Polisi Irlandia menghentikan sebuah mobil di jalan N2 dekat Carrickmacross, County Monaghan, pada 22 Juli 2026. Petugas menemukan tas hitam berisi perangkat peledak di kursi belakang dan mengevakuasi area sekitar. Kepolisian nasional Irlandia, An Garda Síochána, menyatakan seorang pria telah didakwa dan penyidikan masih berjalan pada 25 Juli. Operasi tersebut diarahkan pada aktivitas kelompok republikan pembangkang.
Kesaksian polisi di pengadilan memerinci isi perangkat itu. Tas tersebut disebut berisi 394 gram Semtex kelas militer, sakelar waktu, dan detonator yang berfungsi. Polisi mengatakan ledakan perangkat itu berpotensi menimbulkan kerusakan besar. Dakwaan dalam perkara ini belum membuktikan kesalahan kedua terdakwa.
Rekaman kamera menghubungkan tas dengan pegawai museum
Simon O’Donovan, 44 tahun, bekerja di National Museum of Ireland di Collins Barracks, Dublin. Polisi mengatakan rekaman kamera memperlihatkan O’Donovan meninggalkan museum sambil membawa tas hitam pada 22 Juli. Ia kemudian bertemu Isobella Perrie Sullivan di War Memorial Gardens. Kesaksian polisi menyebut Sullivan menerima tas itu sebelum berkendara menuju Carrickmacross.
O’Donovan didakwa memiliki bahan peledak dalam keadaan yang menimbulkan dugaan bahwa benda tersebut tidak ditujukan untuk keperluan sah. Ia hadir di Special Criminal Court, pengadilan tiga hakim tanpa juri yang menangani perkara keamanan negara dan kejahatan terorganisasi. Hakim Patrick McGrath menolak permohonan jaminannya. Pengadilan menilai kekhawatiran atas gangguan terhadap saksi dan penyidikan tidak cukup diatasi dengan syarat jaminan.
Mahasiswa hukum memperoleh jaminan bersyarat
Perrie Sullivan, 25 tahun, adalah mahasiswa hukum yang ingin menempuh profesi barrister. Ia didakwa memiliki bahan peledak setelah tas ditemukan di mobil yang dikendarainya. Trim District Court memberikan jaminan dengan penjamin independen €15.000, penyerahan paspor, wajib lapor harian, dan jam malam. Polisi juga meminta larangan berhubungan dengan anggota Saoradh atau New IRA.
Kuasa hukum Perrie Sullivan mengatakan kliennya diminta membawa tas ke Irlandia Utara tanpa mengetahui isinya. Ia menyebut kliennya telah dimanipulasi. Pernyataan tersebut adalah posisi pembelaan di persidangan, bukan fakta yang telah ditetapkan hakim. Perbedaan putusan jaminan juga tidak menentukan bersalah atau tidaknya masing-masing terdakwa.
Dugaan kaitan dengan New IRA belum diputus pengadilan
Penyidik mengaitkan operasi tersebut dengan aktivitas republikan pembangkang dan menyebut New IRA dalam sidang jaminan O’Donovan. Kelompok itu menolak proses perdamaian Irlandia Utara dan mempertahankan agenda penyatuan Irlandia melalui kekerasan. Komisaris Garda Justin Kelly menyebut penyitaan itu “sangat signifikan” dan menyoroti kelompok kecil yang menolak Perjanjian Jumat Agung. Kaitan organisasi dalam perkara ini masih menjadi bagian dari penyidikan.
Proses terhadap kedua terdakwa berjalan di jalur pengadilan yang berbeda. O’Donovan tetap ditahan setelah jaminannya ditolak, sedangkan pembebasan Perrie Sullivan bergantung pada pemenuhan seluruh syarat. Asal bahan peledak dan tujuan akhir perangkat belum ditetapkan dalam putusan. Perkembangan berikutnya bergantung pada bukti yang diajukan jaksa dan diuji di pengadilan.
Sumber dan rujukan
- 25/07/2026 Update (2) Court Appearance—Operation Targeting Dissident Republican Activity(An Garda Síochána)
- Law student (25) granted bail and man (40) charged over car bomb seized in Co Monaghan(The Irish Times)
- Dublin man allegedly stored explosive device at Collins Barracks National Museum, court hears(TheJournal.ie)
- Cross border bomb suspect works for Irish government funded body(The Irish News)