NAD⁺, nikotinamida mononukleotida (nicotinamide mononucleotide/NMN), eksosom, peptida, dan sel punca berasal dari bidang riset yang nyata. Nama ilmiah itu tidak membuktikan bahwa satu kapsul, serum, atau prosedur memperlambat penuaan pada manusia. Penilaian perlu memisahkan kategori produk, cara penggunaan, bukti pada manusia, dan kalimat promosi. Tanpa pemisahan tersebut, hasil laboratorium mudah berubah menjadi janji “muda kembali” yang tidak pernah diuji.

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menilai suplemen kesehatan melalui produk dan klaim yang diajukan. JDIH BPOM mencatat Peraturan BPOM No. 19 Tahun 2022 tentang Pedoman Klaim Suplemen Kesehatan masih berlaku. Pedoman itu mensyaratkan klaim yang objektif, lengkap, tidak menyesatkan, konsisten dengan definisi suplemen, dan didukung bukti. Nama bahan, nomor registrasi, dan klaim iklan tetap tiga informasi yang berbeda.

Reaksi berat setelah memakai produk memerlukan pertolongan segera

Sesak napas mendadak, bengkak pada bibir atau tenggorokan, kulit membiru, pusing berat, atau pingsan memerlukan pertolongan medis segera. Kementerian Kesehatan menjelaskan anafilaksis bisa muncul dalam beberapa menit setelah paparan dan dapat mengganggu napas, tekanan darah, serta denyut jantung. Kondisi tersebut bukan tanda bahwa tubuh sedang “membuang racun” atau produk mulai bekerja. Kemasan, daftar bahan, waktu pemakaian, dan urutan keluhan membantu penilaian tenaga kesehatan.

Anak, perempuan hamil atau menyusui, lansia, serta orang dengan penyakit kronis atau terapi rutin memerlukan penilaian tersendiri. Kelompok tersebut tidak boleh dianggap terwakili oleh uji singkat pada orang dewasa sehat. Bahan dalam suplemen juga bisa berinteraksi dengan obat atau produk lain. Ketidakpastian bahan dan interaksi menjadi alasan untuk membahasnya dengan dokter atau apoteker sebelum pemakaian.

Botol suplemen dengan label NAD⁺, eksosom, peptida, dan klaim antipenuaan (ilustrasi)

Izin produk tidak mengesahkan semua kalimat promosi

Basis data Cek Produk BPOM memisahkan suplemen kesehatan dari obat, kosmetik, dan pangan olahan. Nama produk, nomor registrasi, pendaftar, dan komposisi pada kemasan perlu cocok dengan entri resmi. Pencatatan itu tidak membuat bukti untuk satu formulasi berlaku pada formulasi atau cara penggunaan lain. Peraturan BPOM No. 34 Tahun 2022 yang mengawasi iklan suplemen kesehatan juga masih berstatus berlaku.

Status halal juga melekat pada produk yang tersertifikasi, bukan pada kesan ilmiah nama bahan. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyediakan pencarian menurut nama produk, pelaku usaha, atau nomor sertifikat. Asal gelatin, enzim, kolagen, dan bahan hewani tidak bisa disimpulkan dari istilah “peptida” atau “bioteknologi”. Ketiadaan data berarti statusnya belum terverifikasi, bukan otomatis halal atau tidak halal.

Eksosom: cara penggunaan mengubah kategori produk

Eksosom (exosome) adalah vesikel kecil yang dilepaskan sel dan membawa protein, lemak, atau materi genetik. BPOM menyatakan beberapa kosmetik dengan eksosom telah memperoleh notifikasi setelah bahan terkait dikaji dari sisi keamanan, manfaat, dan mutu. Notifikasi itu berlaku untuk produk kosmetik tertentu dan cara pemakaian yang didaftarkan. Status tersebut tidak mengubah eksosom menjadi suplemen oral atau mengesahkan semua janji antipenuaan.

BPOM juga menyatakan eksosom melalui jarum, jarum mikro (microneedle), atau injeksi bukan kosmetik dan harus ditangani atau diawasi tenaga kesehatan. Perubahan cara pemakaian mengubah paparan sekaligus kategori produknya. Notifikasi kosmetik tidak membuktikan bahwa produk sesuai untuk digunakan di bawah lapisan kulit. Serum topikal yang ternotifikasi karena itu tidak boleh diperlakukan sebagai bahan suntik.

