Sengatan panas (heatstroke) adalah kegawatdaruratan ketika tubuh gagal mengendalikan suhu setelah paparan panas atau aktivitas fisik berat. Perubahan kesadaran menjadi pembeda penting dari keluhan panas yang lebih ringan. Kulit korban bisa kering atau tetap berkeringat. CDC mencantumkan kebingungan, bicara pelo, kejang, pingsan, dan suhu tubuh ekstrem sebagai tanda sengatan panas.

Pendinginan dimulai pada lokasi kejadian, bersamaan dengan permintaan bantuan darurat. Korban dipindahkan dari sumber panas ke tempat teduh atau ruangan sejuk. Pakaian luar dan perlengkapan yang menahan panas dilepas. Penolong tetap menemani dan memantau kesadaran serta pernapasan korban.

Perubahan kesadaran memerlukan bantuan darurat segera

Kebingungan, ucapan tidak jelas, kejang, sulit dibangunkan, atau hilang kesadaran bukan keadaan untuk dipantau di rumah. Suhu tubuh ekstrem, napas tidak normal, atau keadaan yang cepat memburuk juga memerlukan pertolongan segera. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta bantuan medis dipanggil segera sebelum pendinginan agresif diteruskan. Pendinginan tidak perlu menunggu ambulans tiba.

Di Indonesia, kegawatdaruratan kesehatan dapat dilaporkan melalui 119. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menjelaskan bahwa 119 menerima panggilan, memberi panduan awal, dan mengoordinasikan petugas, ambulans, serta rujukan. Lokasi, kondisi kesadaran, pola napas, dan paparan panas perlu disampaikan kepada petugas.

Kantong dingin ditempatkan pada leher dan ketiak untuk membantu pendinginan korban (ilustrasi)

Rendam bila aman, atau basahi kulit sambil mengalirkan udara

Perendaman seluruh tubuh dalam air dingin atau air es memberi pendinginan paling cepat bila sarana dan pengawasan tersedia. Kepala dan jalan napas harus selalu berada di atas air. Penolong memegang korban sepanjang perendaman dan terus mengawasi pernapasan. Panduan CDC menempatkan perendaman sebagai metode paling efektif dan melarang korban ditinggalkan sendirian di dalam air.

Perendaman tidak selalu aman atau mungkin dilakukan di tempat kejadian. Pilihan lain ialah membasahi kulit atau pakaian dengan air sejuk sambil mengipasi tubuh. Kain basah atau kantong dingin bisa ditempatkan pada kepala, leher, ketiak, dan lipat paha. CDC mencantumkan semua cara tersebut sebagai pendinginan awal sambil menunggu layanan medis.

Korban yang tidak sadar diposisikan miring bila bernapas, lalu jalan napas terus dipantau. Bila napas tidak normal, instruksi operator layanan darurat diikuti sampai petugas mengambil alih. Pendinginan diteruskan selama aman dilakukan. Pemindahan ke fasilitas kesehatan tidak dibatalkan hanya karena korban tampak membaik setelah didinginkan.

Pekerja luar ruang membantu rekannya minum di tempat teduh (ilustrasi)

Pemberian minum bergantung pada kesadaran dan jenis gangguan

Kelelahan akibat panas biasanya ditandai sakit kepala, mual, pusing, lemah, haus, keringat berlebih, dan berkurangnya urine. Orang yang sadar penuh serta mampu menelan boleh menyesap air sejuk. Ia perlu dipindahkan ke tempat sejuk, dilonggarkan pakaiannya, dan diperiksa tenaga kesehatan bila keluhan memburuk. Panduan CDC membedakan pemberian cairan pada kelelahan akibat panas dari penanganan darurat sengatan panas.

Panduan CDC membatasi rehidrasi oral pada korban yang mampu menerima cairan melalui mulut. Cairan tidak diberikan bila korban bingung, mengantuk berat, kejang, atau tidak mampu menelan. Obat penurun demam juga bukan pertolongan untuk sengatan panas. WHO secara khusus melarang aspirin dan parasetamol pada korban sengatan panas.

Keluarga membantu orang lanjut usia beristirahat dan mendinginkan tubuh di dalam ruangan (ilustrasi)

Anak, ibu hamil, lansia, dan pengguna obat perlu dinilai lebih awal

Bayi, anak, ibu hamil, dan orang lanjut usia memiliki kerentanan fisiologis yang berbeda saat menghadapi panas. Mereka bisa lebih sulit mengatur suhu atau lebih cepat mengalami dehidrasi. WHO menyebut kehamilan, masa bayi, dan usia lanjut sebagai tahap hidup dengan risiko khusus dari panas ekstrem. Perubahan perilaku, sulit minum, lemas, atau penurunan kesadaran memerlukan penilaian lebih dini.

Penyakit jantung, paru, atau ginjal menambah risiko kesehatan saat cuaca panas. Obat tertentu memengaruhi rasa haus, keringat, tekanan darah, keseimbangan cairan, atau pengaturan suhu tubuh. CDC meminta rencana penggunaan obat saat cuaca panas dibahas bersama klinisi dan melarang penghentian obat secara mendadak tanpa rencana. Daftar obat rutin perlu dibawa atau disampaikan kepada petugas yang menerima pasien.

Orang lanjut usia beristirahat di ruangan sejuk dengan air minum dan obat rutin di meja (ilustrasi)

Pedoman Indonesia belum merinci semua kelompok

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan pedoman resmi Indonesia yang merinci langkah rumah berbeda bagi ibu hamil. Dokumen setingkat sama juga belum ditemukan untuk pengguna obat jangka panjang dalam kejadian sengatan panas. Karena itu, artikel ini tidak menetapkan jenis minuman, perubahan obat, atau langkah khusus untuk kedua kelompok. Pendinginan awal tetap berjalan sambil meminta bantuan medis dan menyampaikan kondisi dasar kepada petugas.

Penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan tidak dibahas sebagai tindakan rumah. Pilihannya bergantung pada pemeriksaan dan kondisi klinis setiap pasien. Gejala yang mereda tidak memastikan organ sudah aman. Batas pertolongan awam adalah mendinginkan, menjaga keselamatan jalan napas, mengaktifkan bantuan, dan mengikuti instruksi petugas.