyataan yang mengakui serangan di Najran dalam laporan AP itu.

Rangkaian tersebut memperluas dampak dari kamp militer ke kawasan sipil lintas batas. Pernyataan Saudi menuduh Houthi memakai tembakan tanpa pandang bulu terhadap objek sipil. Tuduhan itu merupakan posisi salah satu pihak dan belum menjadi temuan penyelidikan independen. Status sasaran, jenis amunisi, dan urutan serangan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Eskalasi dimulai sebelum serangan Marib dan Hadramaut

Ketegangan meningkat pada 13 Juli setelah landasan Bandar Udara Internasional Sanaa diserang. Pemerintah Yaman menyatakan serangan bertujuan mencegah pesawat Iran mendarat tanpa izin. Houthi menuding Arab Saudi dan mengumumkan berakhirnya fase deeskalasi. Kelompok itu kemudian meluncurkan rudal balistik ke Arab Saudi.

Pejabat PBB menyatakan perkembangan 13 Juli berisiko memicu eskalasi lebih luas dan menyerukan perundingan di bawah naungan PBB. Setelah itu, Houthi mengumumkan blokade terhadap kapal yang terkait dengan Arab Saudi di Bab el-Mandeb. Serangan terhadap pelayaran menambah tekanan pada jalur antara Laut Merah dan Teluk Aden. Konflik domestik Yaman kini semakin terkait dengan ketegangan regional yang melibatkan Iran.

Dua angka korban menunjukkan batas informasi medan perang

Laporan 17 dan 30 korban tewas tidak bisa diperlakukan sebagai angka akhir. Versi pertama berasal dari SABA, sedangkan versi kedua bersumber pada pejabat anonim yang berbicara kepada AP. Klaim Houthi tentang ratusan korban juga belum terbukti. Pembaruan berikutnya perlu membedakan korban serangan awal, serangan lanjutan, dan insiden di Najran.

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi dari lembaga di Indonesia yang menilai dampak khusus serangan ini bagi Indonesia. Belum ada dasar untuk menghitung pengaruhnya terhadap pelayaran atau harga energi di dalam negeri. Dampak langsung bagi Indonesia karena itu masih menjadi kesenjangan informasi. Penilaian sementara bertumpu pada laporan AP dan keterangan resmi PBB.