Sampai artikel ini disusun, kami belum menemukan dokumen resmi Indonesia yang menetapkan NMN atau eksosom sebagai suplemen antipenuaan dengan manfaat klinis terstandar. Kesenjangan informasi itu tidak membuktikan bahwa semua produk pasti ilegal atau tanpa efek. Artinya, status setiap produk tetap perlu dilacak pada kategori dan catatan BPOM yang tepat. Bukti manfaatnya juga harus berasal dari penggunaan yang sama pada manusia.

NAD⁺ dan NMN: perubahan penanda bukan pembalikan usia

Nikotinamida adenina dinukleotida (nicotinamide adenine dinucleotide/NAD⁺) berperan dalam metabolisme sel. NMN dan nikotinamida ribosida (nicotinamide riboside/NR) adalah prekursor yang dipelajari untuk menaikkan metabolit terkait NAD⁺. Hasil pada sel dan hewan menjelaskan alasan riset tersebut dilanjutkan. Efektivitas produk bagi manusia tetap harus dinilai melalui luaran klinis.

Tinjauan sistematis 2026 menghimpun 33 studi intervensi manusia, termasuk 28 uji acak. NR dan NMN mengubah metabolit terkait NAD⁺, tetapi hasil klinisnya beragam dan kerap tidak menunjukkan perubahan. Para penulis menilai efektivitas antipenuaan atau kebugaran masih belum konklusif. Studi pada manusia umumnya berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan. Durasi itu belum menjawab hasil jangka panjang atau efek merugikan yang jarang.

Kenaikan penanda biologis dalam darah menunjukkan bahwa suatu jalur tubuh berubah. Hasil itu tidak sama dengan berkurangnya penyakit, terjaganya fungsi, atau bertambahnya masa hidup sehat. Klaim antipenuaan perlu menyebut luaran, kelompok peserta, lama pemantauan, dan besar perubahan. Testimoni serta grafik tanpa kelompok pembanding tidak mengisi kekosongan tersebut.

Peptida, kolagen, dan sel punca tidak bisa dipukul rata

Peptida adalah kelompok molekul, bukan satu bahan dengan efek yang seragam. NCBI Bookshelf menjelaskan pencernaan protein menghasilkan asam amino bebas, dipeptida, tripeptida, dan oligopeptida sebelum penyerapan. Proses tersebut tidak membuktikan bahwa peptida tertentu mencapai kulit atau sendi dalam jumlah yang bermakna. Hubungan itu memerlukan data dari formulasi, cara konsumsi, dan luaran yang sama.

Kolagen menunjukkan mengapa mutu penelitian mengubah kesimpulan. Meta-analisis 2025 menilai 23 uji acak dengan 1.474 peserta dan menemukan hasil gabungan yang tampak menguntungkan kulit. Namun, studi berkualitas tinggi atau tanpa pendanaan industri tidak menunjukkan perbaikan bermakna pada hidrasi, elastisitas, maupun kerutan. Bukti itu tidak mendukung janji bahwa semua kolagen mencegah atau mengatasi penuaan kulit.

Sel punca (stem cell) adalah jenis sel, bukan nama satu senyawa suplemen. International Society for Stem Cell Research membedakan terapi yang disetujui, terapi investigasional dalam uji terawasi, dan intervensi yang belum terbukti. Kapsul atau serum yang memakai istilah sel punca bukan intervensi yang sama dengan pemberian sel hidup. Hasil riset terapi sel tidak berlaku bagi produk itu tanpa kecocokan bahan, cara penggunaan, dan luaran klinis.

Orang berusia lanjut memeriksa kulit di depan cermin sambil menilai produk antipenuaan (ilustrasi)

Empat pembeda untuk membaca klaim antipenuaan

Pembeda pertama adalah kategori: suplemen, kosmetik topikal, obat, dan prosedur medis mengikuti jalur pengawasan yang berlainan. Pembeda kedua adalah identitas produk, termasuk komposisi, nomor registrasi, pendaftar, dan bentuk penggunaan. Pembeda ketiga adalah tingkat bukti, mulai dari riset sel hingga uji manusia terkontrol. Pembeda keempat adalah kecocokan luaran penelitian dengan janji pada iklan.

Klaim yang bisa dinilai menyebut perubahan yang diukur, kelompok peserta, durasi, risiko, serta sumber pendanaan. Klaim yang lemah berhenti pada kata “regenerasi”, “energi sel”, atau “teknologi sel punca” tanpa hasil klinis terukur. Perubahan satu penanda laboratorium juga tidak membuktikan tubuh menjadi lebih muda. Istilah ilmiahnya mungkin benar, sedangkan kesimpulan tentang produknya tetap belum ditopang bukti.