Valve menetapkan 14 hari sejak pembelian dan waktu bermain kurang dari dua jam sebagai batas pengembalian dana standar untuk gim dan perangkat lunak. Permintaan di luar batas itu tetap diterima untuk ditinjau, tetapi Valve tidak menjanjikan persetujuan. Seorang pemain Battlefield 6 kemudian mengaku memperoleh pengembalian penuh setelah mencatat 470 jam bermain. Bukti publik kasus tersebut terbatas pada tangkapan layar transaksi yang disamarkan.
Kasus 470 jam bertumpu pada laporan pengguna
Pengguna Reddit bernama ExplorEverythingOnce mengaku menerima kembali US$109,24 untuk Battlefield 6 Phantom Edition. Ia menyebut penghapusan beberapa mode dari antrean Quick Play sebagai alasan permintaan. Rush, mode yang paling sering dimainkannya, menjadi pokok keberatan. PC Gamer melaporkan klaim itu pada 10 Agustus 2026.
Tangkapan layar yang disamarkan menunjukkan transaksi pengembalian untuk Phantom Edition. Gambar itu tidak membuktikan catatan 470 jam atau isi percakapan dengan dukungan Steam. Halaman kebijakan Valve juga tidak menyebut kasus tersebut sebagai aturan baru. Karena itu, keputusan pada satu akun tidak menjadi jaminan bagi akun lain.
Batas resmi berbeda menurut jenis pembelian
Kebijakan pengembalian dana Valve membedakan gim, konten unduhan, pembelian dalam gim, prapesan, bundel, dan perangkat keras. Batas 14 hari dan dua jam menjadi aturan dasar bagi gim serta perangkat lunak. Jenis transaksi lain memiliki syarat tersendiri.
- Gim dan perangkat lunak: permintaan standar masuk dalam 14 hari sejak pembelian, dengan waktu bermain kurang dari dua jam.
- Konten unduhan: batasnya 14 hari dan kurang dari dua jam bermain sejak pembelian, selama konten belum dipakai, diubah, atau dipindahkan.
- Prapesan: pembelian bisa dibatalkan sebelum perilisan; setelah rilis, batas 14 hari dan dua jam mulai berlaku.
- Pembelian dalam gim Valve: batasnya 48 jam, asalkan barang virtual belum dipakai, diubah, atau dipindahkan.
Dana penuh dikirim dalam satu minggu setelah persetujuan melalui Steam Wallet atau metode pembayaran awal. Metode tertentu mungkin tidak mendukung pengembalian ke jalur pembayaran semula. Valve tetap menerima permintaan di luar batas standar untuk peninjauan. Klausul tersebut membuka pemeriksaan kasus, bukan hak otomatis atas persetujuan.
Kebijakan Steam bukan seluruh kerangka hukum Indonesia
Peraturan Pemerintah No. 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik memasukkan perangkat lunak, multimedia, dan data elektronik ke definisi barang digital. Aturan itu mewajibkan barang digital beroperasi sebagaimana mestinya dan menempatkan kerugian pengguna sebagai tanggung jawab pelaku usaha. Aturan tersebut memberi sekurangnya dua hari kerja untuk penukaran atau pembatalan pada kondisi ketidaksesuaian, keterlambatan, cacat tersembunyi, kerusakan, atau kedaluwarsa. Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) yang menerima pembayaran juga wajib menyediakan mekanisme pengembalian dana ketika pembelian dibatalkan.
Batas 14 hari dan dua jam milik Steam tetap menjadi kebijakan platform, bukan ringkasan seluruh hak konsumen Indonesia. Sebaliknya, aturan PMSE tidak mengubah setiap ketidakpuasan setelah 470 jam menjadi pengembalian dana otomatis. Peraturan Menteri Perdagangan No. 19 Tahun 2026 kini menjadi aturan pelaksana PMSE yang berlaku. Peraturan itu menggantikan aturan 2023 dan mewajibkan pelaku yang tercakup menampilkan layanan pengaduan konsumen yang bisa dihubungi.
Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi dari lembaga di Indonesia yang menafsirkan aturan tersebut untuk kasus Steam di luar batas Valve. Penerapannya bergantung pada identitas pelaku transaksi, kontrak elektronik, jalur pembayaran, dan bentuk ketidaksesuaian yang dipersoalkan. Perkara Battlefield 6 juga belum memiliki pembanding resmi dari Indonesia. Waktu bermain saja tidak menentukan hasil sengketa.
Bukti memperjelas dasar permintaan
Permohonan terkait pembelian dimulai melalui daftar transaksi pada Bantuan Steam. Tanggal pembelian dan waktu bermain menjadi dua data utama untuk permintaan standar. Permohonan di luar batas memerlukan kronologi singkat yang membedakan kondisi produk dari janji saat pembelian. Bukti yang relevan mencakup tanda terima, halaman toko, pengumuman perubahan, tangkapan layar, serta korespondensi dukungan.
Salinan halaman toko pada waktu pembelian membantu mencatat fitur yang ditawarkan saat transaksi. Pengumuman resmi dan tangkapan layar bertanggal membentuk urutan perubahan yang bisa diperiksa. Penyamaran nama akun, nomor transaksi, dan data pembayaran mengurangi paparan informasi sensitif pada salinan publik. Berkas asli tetap disimpan untuk verifikasi.
Penolakan tidak menghapus jalur pengaduan
Valve menegaskan bahwa pengembalian dana bukan sarana memperoleh gim gratis dan penyalahgunaan bisa menghilangkan akses pengembalian dana. Permintaan berulang tanpa informasi baru membawa risiko tersebut. Kebijakan publik Valve tidak memuat rumus penilaian untuk permintaan di luar batas. Hasil akhirnya tetap bergantung pada peninjauan kasus.
Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) di Kementerian Perdagangan mencantumkan SIMPKTN dan SP4N LAPOR sebagai jalur pengaduan konsumen. Pemisahan persoalan kebijakan platform dari dugaan ketidaksesuaian barang digital memperjelas pokok pengaduan. Kanal pemerintah tidak menjanjikan pengembalian dana, sedangkan penerapan hukumnya tetap mengikuti fakta tiap transaksi.
Sumber dan rujukan
- Pengembalian Dana Steam(Valve)
- Battlefield 6 player claims to have received Steam refund after 470 hours due to surprise mode removal(PC Gamer)
- Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik(JDIH Kementerian Perdagangan)
- Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik(JDIH Kementerian Perdagangan)
- Bantuan Steam: Pembelian Terkini(Valve)
- Tata Cara Pengaduan Konsumen dan Permintaan Informasi(Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga)