Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto pada 28 Juli 2026 pukul 16.27 waktu Jepang, atau 14.27 WIB, 15.27 WITA, dan 16.27 WIT. Japan Meteorological Agency (JMA) mencatat pusat gempa di wilayah Kumamoto dengan intensitas maksimum 7 pada skala Jepang. Guncangan kuat merusak bangunan, jalan, dan jaringan listrik di sebagian Kyushu. Peringatan tsunami sempat diterbitkan untuk pesisir barat Kumamoto dan daerah sekitarnya.

Kerusakan paling berat pada laporan awal terjadi di Aeon Mall Kumamoto, Kashima. Lantai dua bangunan itu runtuh setelah terdengar ledakan, sementara pelanggan telah diarahkan keluar seusai gempa. Laporan pada malam 28 Juli menyebut 20 sampai 30 pekerja belum diketahui keberadaannya dan beberapa orang telah dikeluarkan dari reruntuhan. Angka tersebut adalah data awal, bukan jumlah akhir korban.

Data awal berubah selama operasi pencarian

Pembaruan berikutnya mempersempit jumlah orang yang belum ditemukan di mal. Tim tanggap darurat Prefektur Kumamoto kemudian mencatat empat orang dibawa ke rumah sakit dan 10 orang belum diketahui keberadaannya. Associated Press juga melaporkan sedikitnya tiga kematian pada pembaruan awal 29 Juli. Perbedaan itu menunjukkan cepatnya perubahan data ketika identitas pekerja dan penyintas masih dicocokkan.

Skala bencana baru terlihat lebih lengkap beberapa hari kemudian. Pada 3 Agustus, pejabat prefektur mencatat 38 orang meninggal dan 114 orang terluka di Kumamoto; petugas menemukan tujuh jenazah serta lima penyintas di mal. Pengelola Aeon Mall menduga ledakan dipicu kebocoran gas setelah sekitar 3.000 pengunjung dievakuasi. Hasil akhir penyelidikan penyebab ledakan belum ditemukan dalam sumber yang diperiksa untuk artikel ini.

Peringatan tsunami dicabut, angkutan sempat berhenti

Kereta Shinkansen berhenti di peron stasiun (ilustrasi)
Layanan Shinkansen di Kyushu sempat dihentikan untuk pemeriksaan keselamatan. (Photo by Antonio Fadel on Unsplash)

Peringatan tsunami mencakup pesisir Laut Ariake dan Laut Yatsushiro. Laporan Associated Press menyebut peringatan itu dicabut dalam waktu kurang dari dua jam. Tidak ada tsunami besar yang dilaporkan dalam pembaruan tersebut. Status peringatan yang sudah dicabut tidak menghapus risiko kerusakan darat dan gempa susulan.

Kereta cepat Shinkansen dan kereta lokal di Kyushu dihentikan untuk pemeriksaan keselamatan. Landasan Bandara Aso Kumamoto juga sempat ditutup, sedangkan satu kereta dilaporkan keluar jalur di Stasiun Yatsushiro. Sebagian dinding batu Kastel Kumamoto kembali runtuh saat pemulihan kerusakan gempa 2016 belum selesai. Gangguan awal itu tidak menggambarkan status transportasi pada hari-hari berikutnya.

JMA mempertahankan kewaspadaan gempa susulan

Aktivitas gempa menurun secara bertahap, tetapi tetap aktif menurut pembaruan JMA pada 4 Agustus. JMA meminta warga mewaspadai gempa dengan intensitas 5 kuat atau lebih selama sekitar satu pekan. Guncangan yang lebih kuat masih mungkin terjadi bergantung pada magnitudo dan posisi sumber. Bangunan rusak serta kawasan rawan longsor tetap menjadi titik bahaya selama pemulihan.

Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan pemerintah memprioritaskan penyelamatan dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Lebih dari 260.000 orang sempat dianjurkan mengungsi dalam respons awal, terutama di Kumamoto dan Nagasaki. Operasi juga berlangsung di pabrik Nippon Paper Industries di Yatsushiro setelah sebuah cerobong runtuh. Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi Indonesia yang secara khusus menilai dampak gempa ini terhadap warga negara Indonesia (WNI).