Wabah flu burung berpatogenisitas tinggi H5 (highly pathogenic avian influenza) telah mengubah pola kasus pada burung liar di Australia. Pemerintah Australia menetapkan kejadian di Baudin Rocks sebagai kematian massal satwa liar pertama di negara itu akibat H5. Kasus tersebut mengikuti serangkaian temuan pada burung laut di pesisir selatan Australia. Deteksi kemudian bertambah di beberapa negara bagian.

Baudin Rocks menjadi titik perubahan wabah

Lebih dari 80 burung sakit atau mati ditemukan di Baudin Rocks, pulau kecil di selatan Cape Jaffa, Australia Selatan. Pengujian mengonfirmasi lima dara-laut jambul dan satu camar perak dari lokasi itu positif H5 pada 4 Agustus 2026. Tidak semua bangkai diambil sebagai sampel setelah penyebab kejadian dipastikan. Karena itu, angka hasil tes tidak sama dengan jumlah burung yang terdampak.

Kasus camar perak pertama di Australia dikonfirmasi di Robe pada 1 Agustus. Spesies yang sama kemudian ditemukan positif di Southend, Port MacDonnell, dan Baudin Rocks. Rangkaian itu memperlihatkan penularan tidak lagi terbatas pada burung laut migran yang datang sesekali. Pemerintah Australia juga menyebut ada bukti penularan lokal antarsatwa liar di Australia Selatan.

Seekor camar perak minum di pantai dekat kawasan permukiman
Camar perak hidup di berbagai wilayah Australia dan kini termasuk spesies yang terdeteksi positif H5. (Photo by John Robert McPherson, CC0 1.0, via Wikimedia Commons)

Deteksi nasional naik, unggas produksi belum terdampak

Jumlah deteksi positif atau diduga positif mencapai 220 berdasarkan sampel yang diuji hingga 9 Agustus 2026. Temuan tercatat antara lain di Australia Selatan, Victoria, New South Wales, Queensland, dan Australia Barat. Pemerintah belum menemukan H5 pada unggas maupun sistem produksi pertanian. Penilaian resminya menyebut risiko bagi kesehatan manusia tetap rendah.

FAO, WHO, dan WOAH juga menilai risiko kesehatan publik global dari virus A(H5) tetap rendah berdasarkan data hingga 1 Maret 2026. Risiko bagi pekerja atau orang yang sering terpapar hewan dinilai rendah hingga sedang. Tingkat itu bergantung pada kondisi epidemiologi setempat dan langkah perlindungan yang digunakan. Penilaian global tersebut dapat berubah mengikuti perkembangan virologi dan penularan.

Arti bagi Indonesia belum ditetapkan

Wabah di Australia tidak otomatis mengubah status risiko di Indonesia. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan pengumuman resmi Indonesia yang menghubungkan keduanya. WHO mencatat Indonesia menguji surveilans flu burung terpadu di lima provinsi pada 2025. Pasar unggas tradisional dipakai sebagai lokasi peringatan dini dalam uji coba itu.

Angka Australia menggambarkan sampel yang dikonfirmasi atau dianggap positif, bukan seluruh kematian satwa liar. Lokasi baru dan spesies tambahan masih mungkin ditemukan ketika surveilans meluas. Kematian massal Baudin Rocks menunjukkan dampak ekologis sudah terjadi, tetapi skala akhirnya belum diketahui. Data lanjutan diperlukan untuk menilai arah penyebaran pada burung lokal dan satwa lain.