Satu perahu karet membawa 165 orang dari Prancis ke Inggris pada 23 Juli 2026. Jumlah itu menjadi catatan tertinggi untuk satu kapal dalam penyeberangan Selat Inggris. Data Home Office yang dikutip PA Media juga mencatat 366 orang tiba dengan tiga perahu pada hari tersebut. Muatan yang semakin padat menambah risiko pada kapal yang tidak dirancang untuk pelayaran seperti itu.
Dakwaan berfokus pada dugaan peran pengemudi
National Crime Agency (NCA) mengumumkan perkara pidana dua hari setelah penyeberangan. NCA menyatakan Chan Mathok Atak, 19 tahun asal Sudan Selatan, didakwa membahayakan orang lain dalam perjalanan laut menuju Inggris. Ia diduga mengemudikan kapal dari Prancis pada 23 Juli. Atak ditahan dan dijadwalkan hadir di Margate Magistrates’ Court pada 27 Juli 2026.
Dakwaan itu tidak sama dengan putusan bersalah. Keterangan NCA yang tersedia untuk publik hanya menyebut identitas terdakwa, dugaan peran, jenis tuduhan, dan jadwal sidang pertama. Dokumen tersebut tidak menjelaskan siapa yang mengatur perjalanan atau berapa uang yang dibayarkan penumpang. Karena itu, perkara ini belum membuktikan struktur maupun keuntungan jaringan penyelundupan.
Muatan 165 orang melampaui catatan sebelumnya
Perahu tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 13 meter, kurang lebih setara dengan sebuah bus standar. PA Media melaporkan muatan 165 orang melampaui catatan sebelumnya sebanyak 128 orang dalam satu kapal. Personel Border Security Command kemudian menarik perahu itu ke Dover. Penjaga Pantai Inggris, pesawat penjaga pantai, dan sekoci Royal National Lifeboat Institution ikut merespons aktivitas kapal kecil pagi itu.
Catatan per kapal perlu dibedakan dari jumlah kedatangan harian. Satu hari bisa melibatkan beberapa kapal, sedangkan angka 165 hanya merujuk pada satu perahu. Home Office menjelaskan bahwa data harian berasal dari operasi Inggris dan Prancis yang masih bersifat sementara. Angka final diterbitkan dalam statistik imigrasi triwulanan setelah pemeriksaan mutu lebih lanjut.
Kebakaran kapal lain memicu penyelamatan pada Agustus
Risiko pelayaran kembali terlihat pada 4 Agustus dalam kejadian terpisah. Mesin perahu yang berangkat dari pantai Normandia terbakar ketika kapal berada di zona pencarian dan penyelamatan Prancis. Associated Press melaporkan tim Prancis dan Inggris menyelamatkan 157 orang setelah kapal mulai pecah. Sebanyak 103 orang diangkat kapal Prancis dan 54 orang ditolong kapal Inggris.
Lima orang dari kapal yang sama telah meminta pertolongan pada malam sebelumnya dan dibawa ke Boulogne-sur-Mer. Orang lain di kapal saat itu menolak bantuan, menurut keterangan otoritas maritim Prancis yang dikutip AP. Tim penyelamat tidak memaksa evakuasi karena tindakan tersebut bisa membuat kapal terbalik. Dua kapal penyelamat Prancis, helikopter Angkatan Laut, tenaga medis, RNLI, dan Border Force terlibat dalam respons setelah kebakaran.
Angka operasional tidak menjawab seluruh perkara
Dua kejadian itu memperlihatkan persoalan berbeda. Kasus 23 Juli menghasilkan dakwaan terhadap orang yang diduga mengemudikan kapal berisi 165 penumpang. Operasi 4 Agustus mencatat 157 orang diselamatkan setelah kebakaran, ditambah lima orang yang turun lebih awal. Menggabungkan angka kedua kejadian akan menghasilkan gambaran yang keliru tentang kapasitas kapal atau jumlah korban.
Data kedatangan juga hanya mencakup orang yang terdeteksi tiba di Inggris atau dibawa ke Inggris setelah dicegat. Orang yang dicegah berangkat atau dikembalikan ke Prancis tidak masuk dalam hitungan tersebut. Data operasional membantu membaca skala harian, tetapi tidak membuktikan peran pidana setiap orang di kapal. Pertanggungjawaban dalam perkara Atak tetap ditentukan melalui proses pengadilan.
Sumber dan rujukan
- Man charged with piloting small boat from France to the UK(National Crime Agency)
- ‘Mega dinghy’ carrying record number of migrants crosses the English Channel(The Independent (PA Media))
- French and British teams rescue 157 migrants after a boat engine fire in the Channel(Associated Press)
- Small boat arrivals: last 7 days(UK Home Office)