AI

15 artikel

AI medis lintas rumah sakit tanpa memindahkan data pasien

Rumah sakit membutuhkan data dari populasi yang beragam untuk melatih AI medis, tetapi rekam pasien tidak bebas dipindahkan ke satu tempat. Pembelajaran terfederasi membawa model ke tiap institusi dan hanya menggabungkan pembaruannya, tanpa menghapus risiko privasi maupun bias.

Redaksi APPI News 4 menit

AI retina otonom lolos di AS, kesiapan Indonesia belum terukur

AI kini bisa menilai foto retina dan menghasilkan keputusan skrining tanpa pembacaan ulang oleh dokter, tetapi izin di satu negara tidak otomatis berlaku di negara lain. Di Indonesia, pedoman klinis masih menempatkan dokter dalam alur pemeriksaan, sementara izin dan validasi lokal untuk AEYE-DS belum ditemukan dalam dokumen publik.

Redaksi APPI News 4 menit

Dana AI untuk obat melonjak, bukti klinis belum mengejar

Modal besar terus masuk ke penemuan obat berbasis kecerdasan artifisial, sementara hasil klinisnya masih berasal dari sedikit kandidat. AI mempercepat pemilihan target dan molekul, tetapi keamanan serta manfaatnya tetap harus dibuktikan lewat uji klinis.

Redaksi APPI News 4 menit

Enam uji sebelum AI pengobatan Tiongkok masuk layanan klinis

AI untuk pengobatan tradisional Tiongkok mulai menjangkau pencarian pengetahuan, analisis citra, dan dukungan keputusan, tetapi demo yang lancar belum membuktikan kelayakan klinis. Kepercayaannya bergantung pada enam pemeriksaan atas tujuan, data, validasi, produk herbal, interoperabilitas, dan tanggung jawab.

Redaksi APPI News 5 menit

AI kimia menguji 10.080 reaksi, laboratorium tetap penentu

Sistem AI mulai terhubung langsung dengan laboratorium otomatis untuk menguji hipotesis kimia dalam skala besar. Hasil OpenAI dan Molecule.one menunjukkan kenaikan rendemen, tetapi validitasnya tetap bergantung pada eksperimen fisik dan keputusan kimiawan.

Redaksi APPI News 4 menit

LifeSciBench menguji AI biologi, OpenAI tetap memegang ukuran

LifeSciBench menempatkan lima model AI pada 750 tugas yang menyerupai pekerjaan peneliti ilmu hayati. GPT-Rosalind memimpin, tetapi hasilnya menurun pada tugas berartefak dan seluruh evaluasi tetap perlu dibaca dalam konteks OpenAI sebagai pengembang tolok ukur sekaligus model.

Redaksi APPI News 4 menit